bukamata.id – Di tengah kekayaan budaya Sunda dan masyarakat Jawa, terdapat satu makhluk kecil bersayap yang kehadirannya memunculkan beragam mitos dan kepercayaan, burung Sirit Uncuing. Meski berukuran mungil dan tampak biasa, burung ini diyakini sebagai pertanda kematian dan bahkan dianggap lebih “mistis” dibanding burung hantu Bueuk.
Burung yang dikenal juga dengan sebutan Wiwik Kelabu atau Kedasih ini memiliki nama yang beragam dalam dialek Sunda, seperti Sit Uncuing, Siit Uncuing, atau Sit Incuing. Suaranya yang melengking panjang, lirih dan menyayat, kerap dikaitkan dengan kabar duka.
Secara ilmiah, Sirit Uncuing adalah Cacomantis merulinus, anggota famili Cuculidae. Burung ini memiliki panjang sekitar 21 cm, dengan bulu abu-abu di kepala dan warna merah sawo-matang pada ekor serta perutnya. Namun di balik tampilannya yang sederhana, kisah-kisah yang menyertainya penuh nuansa mistis dan simbolis.
5 Mitos Populer Tentang Sirit Uncuing
1. Jelmaan Lelaki Patah Hati
Salah satu mitos paling populer menyebut burung ini sebagai jelmaan seorang pria yang kehilangan kekasihnya karena direbut anak raja. Dalam keputusasaan, ia berubah menjadi burung dan terbang dari satu tempat ke tempat lain, mencari sang pujaan hati sambil mengeluarkan suara pilu. Kisah ini tercatat dalam buku Ki Santri Gagal, yang kemudian diterjemahkan menjadi Bung Santri Gagal oleh Zaenal Hakim (Depdiknas, 2007).
2. Roh Perempuan yang Tidak Menikah
Dalam dialek Sunda, “Siit” juga mengacu pada hantu perempuan yang meninggal tanpa pernah menikah. Menurut kepercayaan, karena rasa sedih yang mendalam, roh tersebut berubah menjadi burung dengan suara melengking bernama Uncuing. Dari sinilah lahir istilah Siit Uncuing, sebagai representasi duka abadi.
3. Pembawa Kabar Kematian
Jika di budaya Barat burung gagak dianggap pembawa nasib buruk, maka di tanah Sunda, Sirit Uncuing berperan serupa. Suaranya yang menyayat dianggap sebagai tanda akan datangnya kematian di sekitar tempat burung itu bersuara.
4. Suaranya Merinding di Siang Hari
Berbeda dengan burung hantu pada umumnya, Sirit Uncuing aktif bersuara di siang hari. Namun suara lirih dan mendayunya tetap membuat merinding siapa pun yang mendengarnya, seolah membawa pesan dari alam gaib, bahkan di bawah terik matahari.
5. Terdengar Tapi Sulit Dilihat
Salah satu hal yang membuat burung ini kian misterius adalah kebiasaannya bersuara tanpa terlihat. Ia sering bersembunyi di balik tajuk pepohonan saat berbunyi. Meski demikian, burung ini aktif berburu serangga, laba-laba, bahkan buah kecil di sekitar semak-semak.
Sirit Uncuing bukan sekadar burung biasa dalam kebudayaan Sunda. Keberadaannya merekam jejak kepercayaan lokal tentang cinta, kematian, dan kehidupan spiritual masyarakat. Meski kini dunia terus modern, suara lirihnya tetap membangkitkan rasa waspada, seakan membawa pesan dari masa silam yang belum usai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











