Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal

Selasa, 20 Oktober 2026 11:43 WIB

Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat

Selasa, 20 Oktober 2026 11:27 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap

Selasa, 20 Oktober 2026 11:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Liga Champions 2026/2027 Pekan Ini: PSG vs Barcelona, Bayern vs Arsenal
  • Tiga Laga Menanti Persib, Ini Strategi Igor Tolic Hadapi Jadwal Padat
  • Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap
  • Sama-Sama Tercekik Biaya Hidup! Warga Prancis Berani Runtuhkan Kota, Rakyat RI Cuma Sibuk Mode Bertahan?
  • Persib Mengancam di Posisi 5 Besar! Ini Kalkulasi Peluang Maung Bandung Geser Macan Kemayoran
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Ancaman Asap Karhutla Belum Usai, Kasus ISPA Lampaui 300 Ribu Orang: Ini Daerah yang Paling Terdampak
  • Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Asal-Usul Karedok, dari Desa di Sumedang hingga Jadi Ikon Kuliner Sunda

By SusanaSabtu, 5 Oktober 2024 04:00 WIB2 Mins Read
Karedok is a typical Sundanese food in Indonesia. Karedok is made with raw vegetable ingredients including; cucumber, bean sprouts, cabbage, long beans, sweet potato, basil leaf chayote, and eggplant
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Karedok merupakan makanan populer di kalangan masyarakat Sunda. Makanan ini dibuat dari sayuran mentah seperti mentimun, toge, kol, kacang panjang, ubi, labu siam, dan daun kemangi.

Biasanya karedok dilengkapi dengan saus kacang, yang dibuat dari cabai merah, air asam, kacang tanah, bawang putih, dan kencur, sehingga rasanya nikmat tiada tara.

Namun tahukah kamu bagaimana asal-usul nama Karedok?

Usut punya usut, karedok ternyata diambil dari nama sebuah kampung yang ada di Sumedang.

Baca Juga:  Wabup Fajar Ajak Masyarakat Sumedang Nyalakan 'Lilin Integritas' Lawan Korupsi

Budayawan Ajip Rosidi dalam “Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia, dan Budaya” mengungkap asal-usul karedok.

Pertama menurut cerita lisan, menyebut karedok berasal dari desa Karedok sebuah perkampungan yang terletak di Sungai Cimanuk, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Desa ini berjarak kurang lebih 80 kilometer dari Kota Bandung. Cerita bermulai dari Pangeran Soeria, yang sedang menangkap ikan sungai di sebuah Kampung bernama Kampung Dobol.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Sumedang Mulai Diserang Diare

Usai mencari ikan, Pangeran Soeria merasa lelah dan ingin sejenak beristirahat. Para penduduk yang melihat sang pangeran kelelahan, langsung menyuguhkan nasi dengan karedok terong.

Pangeran Soeria memakan hidangan itu dan karena memiliki cita rasa yang enak, ia bercerita kepada sesepuh Sumedang tentang hidangan lezat itu.

Bahkan dia mengajak mereka mendatangi kampung Dobol untuk menikmati karedok. Sejak saat itu, berubahlah nama desa itu menjadi desa karedok.

Baca Juga:  Pakar ITB Soroti Kekuatan Gempa Sumedang yang Berdampak Signifikan

Selain itu asal-usul karedok juga bisa dilihat dari kebiasaan orang Sunda memakan lalapan mentah.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa lalapan atau karedok tidak bisa lepas dari kebiasaan orang Sunda, karena orang Sunda percaya sesuatu yang diolah langsung dari alam dapat mencerminkan pandangan hidup orang Sunda tentang kesederhanaan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Sumedang Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 20 Oktober 2026 Turun Rp10.000, Cek Daftar Lengkap

Bukan Cuma Dijemur, Ini Metode Paling Ampuh Membasmi Kutu Busuk dan Telurnya Sampai Tuntas

Berburu Sarapan di Bandung? Ini 5 Tempat Lontong Kari yang Bisa Dicoba

5 Wisata Kuliner Malam Cirebon 2026, Wajib Coba Empal Gentong!

Pencairan Bansos Tahap 4 Bertahap! Begini Cara Cek PKH & BPNT Oktober 2026 Pakai NIK KTP

Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal

Terpopuler
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Flexing Nikah Berbuah Hujatan! Nasib Tragis Juan dan Evelyn hingga Gulung Tikar dari Youtube!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.