Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri

Minggu, 18 Oktober 2026 21:13 WIB

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Minggu, 18 Oktober 2026 20:44 WIB

Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!

Minggu, 18 Oktober 2026 18:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sentuhan Pertama Langsung Gol! Julio Cesar Bawa Persib Tumbangkan Persik Kediri
  • Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki
  • Dibayar Tuntas! 15 Tahun Vakum Akting, Comeback Agnez Mo Langsung Guncang Hollywood!
  • Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah
  • Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya
  • Jelang Persib vs Persik, Beckham Putra Kirim Pesan Khusus untuk Bobotoh
  • Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada
  • Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Mimpi Besar Ustadz Deni: Madrasah Layak dari Hati dan Keikhlasan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 4 Februari 2026 09:32 WIB2 Mins Read
Ustadz Deni Firmansyah. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sebuah gang sempit di Gg. Abid, tepatnya di Masjid Jami Madrasah Riyadlul Jannah, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, suara anak-anak mengaji terdengar hampir setiap sore. Di balik lantunan ayat suci itu, ada sosok Ustadz Deni Firmansyah, guru ngaji yang mengabdikan diri untuk puluhan anak lingkungan sekitar, meski kehidupan pribadinya jauh dari kata mudah.

Tanpa penghasilan tetap, Ustadz Deni tetap setia mengajar. Ia menjalani hari dengan kerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga, lalu kembali ke masjid untuk mengajar Al-Qur’an.

Saat ditanya tentang harapannya ke depan, Ustadz Deni tak berbicara muluk. Ia hanya ingin hidup lebih tertata dan tenang.

“Harapan saya, pertama, saya punya usaha yang bisa berjalan dan diandalkan hasilnya. Kedua, saya punya penghasilan yang cukup. Ketiga, saya bisa menyediakan tempat yang layak untuk anak-anak,” ujarnya, Selasa (2/2/2026).

Baca Juga:  Rekomendasi 3 Cafe di Bandung, Cocok Buat Kaum WFC

Ia juga berharap semakin banyak anak-anak di lingkungannya yang mau mengaji. Namun di balik pengabdian itu, ada beban hidup yang terus ia pikul.

“Karena pekerjaan tidak tentu dan punya utang, harapan saya ingin membereskan utang-utang. Karena yang membuat sakit dan banyak pikiran itu sebenarnya utang,” tuturnya jujur.

Baginya, hidup tenang adalah bisa mengajar tanpa dibayangi kecemasan. “Saya ingin hidup lebih tenang. Tenang mengajar, tempatnya enak, dan kalau memungkinkan bisa menambah guru ngaji,” katanya.

Baca Juga:  Jadi Favorit Saudagar Arab hingga China, Pasar Baru Trade Center Simpan Sejarah Menarik

Di tengah keterbatasan, Ustadz Deni masih menyimpan mimpi besar: memiliki madrasah atau pesantren yang layak. Meski ia sendiri menyadari, cita-cita itu terasa sangat jauh dari jangkauan. “Iya, itu memang cita-cita saya. Walaupun menurut saya, rasanya mustahil,” ucapnya lirih.

Keinginan itu bukan tanpa dasar. Kurikulum mengaji yang ia terapkan saat ini sudah mengikuti pola yayasan lengkap dengan ujian, rapor, dan sistem kelas.

“Makanya kurikulum yang saya pakai sekarang mengikuti pola yayasan. Ada ujian, ada rapor, ada daftar ulang. Awalnya seperti itu. Saya ingin punya madrasah yang tertata,” jelasnya.

Baca Juga:  Bojan Hodak Ingin Persib Permanenkan Adam Alis

Namun realitas hidup berkata lain. Keterbatasan ekonomi membuat langkahnya sering terhenti di tengah jalan. Meski begitu, ia tak sepenuhnya menyerah.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan dengan izin Allah Ta’ala, dengan kemampuan saya yang seperti ini, cita-cita itu bisa tercapai. Saya berharap kepada Allah SWT,” ucapnya.

Di masjid sederhana itu, Ustadz Deni terus mengajar, merawat harapan, dan menanamkan nilai agama kepada anak-anak—dengan keyakinan bahwa keikhlasan, sekecil apa pun, tak pernah sia-sia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung guru ngaji
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cuma 8 Meter dari Rel Kereta, Halte BRT Kiaracondong Dinilai Bahayakan Pejalan Kaki

Ilustrasi gempa

Melonjak dari 17 Jadi 253, Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor Terus Bertambah

Pelari ITB Ultra Marathon Meninggal di Cianjur, Ini Kronologinya

Dibesarkan Sepenuh Hati, Diusir di Usia Senja?! Kisah Pilu Kakek 78 Tahun yang Bikin Netizen Elus Dada

ASN bisa WFA

Kronologi ASN Pemkot Bandung Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Hamili Pelajar Magang

Detik-detik Gas Kaleng Meledak di Gerobak Bakso, Pedagang Alami Luka Bakar

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
  • Ironi Gubernur Konten: Pamer Aduan di Medsos, Tapi Gagap Saat Diadang Warga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.