bukamata.id – Sejarah kompetisi antarklub Asia menunjukkan banyak tim sukses membalikkan defisit pada leg pertama fase knockout.
Kini, Persib Bandung dan para bobotoh berharap momen itu terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026.
Maung Bandung menghadapi situasi sulit setelah kalah 0-3 dari Ratchaburi FC di leg pertama.
Agar bisa melaju ke babak berikutnya, Persib harus menang dengan selisih minimal tiga gol di waktu normal atau empat gol untuk memastikan kemenangan langsung. Jika skor tetap seimbang, mereka harus mengandalkan perpanjangan waktu atau adu penalti.
Sejarah Comeback Tuan Rumah di Leg Kedua
Data historis menunjukkan tim tuan rumah sering melakukan comeback di leg kedua. Namun, membalikkan defisit tiga gol bukanlah tugas mudah. Persib membutuhkan kombinasi:
- Kerja keras seluruh pemain
- Energi tambahan dari ribuan bobotoh di GBLA
- Kualitas permainan tinggi
- Sedikit keberuntungan
Di pertemuan pertama, dua faktor terakhir yang hilang membuat Maung Bandung gagal tampil maksimal. Kini, tim berharap atmosfer luar biasa di GBLA bisa menjadi momentum kebangkitan.
Harapan Federico Barba & Atmosfer GBLA
Bek Persib, Federico Barba, menekankan pentingnya dukungan bobotoh. Ia yakin kombinasi semua elemen akan membuat Persib mampu menghadapi misi mustahil ini.
“Seperti yang saya katakan, pertandingan kandang itu akan berbeda. Kami sangat kuat di kandang,” ujar Barba.
“Kami tahu itu dan kami akan melakukannya dengan sangat baik. Jadi kami masih percaya dan yakin bisa membalikkan keadaan,” tambahnya.
Dengan persiapan matang dan dukungan penuh bobotoh, Persib menatap leg kedua sebagai kesempatan untuk menorehkan comeback legendaris di AFC Champions League Two 2025/26.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










