bukamata.id – Tim SAR Gabungan menemukan Ifan Sanusi (31), pemancing yang dilaporkan hilang di perairan Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pagi. Korban ditemukan setelah tiga hari pencarian yang melibatkan puluhan personel gabungan.
Jasad warga Kampung Cikokosan, Kecamatan Cipatat, tersebut ditemukan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam. Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang berlangsung di kawasan Kampung Citatah, Desa Nangeleng, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan pencarian kembali dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB dengan briefing untuk memantapkan strategi penyisiran.
Setengah jam kemudian, tim bergerak menggunakan perahu karet atau landing craft rubber (LCR) untuk menyisir area dengan radius sekitar 500 meter dari titik kejadian.
“Sejak pukul 07.00 WIB kami sudah melakukan briefing pemantapan. Setengah jam kemudian, tim bergerak menyisir radius 500 meter menggunakan perahu karet (LCR). Syukurlah, tidak butuh waktu lama, tepat pukul 08.00 WIB jasad korban berhasil kami temukan,” tutur Ade.
Korban ditemukan pada koordinat 6°45’23.18″S 107°19’44.73″E, atau sekitar 100 meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Jenazah Pemancing Waduk Cirata Dievakuasi ke Rumah Duka
Setelah ditemukan, jenazah Ifan segera dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Petugas kemudian membawa korban menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Penemuan tersebut menjadi akhir dari penantian keluarga yang berharap Ifan dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Namun, harapan itu harus pupus setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Operasi pencarian resmi ditutup pada pukul 08.30 WIB, setelah seluruh proses penemuan dan evakuasi korban selesai dilaksanakan.
Ade Dian Permana menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian selama tiga hari tersebut.
Sebanyak 39 personel dari berbagai unsur dikerahkan untuk mencari korban. Mereka terdiri atas Basarnas, Polsek Cipeundeuy, unsur Kecamatan Cipeundeuy dan Kecamatan Cipatat, Satlinmas Desa Nangeleng, serta 15 warga setempat.
Menurut Ade, kerja sama seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Terima kasih atas sinergi luar biasa dari seluruh unsur yang terlibat. Karena korban sudah ditemukan, seluruh personel kami kembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tambah Ade.
SAR Bandung Ingatkan Pemancing Utamakan Keselamatan
Menyusul insiden pemancing tenggelam di Waduk Cirata, Ade mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan. Ia meminta pemancing tidak mengabaikan potensi bahaya, terutama ketika berada di waduk atau lokasi perairan terbuka.
Penggunaan perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung atau life jacket, menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di air.
“Jangan pernah lengah. Utamakan keselamatan dan selalu gunakan alat pelindung seperti jaket pelampung (life jacket). Jangan sampai hobi memancing kembali memakan korban jiwa,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika memancing maupun melakukan aktivitas lain di sekitar perairan Waduk Cirata.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











