Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?

Jumat, 1 Mei 2026 21:11 WIB

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

Jumat, 1 Mei 2026 21:07 WIB

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Jumat, 1 Mei 2026 20:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Winger + 1 Kiper Masuk Radar Persib, Siapa Paling Dekat Gabung?
  • Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat
  • UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk
  • Heboh Link Video Bandar Membara, Identitas Pemeran Terungkap
  • Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa
  • Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening
  • PANAS! 1 Sudah Deal, Ini Daftar Lengkap Target Transfer Persib Bandung
  • Rumah Anisa Rahma Eks Cherybelle Kebakaran, 3.500 Al-Qur’an Tak Tersentuh Api
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 1 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Teror Air Keras Sasar Petinggi KontraS: Andrie Yunus Diserang Usai Rekaman Podcast di YLBHI

By Aga GustianaJumat, 13 Maret 2026 16:26 WIB2 Mins Read
Andrie Yunus. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia aktivisme Indonesia berduka sekaligus geram. Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis malam (12/3/2026). Andrie disiram cairan kimia berbahaya saat melintas di kawasan Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Kronologi Kejadian: Pelaku Lawan Arah

Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie baru saja menyelesaikan agenda rekaman siniar (podcast) di Kantor YLBHI bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Saat tengah mengendarai sepeda motor di area Jembatan Talang, tiba-tiba dua pria yang berboncengan motor matic—diduga Honda Beat—datang melawan arah. Tanpa peringatan, pelaku langsung menyiramkan air keras ke arah tubuh Andrie.

“Mereka memiliki ciri-ciri: Pelaku pertama merupakan pengendara menggunakan pakaian kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana yang terlihat berbahan jeans, dan helm berwarna hitam,” tulis keterangan resmi KontraS pada Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:  YLBHI: Pemerintah Gagal Atasi Kesalahan Nyata Bisnis dan HAM

Pelaku kedua, yang duduk di bangku penumpang, menggunakan masker buff hitam untuk menyamarkan identitasnya. Serangan ini membuat Andrie terjatuh dari motornya sambil berteriak menahan sakit yang luar biasa.

Kondisi Korban: Luka Bakar 24 Persen

Akibat aksi keji tersebut, Andrie harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim medis menyatakan korban mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen, yang tersebar di area wajah, dada, kedua tangan, hingga bagian mata.

Baca Juga:  Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?

Anehnya, serangan ini murni diduga sebagai aksi teror fisik. Pihak KontraS mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun barang berharga milik korban yang hilang di lokasi kejadian. Hal ini memperkuat dugaan bahwa motif utama bukanlah perampokan.

Upaya Pembungkaman Pembela HAM

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengutuk keras insiden ini. Ia memandang serangan terhadap Andrie bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman nyata bagi demokrasi.

“Tindakan ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela hak asasi manusia,” tegas Dimas dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga:  Kematian Munir dan Jalan Panjang Pencarian Keadilan yang Belum Usai

Tuntutan Hukum: Pasal Percobaan Pembunuhan

KontraS mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap otak di balik serangan ini. Dimas meminta agar pelaku dijerat dengan hukuman berat menggunakan Pasal 459 KUHP baru mengenai percobaan pembunuhan.

“Mengingat, upaya penyiraman air keras terhadap korban dapat mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia,” tambahnya.

Hingga saat ini, komunitas sipil terus memantau perkembangan kasus ini dan menuntut transparansi dari aparat penegak hukum guna mengungkap siapa aktor intelektual di balik teror malam berdarah tersebut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aktivis HAM Andrie Yunus KontraS Kriminalitas Jakarta Pusat Teror Air Keras YLBHI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jumat Malam yang Mencekam di Tamansari Bandung: Massa Serba Hitam Kocar-kacir Diterjang Aparat

UMKM Pangan Sulit Tembus Ekspor? Ledia Hanifa Ungkap Rahasia di Balik Kemasan Produk

Buntut Aksi May Day, Pos Polisi di Tamansari Bandung Hangus Dibakar Massa

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Status SPM Muncul di 4 Bank, Bansos 2026 Segera Masuk Rekening

Roblox

Waspada! BNPT Bongkar Modus ‘Digital Grooming’ Terorisme di Game Roblox

Ngeri! Detik-detik Pemotor dan Pejalan Kaki di Cimahi Nyaris Tertemper Kereta, Petugas Sampai Lari

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.