Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Catat! 5 Tempat Kuliner di Bandung Ini Punya Menu Unik, Cocok Buat Wisata Kuliner

Rabu, 14 Oktober 2026 05:00 WIB

Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!

Rabu, 14 Oktober 2026 04:00 WIB
Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Catat! 5 Tempat Kuliner di Bandung Ini Punya Menu Unik, Cocok Buat Wisata Kuliner
  • Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!
  • Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Janji Sekolah ke Luar Negeri, 5 Santri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Ustadz SAM

By SusanaJumat, 13 Maret 2026 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang ustadz ternama berinisial SAM kini memasuki babak baru. Setelah lima bulan sejak laporan diajukan, perkara tersebut resmi naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri.

Laporan tersebut diajukan oleh sejumlah korban yang mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari sosok ustadz tersebut. Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, terdapat lima orang santri yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum korban, Wati Trisnawati, mengungkapkan bahwa dugaan tindakan pelecehan itu terjadi dalam rentang waktu cukup panjang, yakni sejak 2017 hingga 2025.

Menurutnya, pelaku diduga menggunakan sejumlah modus untuk mendekati para korban.

“Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri,” ujar Wati kepada awak media pada 12 Maret 2026.

Pernah Minta Maaf pada 2018

Wati menjelaskan bahwa dugaan kasus tersebut sebenarnya sempat mencuat beberapa tahun lalu. Pada 2018, ketika dugaan pelecehan pertama kali terungkap, ustadz SAM disebut sempat meminta maaf kepada para korban.

Saat itu, yang bersangkutan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, menurut pihak korban, dugaan tindakan serupa kembali terjadi pada 2025.

Kondisi tersebut membuat para korban akhirnya sepakat menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Korban Termasuk Santri di Bawah Umur

Tim kuasa hukum korban lainnya, Benny Jehadu, menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat tidak hanya untuk mencari keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk mencegah munculnya korban baru di masa mendatang.

Ia menyebutkan bahwa korban dalam kasus ini tidak hanya orang dewasa, tetapi juga terdapat santri yang masih di bawah umur.

“Karena korbannya tak hanya pria dewasa, namun juga ada santri di bawah umur. Harapannya, lewat laporan ini tidak ada lagi korban si terlapor,” tutur Benny.

Kuasa Hukum Harap Segera Ada Tersangka

Pihak kuasa hukum menyatakan telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik Bareskrim Polri untuk memperkuat laporan yang diajukan.

Benny berharap proses hukum dapat berjalan lancar sehingga kasus tersebut segera memasuki tahap berikutnya. Ia juga berharap penyidik dapat segera menetapkan status tersangka terhadap pihak yang dilaporkan apabila bukti-bukti yang ada dinilai cukup.

Identitas Ustadz Masih Dirahasiakan

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap ustadz berinisial SAM yang dilaporkan tersebut masih belum diungkap kepada publik.

Baik pihak kuasa hukum korban maupun penyidik dari Bareskrim Polri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai sosok yang dimaksud.

Kasus ini pun masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik karena dugaan tindakan pelecehan disebut berlangsung selama bertahun-tahun serta melibatkan korban dari kalangan santri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.