Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

Sabtu, 15 Agustus 2026 12:00 WIB
gempa

Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Patahan Purba di Balik Gempa M 7,7 NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 11:23 WIB
ilustrasi gempa

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7: Akses Jalan Flores Putus, Puluhan Gempa Susulan Terjadi

Sabtu, 15 Agustus 2026 11:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump
  • Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Patahan Purba di Balik Gempa M 7,7 NTT
  • NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7: Akses Jalan Flores Putus, Puluhan Gempa Susulan Terjadi
  • Jadwal & Link Streaming Persib vs Sabah FC Malam Ini: Ujian Perdana Maung Bandung di Bali
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Klaim Saldo DANA Gratis Spesial Sambut Hari Kemerdekaan 15 Agustus 2026
  • NIK Tidak Terdaftar PKH Agustus 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
  • Persib Hadapi Sabah FC, 14 Pemain Tak Bisa Main! Ini Strategi Igor Tolic
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Modus Janji Sekolah ke Luar Negeri, 5 Santri Jadi Korban Dugaan Pelecehan Ustadz SAM

By SusanaJumat, 13 Maret 2026 13:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang ustadz ternama berinisial SAM kini memasuki babak baru. Setelah lima bulan sejak laporan diajukan, perkara tersebut resmi naik ke tahap penyidikan di Bareskrim Polri.

Laporan tersebut diajukan oleh sejumlah korban yang mengaku mengalami tindakan tidak pantas dari sosok ustadz tersebut. Berdasarkan keterangan tim kuasa hukum, terdapat lima orang santri yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum korban, Wati Trisnawati, mengungkapkan bahwa dugaan tindakan pelecehan itu terjadi dalam rentang waktu cukup panjang, yakni sejak 2017 hingga 2025.

Menurutnya, pelaku diduga menggunakan sejumlah modus untuk mendekati para korban.

“Modusnya, korban diiming-imingi akan disekolahkan ke luar negeri,” ujar Wati kepada awak media pada 12 Maret 2026.

Pernah Minta Maaf pada 2018

Wati menjelaskan bahwa dugaan kasus tersebut sebenarnya sempat mencuat beberapa tahun lalu. Pada 2018, ketika dugaan pelecehan pertama kali terungkap, ustadz SAM disebut sempat meminta maaf kepada para korban.

Saat itu, yang bersangkutan juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Namun, menurut pihak korban, dugaan tindakan serupa kembali terjadi pada 2025.

Kondisi tersebut membuat para korban akhirnya sepakat menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

Korban Termasuk Santri di Bawah Umur

Tim kuasa hukum korban lainnya, Benny Jehadu, menegaskan bahwa laporan tersebut dibuat tidak hanya untuk mencari keadilan bagi para korban, tetapi juga untuk mencegah munculnya korban baru di masa mendatang.

Ia menyebutkan bahwa korban dalam kasus ini tidak hanya orang dewasa, tetapi juga terdapat santri yang masih di bawah umur.

“Karena korbannya tak hanya pria dewasa, namun juga ada santri di bawah umur. Harapannya, lewat laporan ini tidak ada lagi korban si terlapor,” tutur Benny.

Kuasa Hukum Harap Segera Ada Tersangka

Pihak kuasa hukum menyatakan telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik Bareskrim Polri untuk memperkuat laporan yang diajukan.

Benny berharap proses hukum dapat berjalan lancar sehingga kasus tersebut segera memasuki tahap berikutnya. Ia juga berharap penyidik dapat segera menetapkan status tersangka terhadap pihak yang dilaporkan apabila bukti-bukti yang ada dinilai cukup.

Identitas Ustadz Masih Dirahasiakan

Hingga berita ini diturunkan, identitas lengkap ustadz berinisial SAM yang dilaporkan tersebut masih belum diungkap kepada publik.

Baik pihak kuasa hukum korban maupun penyidik dari Bareskrim Polri belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai sosok yang dimaksud.

Kasus ini pun masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik karena dugaan tindakan pelecehan disebut berlangsung selama bertahun-tahun serta melibatkan korban dari kalangan santri.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dugaan pelecehan ustadz kasus pelecehan di pesantren kasus pelecehan santri kasus ustadz SAM penyidikan bareskrim polri ustadz dilaporkan ke polisi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Panas! Iran Desak AS Akui Kekalahan, Tolak Klaim Donald Trump

gempa

Mengenal Flores Back-Arc Thrust: Patahan Purba di Balik Gempa M 7,7 NTT

ilustrasi gempa

NTT Diguncang Gempa Magnitudo 7,7: Akses Jalan Flores Putus, Puluhan Gempa Susulan Terjadi

Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

NIK Tidak Terdaftar PKH Agustus 2026? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BPNT Rp600 Ribu Belum Masuk Agustus 2026? Cek 6 Penyebabnya di Sini

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.