bukamata.id – Seorang siswa di Kota Bandung harus meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung setelah jari kelingkingnya tersangkut di lubang kursi kayu. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang beristirahat di ruang kelas, Senin (19/10/2026).
Korban bersama gurunya mendatangi kantor Damkarmatan Kota Bandung dengan membawa kursi tersebut setelah upaya melepaskan jari di sekolah tidak berhasil.
Petugas Damkarmatan Kota Bandung, Encel Iman, menjelaskan kejadian bermula ketika korban iseng memasukkan jari ke lubang kursi saat sedang tidur-tiduran. Namun, lubang yang sempit membuat jarinya sulit dikeluarkan kembali.
“Jadi, sedang tidur-tiduran, tangannya iseng-iseng dimasukkan ke lubang-lubang kursi. Ternyata lubangnya terlalu sempit sampai akhirnya jarinya tidak bisa keluar,” ujar Encel saat diwawancarai di kantor Damkarmatan Kota Bandung, Senin.
Menurut Encel, kondisi jari kelingking korban saat itu sudah mengalami pembengkakan sehingga semakin sulit dilepaskan dari lubang kursi.
Petugas kemudian melakukan penanganan menggunakan air sabun untuk membuat permukaan jari lebih licin. Selain itu, petugas menggunakan alat bantu untuk membantu mengurangi pembengkakan agar jari lebih mudah dikeluarkan.
“Penanganan yang kita lakukan tadi menggunakan sabun. Kita buat agar tangan atau jarinya lebih licin. Kemudian, kita bantu pakai filler untuk menurunkan bengkaknya supaya tidak terlalu besar. Akhirnya, jarinya bisa dicabut. Alhamdulillah,” kata Encel.
Proses penyelamatan berlangsung sekitar dua hingga tiga menit. Jari korban akhirnya berhasil dilepaskan tanpa harus merusak kursi yang dibawanya.
Encel mengatakan, kejadian jari tersangkut di benda tertentu bukan kali pertama ditangani petugas Damkar. Ia menyebut pernah menangani kasus serupa yang kondisinya lebih sulit karena pembengkakan pada jari korban sudah cukup besar.
“Sudah sering, ini sudah yang kesekian kalinya. Waktu itu juga pernah ada siswa yang sama dan saat itu bengkaknya sudah jauh lebih besar, sehingga kursinya harus dipecahkan atau dibelah. Kalau tadi, alhamdulillah, propertinya tidak rusak,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi anak-anak agar berhati-hati dan tidak memasukkan jari ke lubang benda yang berpotensi membuatnya tersangkut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











