Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Thailand Kena Mental? Vietnam Curi Kemenangan 2-0 di Rajamangala, Comeback Jadi Misi Mustahil

Minggu, 23 Agustus 2026 12:38 WIB

Persib Mulai Panaskan Mesin! Igor Tolic Bongkar Kondisi Skuad Jelang Play-off ACL Two

Minggu, 23 Agustus 2026 12:22 WIB
Bansos

Cek Bansos 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Cara Lihat Status dan Desil DTSEN

Minggu, 23 Agustus 2026 11:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Thailand Kena Mental? Vietnam Curi Kemenangan 2-0 di Rajamangala, Comeback Jadi Misi Mustahil
  • Persib Mulai Panaskan Mesin! Igor Tolic Bongkar Kondisi Skuad Jelang Play-off ACL Two
  • Cek Bansos 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Cara Lihat Status dan Desil DTSEN
  • Auto Cuan Hadiah! Kode Redeem Free Fire 23 Agustus 2026, Ada 50 Evolution Stone Menanti
  • Persib Mulai Serius! Klok Kirim Sinyal Bahaya untuk Manila Digger di ACL Two
  • Man City vs Bournemouth Malam Ini: Haaland Siap Menggila, City Diprediksi Menang Dramatis
  • Dari Buruh Sawit ke Crazy Rich 100 Triliun: Alasan Haji Isam Ditunjuk Pimpin Pemadaman Karhutla Kalsel!
  • Naik Lagi! Ini Daftar Harga Emas Pegadaian dan Galeri24 Hari Ini, Minggu 23 Agustus 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 23 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Ogah Tawar Kebijakan, Demo Tak Ubah Larangan Study Tour

By Aga GustianaSelasa, 22 Juli 2025 08:30 WIB3 Mins Read
pekerja pariwisata
Sekitar 4.000 pekerja pariwisata dari berbagai wilayah Jawa Barat memadati halaman Gedung Sate, Bandung, Senin pagi (21/7/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan tanggapan terkait aksi protes para pelaku sektor pariwisata yang menolak kebijakan pelarangan kegiatan study tour. Aksi tersebut berlangsung di Gedung Sate dan diwarnai dengan penutupan akses Jalan Layang Pasupati pada Senin (21/7/2025).

Dalam pernyataannya melalui akun Instagram @dedimulyadi71 pada Selasa (22/7/2025), Dedi mengungkapkan bahwa demonstrasi tersebut justru menegaskan bahwa kegiatan study tour lebih mengarah pada aktivitas rekreasi ketimbang edukasi.

“Demonstrasi kemarin menunjukkan semakin jelas bahwa kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik, kegiatan rekreasi. Bisa dibuktikan, yang berdemonstrasi adalah para pelaku jasa kepariwisataan,” ujarnya.

Dedi juga menyebut bahwa aksi protes itu mendapat dukungan bukan hanya dari pelaku wisata di Jawa Barat, tetapi juga dari sejumlah asosiasi di luar provinsi, termasuk operator jeep wisata Merapi di Yogyakarta.

Baca Juga:  Bukan Absensi, Ini Standar Baru Produktivitas ASN Jabar ala Dedi Mulyadi

Menurut Dedi, pelarangan study tour merupakan langkah perlindungan terhadap orang tua siswa agar tidak terbebani pengeluaran yang tidak bersifat esensial, serta memastikan pendidikan tetap berfokus pada penguatan karakter dan peningkatan kualitas belajar.

“Insya Allah Gubernur Jawa Barat akan tetap berkomitmen menjaga ketenangan orangtua siswa, agar tidak terlalu banyak pengeluaran biaya di luar kebutuhan pendidikan,” kata dia.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kebijakannya berpihak pada kepentingan masyarakat luas dan mendukung efisiensi dalam dunia pendidikan.

“Sikap saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak, menjaga kelangsungan pendidikan dan mengefisienkan pendidikan dari beban biaya yang tidak ada kaitannya dengan pendidikan karakter dan pertumbuhan pendidikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Bantu Masyarakat Jauhi Bank Emok, BJB Salurkan Puluhan Miliar Kredit Mesra

Meski begitu, Dedi tetap berharap sektor pariwisata di Jawa Barat terus berkembang, namun dengan menyasar wisatawan yang memang memiliki daya beli yang sesuai.

“Semoga industri pariwisata tumbuh sehingga nanti yang datang berwisata itu adalah orang luar negeri, orang-orang yang punya uang dan memang murni bertujuan melakukan kepariwisataan, bukan orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan dengan alasan study tour akhirnya dipaksa harus pergi piknik,” lanjutnya.

Protes Pekerja Pariwisata atas Kebijakan SE Gubernur

Sebelumnya, ribuan pekerja di sektor wisata—termasuk sopir bus, kernet, hingga pelaku UMKM—menggelar unjuk rasa menolak poin ketiga dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang memuat larangan penyelenggaraan study tour.

Aksi yang dipimpin oleh Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) itu menyuarakan keprihatinan atas anjloknya jumlah kunjungan wisatawan sejak kebijakan tersebut diberlakukan. Penurunan drastis tersebut menyebabkan banyak agenda pariwisata dibatalkan, transaksi ekonomi tersendat, dan pendapatan ribuan keluarga pun terdampak.

Baca Juga:  Geger Spanduk 'Shut Up KDM' di GBLA: Puncak Protes Bobotoh terhadap Dedi Mulyadi?

Salah seorang orator menyampaikan keresahan tersebut dari atas mobil komando: “Kami tidak menolak aturan, tapi kami butuh kebijakan yang adil, berpihak, dan melibatkan para pelaku langsung di lapangan.”

Mereka menekankan bahwa sektor pariwisata merupakan bagian penting dari perekonomian, terutama di daerah pedesaan. Jika kebijakan dibuat secara sepihak tanpa melibatkan masyarakat terdampak, dampaknya bisa sangat serius.

Koordinator aksi menutup pernyataannya dengan sebuah harapan: “Jangan buat kebijakan dari balik meja tanpa melihat realitas di lapangan. Pariwisata adalah sumber kehidupan kami.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jabar jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Cek Bansos 2026 Lewat HP Pakai NIK KTP, Begini Cara Lihat Status dan Desil DTSEN

Dari Buruh Sawit ke Crazy Rich 100 Triliun: Alasan Haji Isam Ditunjuk Pimpin Pemadaman Karhutla Kalsel!

Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kalbar, Presiden Prabowo Perintahkan Mobilisasi 1.500 Pasukan dan Helikopter Boom

Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung

Viral Pengakuan Wisatawan Talaga Bodas Garut, Kena Pungli Berdalih Uang Ojek ‘Saredona’

Ke Luar Negeri Gercep, Bencana NTT Malah ‘Direncanakan’? Beda Gaya Prabowo vs SBY Bikin Netizen Amuk!

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Menembus Angka 75,90: Menguji Rekor IPM Jawa Barat di Tengah Bayang Ketimpangan
  • Jabar Masih Dibelit Masalah, Kehadiran Dedi Mulyadi di NTT Dinilai Tak Urgent
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.