Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam

Senin, 19 Oktober 2026 20:05 WIB

Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki

Senin, 19 Oktober 2026 19:35 WIB

Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur

Senin, 19 Oktober 2026 19:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tampil Gemilang Lawan Persik, Fitrah Maulana Ungkap Persaingan dengan Teja Paku Alam
  • Misteri Perempuan Hilang di Kaki Gunung Burangrang, Ditemukan Luka di Kepala hingga Kaki
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
  • Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal
  • Iseng Masukkan Jari Kelingking ke Lubang Kursi, Siswa di Bandung Minta Bantuan Damkar
  • Tiga Hari Dicari, Pemancing Hilang di Waduk Cirata Ditemukan Meninggal Dunia
  • BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Informasi Resmi Kemnaker
  • Diduga Berawal dari Ilalang Belakang Rumah, Gudang Plastik di Karawang Ludes Dilalap Si Jago Merah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 19 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bukan Sekadar Guru PJOK, Yusuf Buka Jalan Devina Aqila Menuju Mimpi Besar di Dunia Futsal

By SusanaSenin, 19 Oktober 2026 19:10 WIB7 Mins Read
Devina Aqila Putri. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjalanan seorang bintang olahraga tidak selalu dimulai dari akademi profesional, lapangan berstandar internasional, atau kompetisi bergengsi. Terkadang, semuanya berawal dari halaman sekolah sederhana dan perhatian seorang guru yang mampu melihat potensi di balik aktivitas sehari-hari muridnya.

Kisah itu kini terlihat dalam perjalanan Devina Aqila Putri, siswi kelas 3 MIS Al-Manar di Deli Serdang, Sumatera Utara. Bocah perempuan berusia 9 tahun tersebut mencuri perhatian publik setelah video aksinya mengolah bola dan melewati lawan di lapangan sekolah viral di media sosial.

Kelincahan Devina saat menggiring bola membuat banyak warganet terpukau. Bahkan, kemampuannya menjadi perhatian Luís Estrela, pelatih kepala Timnas Futsal Putri Indonesia, yang memberikan apresiasi terhadap bakat muda tersebut.

Namun, di balik viralnya nama Devina, ada sosok yang tidak kalah penting dalam perjalanan awalnya, yakni Yusuf, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang mengabadikan sekaligus membagikan kemampuan anak didiknya melalui akun Instagram @pjokbersamayusuf.

Kehadiran Yusuf memperlihatkan bahwa peran seorang guru tidak sebatas mengajar di ruang kelas atau mendampingi murid mengikuti kegiatan olahraga. Guru juga bisa menjadi orang pertama yang membuka jalan bagi bakat seorang anak untuk dikenal lebih luas.

Berawal dari Lapangan Sekolah, Bakat Devina Menarik Perhatian Publik

Sebelum namanya ramai diperbincangkan, Devina hanyalah seorang siswi sekolah dasar yang menikmati aktivitas bermain bola bersama teman-temannya.

Di lapangan sekolah, ia memperlihatkan kemampuan menggiring bola yang menonjol. Dengan gerakan kaki yang lincah, Devina mampu mempertahankan penguasaan bola sekaligus melewati lawan-lawannya.

Video aktivitas olahraga tersebut kemudian dibagikan Yusuf melalui akun Instagram @pjokbersamayusuf. Rekaman sederhana itu menjadi pintu masuk bagi publik untuk menyaksikan kemampuan Devina.

Respons warganet pun bermunculan. Banyak yang terkesan melihat seorang anak perempuan berusia 9 tahun mampu mengolah bola dengan percaya diri, termasuk ketika berhadapan dengan anak-anak laki-laki seusianya.

Julukan “Devina vs Everybody” turut menggambarkan bagaimana aksi bocah asal Deli Serdang tersebut menarik perhatian pengguna media sosial.

Daya tarik video itu bukan semata-mata terletak pada keberhasilan Devina melewati lawan. Lebih dari itu, rekaman tersebut memperlihatkan potensi yang mungkin belum banyak diketahui orang di luar lingkungan sekolahnya.

Di sinilah peran Yusuf menjadi penting. Tanpa dokumentasi dan publikasi tersebut, kemampuan Devina mungkin hanya akan dinikmati oleh teman-teman sekolah dan orang-orang di sekitarnya.

Media sosial kemudian memperluas jangkauan cerita itu, mempertemukan bakat lokal dengan perhatian publik yang lebih luas.

