Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Kamis 25 Juni: Temani Waktu Subuh hingga Pagi, Ada Brasil dan Korsel!

Rabu, 24 Juni 2026 21:21 WIB

Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram

Rabu, 24 Juni 2026 20:08 WIB

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Rabu, 24 Juni 2026 19:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Kamis 25 Juni: Temani Waktu Subuh hingga Pagi, Ada Brasil dan Korsel!
  • Viral ‘Handuk Putih Anak vs Ibu’ Heboh di Media Sosial, Warganet Buru Link Telegram
  • DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?
  • Persib Resmi Berpisah dengan Adam Przybek Usai Super League 2025/26
  • Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi
  • Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!
  • Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat
  • Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 24 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Janji Sekolah ke Luar Negeri, 5 Santri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Ustadz SAM

By SusanaJumat, 13 Maret 2026 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang ustadz ternama berinisial SAM kini memasuki babak baru. Setelah lima bulan sejak laporan diajukan, perkara tersebut resmi naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri.

Laporan tersebut diajukan oleh sejumlah korban yang mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari sosok ustadz tersebut. Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, terdapat lima orang santri yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum korban, Wati Trisnawati, mengungkapkan bahwa dugaan tindakan pelecehan itu terjadi dalam rentang waktu cukup panjang, yakni sejak 2017 hingga 2025.

Menurutnya, pelaku diduga menggunakan sejumlah modus untuk mendekati para korban.

“Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri,” ujar Wati kepada awak media pada 12 Maret 2026.

Pernah Minta Maaf pada 2018

Wati menjelaskan bahwa dugaan kasus tersebut sebenarnya sempat mencuat beberapa tahun lalu. Pada 2018, ketika dugaan pelecehan pertama kali terungkap, ustadz SAM disebut sempat meminta maaf kepada para korban.

Saat itu, yang bersangkutan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, menurut pihak korban, dugaan tindakan serupa kembali terjadi pada 2025.

Kondisi tersebut membuat para korban akhirnya sepakat menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Korban Termasuk Santri di Bawah Umur

Tim kuasa hukum korban lainnya, Benny Jehadu, menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat tidak hanya untuk mencari keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk mencegah munculnya korban baru di masa mendatang.

Ia menyebutkan bahwa korban dalam kasus ini tidak hanya orang dewasa, tetapi juga terdapat santri yang masih di bawah umur.

“Karena korbannya tak hanya pria dewasa, namun juga ada santri di bawah umur. Harapannya, lewat laporan ini tidak ada lagi korban si terlapor,” tutur Benny.

Kuasa Hukum Harap Segera Ada Tersangka

Pihak kuasa hukum menyatakan telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik Bareskrim Polri untuk memperkuat laporan yang diajukan.

Benny berharap proses hukum dapat berjalan lancar sehingga kasus tersebut segera memasuki tahap berikutnya. Ia juga berharap penyidik dapat segera menetapkan status tersangka terhadap pihak yang dilaporkan apabila bukti-bukti yang ada dinilai cukup.

Identitas Ustadz Masih Dirahasiakan

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap ustadz berinisial SAM yang dilaporkan tersebut masih belum diungkap kepada publik.

Baik pihak kuasa hukum korban maupun penyidik dari Bareskrim Polri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai sosok yang dimaksud.

Kasus ini pun masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik karena dugaan tindakan pelecehan disebut berlangsung selama bertahun-tahun serta melibatkan korban dari kalangan santri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan pelecehan ustadz kasus pelecehan di pesantren kasus pelecehan santri kasus ustadz SAM penyidikan bareskrim polri ustadz dilaporkan ke polisi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

DEMAK GEGER! Sambut Tahun Baru Hijriah dengan Aksi Joget Rok Mini, Gara-Gara Tren?

Pedagang Keluhkan Pembongkaran Lapak di Bandung, Minta Pemerintah Beri Solusi Relokasi

Isu Sekolah Swasta Tahan Ijazah Memanas, Dedi Mulyadi Berang dan Tantang Audit: Sebutin Sekolahnya!

Polisi yang Tangkap Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Khawatir Hadiah Rp250 Juta Langgar Aturan Aparat

Dedi Mulyadi Soroti Kasus Taufik Hidayat, Minta Pengawasan Lingkungan dan Keluarga Diperketat

Ogah Ambil Uang Sayembara KDM, Mantan Bos Taufik Hidayat Minta Rp250 Juta Dialihkan untuk YTR

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Kode Rahasia FF Juni 2026 Bocor! Ini Daftar Terbaru yang Masih Aktif
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.