bukamata.id – Lonjakan kendaraan pemudik di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, terus terjadi pada H-2 Lebaran 2026. Hingga pukul 18.00 WIB, tercatat sebanyak 118 ribu kendaraan melintas menuju wilayah selatan Jawa Barat.
Menghadapi kondisi tersebut, Polresta Bandung melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan arus lalu lintas, salah satunya dengan menerapkan rekayasa one way sepenggal di titik-titik rawan kepadatan.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, peningkatan volume kendaraan sudah terlihat sejak H-3. Polisi pun harus beberapa kali memberlakukan sistem satu arah untuk mengurai antrean.
“Pada H-3 kami lakukan one way sepenggal lima kali, kemudian hari ini H-2 sudah empat kali,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, kepadatan dipicu kondisi lalu lintas di Pasar Limbangan, Garut, yang berdampak hingga ke kawasan Cikaledong, Nagreg. Karena itu, koordinasi dengan Polres Garut terus dilakukan agar penanganan berjalan optimal.
“Ketika antrean sudah sampai Pamuncatan, kami langsung kolaborasi untuk melaksanakan one way sepenggal. Ini cukup efektif,” katanya.
Selain rekayasa lalu lintas, Polresta Bandung juga menyiagakan 1.733 personel gabungan yang tersebar di 21 pos pengamanan dan bersiaga selama 24 jam.
Aldi menambahkan, Pos Terpadu “Lembur Kaheman” di KM 36 Nagreg dioptimalkan sebagai pusat pengendalian arus sekaligus pelayanan bagi pemudik.
Polresta Bandung memastikan akan terus menyesuaikan strategi di lapangan guna menjaga kelancaran arus mudik di tengah tingginya volume kendaraan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










