bukamata.id – Insiden kebakaran hebat melanda sebuah fasilitas penyimpanan limbah bahan plastik di Dusun Krajan II, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (19/10/2026).
Si jago merah disinyalir berawal dari kobaran api yang membakar semak ilalang di area belakang bangunan sebelum akhirnya merembet cepat menyambar tumpukan olahan plastik yang rentan terbakar.
Seorang warga di sekitar lokasi kejadian, Muhammad Akbar, menceritakan awal mula dirinya melihat kepulan asap di area tersebut. Kala itu, ia menduga kepulan asap hanya berasal dari aktivitas warga yang tengah membakar tumpukan sampah secara mandiri.
“Tadi jam 12.00 WIB saya pulang dari sini, tapi belum segede ini. Awal saya pulang tuh ada ilalang terbakar di belakang, udah hitam. Belum ada segede ini, saya lihat kuning aja. Kirain di belakang ada yang bakar-bakar sampah biasa,” ujar Akbar.
Usai melintas, Akbar sempat beristirahat di dalam kamar kosnya. Namun, baru sekitar 15 menit berselang, suasana mendadak gempar oleh kegaduhan warga yang berteriak histeris memberitahukan peristiwa kebakaran.
“Saya masuk aja ke kosan, saya tunggu di kosan sekitar 15 menitan. Pas ini ada yang teriak-teriak ‘kebakaran, kebakaran!’, saya ikut keluar. Nah, ini udah gede di sini (dalam waktu) 15 menit tuh,” katanya.
Akbar memperkirakan pemicu utama datang dari kobaran ilalang kering di area belakang. Kendati demikian, ia tidak mengetahui pasti siapa atau apa yang memicu timbulnya titik api pertama.
Petugas Disulitkan Akses Air dan Hantaman Angin
Di sisi lain, personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang, Djunaenudin, mengonfirmasi bahwa armada pemadam langsung diterjunkan begitu laporan darurat masuk sekitar pukul 12.00 WIB. Sebanyak lima unit armada dikirim ke lokasi, mencakup dua truk tangki 5.000 liter, dua unit kapasitas 3.000 liter, serta satu unit armada mesin pompa hisap.
Di lapangan, tim pemadam menemui rintangan cukup berat lantaran lokasi sumber air terdekat sulit dijangkau oleh peralatan damkar.
“Ya, kita kesulitan sumber air. Sumber airnya terlalu landai, sulit untuk kita ambil,” kata dia.
Kondisi makin diperparah oleh hembusan angin kencang yang membuat kobaran api cepat membesar dan menyebar ke area sekitarnya.
Hingga laporan ini diturunkan, jajaran damkar dibantu warga sekitar terus berjibaku memadamkan sisa api dan melangsungkan proses pendinginan. Upaya penyiraman ekstra terus dilakukan agar material panas tidak kembali menyala serta mencegah rambatan api menjangkau area permukiman warga.
Pihak berwenang belum dapat mengalkulasi estimasi total kerugian materiil maupun memastikan penyebab utama di balik munculnya titik api tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