Yusuf, Guru yang Membuka Jalan bagi Bakat Anak Didiknya

Sosok Yusuf mendapat perhatian tersendiri setelah unggahan tentang Devina menuai banyak respons positif. Warganet tidak hanya memberikan pujian kepada sang siswi, tetapi juga menyampaikan apresiasi kepada guru yang telah memberi ruang bagi bakatnya untuk terlihat.

Bagi seorang anak, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan merupakan bagian penting dari proses belajar dan berkembang. Ketika lingkungan sekolah memberikan ruang bagi minat tersebut, anak memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mengenali potensi dirinya.

Dalam kisah Devina, Yusuf menjadi sosok yang mempertemukan aktivitas olahraga di lingkungan sekolah dengan perhatian masyarakat di ruang digital.

Unggahan tersebut juga menunjukkan bagaimana guru dapat berperan sebagai penghubung antara potensi anak dan peluang yang lebih besar. Bukan berarti satu video langsung menjamin masa depan seorang atlet, tetapi dokumentasi yang tepat dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan bakat yang sebelumnya belum dikenal.

Apresiasi terhadap Yusuf terlihat dari komentar warganet di akun Instagram @pjokbersamayusuf.

“Keren Pak guru, ini nyata Guru mengubah mimpi jadi kenyataan,” tulis akun @hew***.

Komentar itu menggambarkan pandangan publik terhadap peran guru yang tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga ikut mendorong muridnya agar memiliki kesempatan berkembang.

Warganet lainnya mengaku mulai mengikuti akun Yusuf setelah melihat aksi Devina di lapangan sekolah.

“Minggu lalu tetiba lihat adik ini dikeroyok para pria di lapangan sekolahnya, herannya dia malah superior sendiri gocek bolanya. Saya langsung follow akun pak guru demi melihat video2 devina dan berharap saya salah satu followers yang akan menjadi saksi perjalanan hidup devina menjadi atlit yang sukses kedepannya. Terus semangat Pak guru dan terima kasih, anda juga hebat teruslah menjadi guru yang selalu care dan memberikan ruang berkembang bagi anak2,” tulis akun @iwa***.

Ada pula warganet yang menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Devina.

“Terimakasih p yusuf yg telah mensuport devina…semangat terus devina…semoga nanti meraih cita citanya dengan sukses…” tulis akun @haid***.

Deretan komentar tersebut memperlihatkan bahwa perhatian publik tidak hanya tertuju pada kemampuan mengolah bola, tetapi juga pada lingkungan yang membantu seorang anak mengembangkan potensinya.

Yusuf menjadi bagian dari cerita yang lebih besar tentang pentingnya kepekaan guru dalam mengenali kemampuan murid, termasuk bakat yang tumbuh di luar pembelajaran formal.

Luis Estrela Melirik Bakat Devina, Harapan Menuju Timnas Terbuka

Viralnya video Devina kemudian membawa kisahnya ke perhatian Luís Estrela, pelatih kepala Timnas Futsal Putri Indonesia.

Estrela memberikan apresiasi melalui media sosial dan menyebut Devina sebagai talenta luar biasa yang perlu terus mengembangkan kemampuannya.

” Amazing Talent is Devina @pjokbersamayusuf. Next generation from Timnas. Need to keep development her skills,” tulis Estrela dalam komentarnya.

Pernyataan tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan awal Devina. Kemampuan yang sebelumnya terlihat di lapangan sekolah kini mendapat perhatian dari pelatih yang menangani tim nasional futsal putri.

Devina pun berkesempatan bertemu langsung dengan Estrela dan merasakan pengalaman berlatih di lingkungan futsal profesional bersama para pemain Timnas Futsal Putri Indonesia.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan berharga bagi seorang anak yang masih berada pada tahap awal perjalanan olahraganya. Ia dapat melihat suasana latihan yang berbeda dari kegiatan olahraga di sekolah sekaligus memperoleh pengalaman berinteraksi dengan pelatih dan pemain yang lebih berpengalaman.

Meski demikian, perhatian pelatih timnas tidak serta-merta berarti Devina telah menjadi bagian dari skuad nasional. Perjalanan menuju tim nasional membutuhkan proses panjang, mulai dari pembinaan teknik, pengembangan fisik sesuai usia, pengalaman bertanding, hingga proses seleksi yang berlaku.

