bukamata.id – Polresta Batang menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus penyerangan bus Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah. Ketiganya diduga terlibat dalam aksi kekerasan terhadap rombongan tim, perusakan kendaraan, hingga pencurian dua koper milik pemain dan ofisial.
Kapolresta Batang Kombes Pol. Warsono mengatakan, ketiga tersangka masing-masing berinisial BPA, HH, dan MF alias T. Mereka ditangkap di lokasi dan waktu berbeda setelah penyidik mengembangkan perkara melalui pemeriksaan saksi, rekaman kamera pengawas atau CCTV, serta sejumlah alat bukti lainnya.
“Selain itu, dari pengembangan penyidikan pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, serta alat bukti lainnya, kami mengamankan tiga tersangka berinisial BPA, HH, dan MF alias T di lokasi dan waktu yang berbeda,” kata Warsono di Batang, Senin, 19 Oktober 2026.
Penetapan tersangka tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam kasus penyerangan rombongan Persib U-18 yang terjadi pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Insiden itu tidak hanya mengakibatkan seorang anggota rombongan mengalami luka-luka, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada bus dan hilangnya barang milik pemain serta ofisial.
Kronologi Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area Tol Batang
Peristiwa bermula ketika bus yang membawa pemain, ofisial, dan manajemen Persib U-18 berhenti di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang. Rombongan tersebut sedang dalam perjalanan pulang dari Surakarta menuju Bandung.
Pada saat bersamaan, sejumlah bus yang membawa suporter Persija Jakarta juga berada di lokasi tersebut. Situasi kemudian memanas setelah salah seorang ofisial Persib U-18 diketahui mengenakan pakaian bertuliskan Persib Bandung.
Perselisihan yang terjadi di area istirahat itu berujung pada aksi kekerasan. Seorang anggota rombongan Persib U-18 berinisial PP diduga menjadi korban pemukulan. Selain itu, benda-benda juga dilemparkan ke arah bus hingga menyebabkan kerusakan pada kendaraan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Dari hasil pengembangan perkara, penyidik menetapkan tiga orang tersangka dengan dugaan peran yang berbeda-beda.
Peran BPA dan HH dalam Penyerangan serta Perusakan Bus
Warsono menjelaskan, tersangka BPA diduga terlibat dalam pemukulan terhadap PP serta pelemparan batu ke arah bus Persib U-18.
BPA ditangkap ketika berada dalam perjalanan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Penangkapan terhadap tersangka tersebut sebelumnya telah diumumkan pada 12 Oktober 2026.
Dalam penangkapan itu, polisi juga menemukan barang yang diduga berkaitan dengan narkoba. Berdasarkan keterangan Warsono, hasil tes urine BPA menunjukkan hasil positif mengonsumsi sabu-sabu dan ganja.
“Saat ditangkap, kami juga menemukan barang yang berkaitan dengan narkoba di mana hasil tes urine yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu-sabu dan ganja,” ujar Warsono.
Sementara itu, tersangka HH diduga melakukan perusakan terhadap bus Persib U-18. Ia disebut melempar batu ke arah kaca bus serta menggunakan kerucut lalu lintas dan tongkat kerucut untuk merusak bagian bodi kendaraan.
Polisi menangkap HH di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada 15 Oktober 2026.
Akibat insiden tersebut, kaca belakang dan bodi bus mengalami kerusakan. Kerugian material akibat kerusakan kendaraan itu ditaksir mencapai Rp10 juta.
Tersangka Ketiga Diduga Mencuri Dua Koper Pemain dan Ofisial
Selain dugaan kekerasan dan perusakan kendaraan, penyidik juga mengungkap dugaan pencurian barang milik rombongan Persib U-18 dalam insiden tersebut.
Tersangka berinisial MF alias T diduga mengambil dua koper milik pemain dan ofisial dari bagasi bus ketika penyerangan berlangsung.
MF ditangkap polisi di wilayah Jakarta Barat pada 15 Oktober 2026. Dugaan pencurian tersebut terungkap ketika penyidik mengembangkan penyelidikan terhadap kasus penyerangan dan perusakan bus.
Dengan demikian, perkara ini tidak hanya berkaitan dengan aksi kekerasan terhadap anggota rombongan Persib U-18, tetapi juga dugaan perusakan fasilitas dan pengambilan barang milik korban.
Polisi mengungkapkan bahwa penetapan ketiga tersangka dilakukan berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, termasuk pemeriksaan saksi, rekaman CCTV, dan alat bukti lainnya.
Korban Mengalami Luka, Kerusakan Bus Capai Rp10 Juta
Dalam penyerangan di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang tersebut, PP mengalami sejumlah luka akibat dugaan pemukulan.
Korban dilaporkan mengalami luka robek pada bagian dalam hidung, memar, serta pembengkakan di wajah dan kepala. Akibat kondisi tersebut, PP harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Batang.
Selain menimbulkan korban luka, insiden itu menyebabkan kerusakan pada kaca belakang dan bodi bus yang ditaksir mencapai Rp10 juta.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena melibatkan rombongan pemain muda yang sedang menjalani perjalanan pulang setelah beraktivitas di luar kota. Insiden ini juga kembali menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah rivalitas suporter sepak bola.
Persib Apresiasi Pengungkapan Kasus, Minta Suporter Jaga Kedamaian
Direktur Pengembangan Pemain Muda PT Persib Bandung Bermartabat, Zaenal Arif, mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U-18.
Ia berharap proses hukum terhadap para tersangka dapat berjalan hingga tuntas. Zaenal juga mengingatkan seluruh suporter sepak bola di Indonesia agar menjaga kedamaian dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan orang lain.
“Kami berharap kasus ini cukup sampai di sini. Kami berpesan kepada suporter di Indonesia jaga kedamaian dan kasus ini bisa menjadi efek jera,” kata Zaenal.
Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perbedaan dukungan terhadap klub sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan. Rivalitas antarsuporter semestinya tetap berada dalam batas sportivitas, tanpa mengancam keselamatan pemain, ofisial, maupun masyarakat.
Polisi telah mengamankan tiga tersangka dengan dugaan peran berbeda dalam insiden tersebut. Proses hukum selanjutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan atas rangkaian kejadian sekaligus mencegah terulangnya aksi serupa dalam perjalanan rombongan tim sepak bola di kemudian hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










