bukamata.id – Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang SEA Games 2025 Thailand. Hingga Jumat malam, 19 Desember 2025, Merah Putih telah mengoleksi 88 medali emas, sekaligus memperlebar jarak dari Vietnam dalam persaingan klasemen perolehan medali sementara.
Tambahan emas terbaru datang dari cabang olahraga hoki indoor putra. Bertanding di Wet 1 Hall Thai–Japan Sports Centre, Bangkok, skuad Indonesia tampil impresif pada partai final menghadapi rival klasik Asia Tenggara, Malaysia.
Laga berlangsung sengit dan berakhir imbang 4-4 hingga waktu normal, sehingga harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada momen penentuan, mental juara Indonesia berbicara. Alvin Febrian Rezqia dan kawan-kawan tampil tenang dan sukses memenangkan adu penalti dengan skor 2-0. Kemenangan ini memastikan medali emas ke-88 Indonesia di SEA Games 2025 sekaligus memutus dominasi Malaysia di nomor hoki indoor putra.
Tak hanya itu, emas dari hoki indoor putra menjadi emas kedelapan yang diraih Indonesia sepanjang Jumat, menjadikannya salah satu hari paling produktif bagi kontingen Merah Putih selama perhelatan SEA Games 2025. Secara total, Indonesia kini mengantongi 88 emas, 102 perak, dan 113 perunggu.
Raihan tersebut juga menandai pencapaian penting karena telah melampaui hasil SEA Games 2023, di mana Indonesia finis dengan 87 emas, 80 perak, dan 109 perunggu. Konsistensi prestasi ini menunjukkan daya saing atlet Indonesia yang terus terjaga di berbagai cabang olahraga.
Posisi Indonesia Kian Aman, Vietnam Tertinggal
Tambahan emas dari hoki indoor putra semakin mengokohkan Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara, sekaligus menjauh dari kejaran Vietnam.
Hingga kini, Vietnam baru mengumpulkan 77 emas, 76 perak, dan 103 perunggu, tertinggal cukup jauh dari Indonesia dalam perburuan posisi runner-up.
Sementara itu, Thailand masih kokoh di puncak klasemen sebagai tuan rumah dengan raihan 212 emas, 139 perak, dan 99 perunggu, menunjukkan dominasi kuat sepanjang SEA Games 2025.
Dengan sejumlah pertandingan yang masih tersisa, peluang Indonesia untuk terus menambah koleksi medali tetap terbuka lebar. Capaian 88 emas bukan sekadar angka, melainkan cerminan kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh elemen pendukung yang menjaga semangat juang Merah Putih di panggung Asia Tenggara.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