Karena itu, apresiasi Estrela lebih tepat dipandang sebagai sinyal positif terhadap potensi Devina sekaligus dorongan agar kemampuannya terus dikembangkan.

Bagi Devina, kesempatan tersebut dapat menjadi pengalaman yang memotivasi. Sementara bagi Yusuf dan lingkungan sekolahnya, perhatian itu menjadi pengingat bahwa bakat anak dapat muncul di tempat yang tidak selalu memiliki fasilitas olahraga profesional.

Bukan Sekadar Viral, Pembinaan Menjadi Kunci Masa Depan Devina

Popularitas di media sosial dapat membuka pintu, tetapi menjaga perkembangan seorang atlet muda membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.

Pada usia 9 tahun, Devina masih membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menikmati olahraga tanpa tekanan berlebihan. Kemampuan menggiring bola yang terlihat dalam video merupakan salah satu modal awal, tetapi perkembangan sebagai atlet memerlukan latihan yang terarah dan konsisten.

Dukungan keluarga, guru, sekolah, pelatih, serta lingkungan olahraga akan berperan penting dalam proses tersebut. Pembinaan juga perlu memperhatikan kebutuhan anak sesuai tahap perkembangannya, termasuk keseimbangan antara pendidikan, aktivitas fisik, istirahat, dan kehidupan sosial.

Dalam konteks ini, peran Yusuf tidak berhenti pada mengunggah video. Kesempatan yang muncul setelah video tersebut viral perlu diikuti dengan dukungan yang membantu Devina berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Cerita Devina juga membawa pesan bagi sekolah lain. Potensi atlet muda tidak selalu ditemukan melalui kompetisi besar atau seleksi resmi. Terkadang, bakat justru terlihat ketika anak menjalani aktivitas sederhana yang mereka sukai.

Guru yang peka dapat membantu mengenali potensi tersebut, memberikan ruang untuk berkembang, serta memperkenalkannya kepada lingkungan yang lebih luas ketika ada kesempatan yang tepat.

Dari Deli Serdang, Mimpi Besar Mulai Menemukan Jalannya

Kisah Devina Aqila Putri bukan hanya tentang seorang anak yang viral karena lihai menggiring bola. Di balik perhatian publik dan apresiasi pelatih timnas, terdapat peran seorang guru yang mendokumentasikan kemampuan muridnya hingga dikenal lebih luas.

Yusuf menjadi bagian penting dari tahap awal perjalanan itu. Melalui akun media sosialnya, aktivitas olahraga di lingkungan sekolah yang sederhana berubah menjadi cerita yang mengundang perhatian dan dukungan banyak orang.

Kini, Devina memiliki kesempatan untuk terus mengasah kemampuannya dan belajar dari pengalaman baru. Peluang menuju Timnas Futsal Putri Indonesia masih membutuhkan proses panjang, tetapi perhatian yang diterimanya menjadi awal yang menjanjikan.

Perjalanan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa lahirnya atlet berprestasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu. Ada lingkungan yang mendukung, guru yang memberi kesempatan, keluarga yang mendampingi, serta sistem pembinaan yang membantu bakat tumbuh menjadi kemampuan nyata.

Dari lapangan sekolah di Deli Serdang, Yusuf telah membantu memperlihatkan potensi Devina kepada publik. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa perhatian yang datang tidak berhenti sebagai popularitas sesaat, melainkan menjadi kesempatan bagi seorang anak untuk berkembang dan mengejar cita-citanya di dunia futsal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Devina Aqila Putri Luís Estrela Timnas Futsal Putri Indonesia Yusuf guru PJOK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BSU 2026 Rp900 Ribu Cair Kapan? Cek Informasi Resmi Kemnaker

Rahasia di Balik Bra Rp800 Miliar yang Dikenakan Kylie Jenner: Tanpa Kain, Dililit Emas 18 Karat!

Galeri 24 Paling Murah! Cek Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026

Siapa Sebenarnya Juan dan Eve? Ternyata Gak Cuma Bucin, Ada Rahasia Mengerikan!

Rasakan nikmatnya nasi tutug oncom khas Tasikmalaya.

Murah dan Otentik, 3 Street Food Tasikmalaya yang Bikin Kangen Rasa Sunda

Liburan ke Garut? Jangan Pulang Sebelum Cicipi 5 Kuliner Legendaris dan Viral Ini

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.