bukamata.id – Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Memasuki kuartal keempat tahun 2026, pemerintah kembali menyalurkan dana bantuan sosial (bansos) untuk program Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Pencairan periode Tahap 4 ini dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Oktober hingga Desember 2026.
Masyarakat kini dapat memantau status kepesertaan hingga perkembangan alokasi dana secara mandiri dan cepat hanya dengan menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Dua Cara Cepat Cek Status Penerima Bansos Lewat NIK KTP
Kementerian Sosial (Kemensos) menyediakan fasilitas pengecekan digital yang transparan dan mudah diakses dari perangkat genggam maupun komputer.
1. Melalui Portal Resmi Kemensos
- Akses tautan publik:
[https://cekbansos.kemensos.go.id/](https://cekbansos.kemensos.go.id/) - Ketikkan 16 digit NIK KTP Anda secara cermat.
- Salin kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data”.
Jika data Anda terdaftar dalam basis data penerima manfaat, sistem akan menampilkan rincian nama, tingkat kelompok desil, jenis bantuan yang didapat, hingga periode pencairannya.
2. Lewat Aplikasi “Cek Bansos”
- Unduh aplikasi Cek Bansos resmi di toko aplikasi smartphone (Play Store/App Store).
- Buat akun baru jika belum memiliki akses, lalu lengkapi identitas seperti NIK, Nomor KK, serta unggah foto KTP.
- Lakukan login menggunakan akun yang sudah diverifikasi.
- Pilih menu “Cek Bansos”, lalu masukkan informasi domisili serta nama lengkap sesuai dokumen kependudukan.
- Tekan “Cari Data” untuk melihat status bantuan Anda.
5 Tanda Utama Dana Bansos Sudah Masuk Rekening
Sebelum bergegas ke ATM atau agen penyalur, KPM dianjurkan mengenali sejumlah indikator utama yang menandakan dana bantuan sosial telah ditransfer:
- Saldo Rekening KKS Bertambah: Terjadi kenaikan saldo pada akun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dapat dicek melalui mesin ATM atau mesin EDC bank penyalur (Himbara).
- Masuknya Notifikasi Perbankan: Diterimanya pesan singkat (SMS notification) atau pemberitahuan pada aplikasi mobile banking dari bank pengampu pencairan.
- Perubahan Status di Sistem Kemensos: Keterangan pada laman Cek Bansos berubah menjadi ‘Disalurkan’ atau ‘Proses Bank’.
- Konfirmasi Pendamping Sosial: Adanya pengumuman resmi dari petugas pendamping PKH, aparat RT/RW, maupun perangkat desa/kelurahan setempat mengenai mulainya jadwal distribusi.
- Data Terverifikasi di E-Warong: Bagi penerima BPNT, nama KPM telah tercatat aktif pada daftar transaksi bahan pangan di e-warong mitra.
Rincian Nominal Bantuan PKH & BPNT Tahap 4 Tahun 2026
Besaran dana yang diterima tiap KPM disesuaikan dengan kriteria program yang didapat:
| Jenis Bansos | Kategori Penerima | Besaran per Tahap (3 Bulan) | Alokasi per Tahun |
| PKH | Ibu Hamil / Nifas | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak Usia Dini (0–6 Tahun) | Rp750.000 | Rp3.000.000 | |
| Siswa Sekolah Dasar (SD) | Rp225.000 | Rp900.000 | |
| Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) | Rp375.000 | Rp1.500.000 | |
| Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) | Rp500.000 | Rp2.000.000 | |
| Lanjut Usia (60 Tahun ke Atas) | Rp600.000 | Rp2.400.000 | |
| Penyandang Disabilitas Berat | Rp600.000 | Rp2.400.000 | |
| Korban Pelanggaran HAM Berat | Rp2.700.000 | Rp10.800.000 | |
| BPNT | Alokasi Pangan Sembako | Rp600.000 (Rp200.000/bulan) | Rp2.400.000 |
Apa yang Harus Dilakukan Jika Nama Tidak Terdaftar?
Bagi warga yang merasa layak mendapat bantuan namun datanya tidak ditemukan di sistem, dapat mengupayakan langkah-langkah berikut:
- Pastikan penulisan NIK dan identitas diri saat pencarian sudah benar.
- Periksa kesesuaian data diri pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
- Koordinasikan kondisi ekonomi keluarga kepada pihak Kelurahan/Desa atau Dinas Sosial untuk diusulkan ke dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui mekanisme Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes/Muskel).
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










