bukamata.id – Suasana kekeluargaan dalam acara halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak mendadak berubah menjadi mencekam. Alih-alih menjadi ajang saling memaafkan, agenda yang digelar di Pendopo Bupati pada Senin (30/3/2026) ini justru menjadi saksi pecahnya kongsi antara dua pimpinan tertinggi di daerah tersebut.
Ketegangan bermula saat Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, memberikan sambutan di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Awalnya, arahan berjalan normal mengenai kedisiplinan ASN, namun tensi mulai naik ketika Hasbi menyinggung batasan wewenang jabatan Wakil Bupati.
Kritik Pedas Terkait Wewenang Jabatan
Hasbi secara terang-terangan menyoroti aktivitas Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang dianggapnya terlalu sering melakukan koordinasi langsung dengan kepala dinas di luar prosedur. Ia merujuk pada regulasi yang mengatur batasan tugas seorang wakil kepala daerah.
“Wakil bupati dalam Undang-Undang ASN Pasal 66 tuh tugasnya wakil bupati, tidak boleh wakil bupati bermain-main dengan kepala dinas ke rumahnya. Masa Pasal 66 dituliskan bila didelegasikan atau bupati berhalangan, hanya begitu tugas wakil bupati tuh,” tegas Hasbi di atas podium.
Singgung Status Mantan Narapidana
Suasana semakin memanas ketika Hasbi mengungkit rekam jejak masa lalu Amir Hamzah. Diketahui, Amir pernah tersandung kasus hukum terkait suap sengketa Pilkada Lebak 2013 yang melibatkan mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Kalimat sindiran yang dilontarkan Hasbi pun terdengar cukup tajam di telinga para tamu undangan.
“Uyuhan (masih mending) mantan napi jadi wakil bupati geh bersyukur,” cetus Hasbi sembari menatap Amir.
Reaksi Keras Amir Hamzah
Mendengar ucapan tersebut, Amir Hamzah tak tinggal diam. Ia sontak bangkit dari tempat duduknya dan mencoba menghampiri Hasbi di podium dengan raut wajah emosional. Beruntung, sejumlah ASN yang berada di lokasi dengan sigap menahan pergerakan Amir guna mencegah terjadinya kontak fisik lebih jauh.
Kecewa dengan perlakuan tersebut, Amir Hamzah memilih untuk meninggalkan lokasi acara lebih awal. Insiden ini pun kini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik, mengingat keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati terjadi secara terbuka dalam acara formal pemerintahan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










