bukamata.id – Operasional kendaraan angkutan barang sumbu tiga akan dibatasi selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pembatasan tersebut mulai berlaku 13 hingga 29 Maret 2026 guna menjaga kelancaran lalu lintas di jalur mudik yang melintasi Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang digelar bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
Menurutnya, kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih diminta tidak beroperasi selama masa pembatasan agar tidak mengganggu arus kendaraan pemudik yang diprediksi meningkat.
“Sumbu tiga sudah ada pembatasan. Kami berharap para pelaku usaha memedomani aturan ini agar tertib, sehingga kendaraan sumbu tiga pada waktunya tidak operasional,” ujar Aldi.
Ia menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan di jalur utama mudik, terutama di kawasan Nagreg yang menjadi titik krusial perjalanan menuju Garut dan Tasikmalaya.
Dalam pengamanan arus mudik tahun ini, Polresta Bandung menurunkan sekitar 1.733 personel gabungan yang akan disebar di 21 pos pengamanan, pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis Kabupaten Bandung.
“Personel nanti tersebar di pos-pos pengamanan yang sudah kami siapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mudik maupun yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Hilman Kadar menambahkan, pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga juga telah ditetapkan melalui kebijakan nasional yang berlaku selama periode mudik.
“Mulai tanggal 13 sampai 29 Maret sudah diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga,” kata Hilman.
Meski demikian, ia menegaskan ada beberapa jenis angkutan yang tetap diperbolehkan beroperasi karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
“Untuk kendaraan yang membawa BBM, susu, pupuk, dan sembako masih dimungkinkan melintas di ruas jalan tertentu sesuai ketentuan,” ujarnya.
Dishub Kabupaten Bandung sendiri menyiapkan 259 personel yang akan bertugas di 12 pos pengamanan, termasuk Posko Induk Nagreg dan Pos Terpadu bersama kepolisian. Petugas juga menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti traffic cone, water barrier, rambu portable, hingga lampu pengatur lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









