bukamata.id – Masa depan Pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, kini berada di ujung tanduk setelah FIFA menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.
Keputusan tersebut mengancam peluang Malaysia lolos ke Piala Asia 2027 dan bisa berdampak besar terhadap posisi sang pelatih.
Cklamovski, yang ditunjuk oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pada Januari 2025, awalnya diberi target membawa tim menembus putaran final Piala Asia.
Namun, laporan media lokal Scoop menyebut posisi pelatih asal Australia itu kini semakin goyah menyusul hukuman FIFA terhadap para pemain naturalisasi.
“Sanksi FIFA berdampak besar terhadap reputasi profesional dan pribadi Cklamovski,” tulis Scoop mengutip sumber internal FAM.
“Tim ini dibangun untuk bersaing di Piala Asia, tetapi kehilangan pemain kunci akan mengubah segalanya,” lanjutnya.
Sumber tersebut menambahkan, Cklamovski dikenal sebagai pelatih dengan etos kerja tinggi. Namun jika banding FAM ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) kembali ditolak, efek domino bisa terjadi terhadap pelatih, pemain, bahkan struktur organisasi FAM.
Fokus Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026
Meski berada dalam tekanan, Peter Cklamovski tetap fokus mempersiapkan Malaysia menghadapi Nepal di Stadion Bukit Jalil pada 18 November 2025 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pertandingan yang awalnya dijadwalkan di Nepal itu akhirnya dipindahkan ke Malaysia karena situasi politik yang tidak stabil di negara tuan rumah.
“Bagi saya, yang terpenting adalah bekerja dengan baik setiap hari. Saya hanya ingin membuat rakyat Malaysia bangga dengan permainan tim yang indah, mencetak gol, dan menjaga clean sheet,” ujar Cklamovski dalam konferensi pers.
Pelatih berusia 47 tahun itu juga menegaskan dirinya tidak terpengaruh isu eksternal, dan justru terinspirasi oleh semangat para pemain yang tetap disiplin meski diterpa badai sanksi.
Profil dan Karier Cklamovski
Peter Cklamovski lahir pada 1978 dan pernah menjadi asisten pelatih Timnas Australia periode 2014–2017 di bawah asuhan Ange Postecoglou. Ia ikut membawa Australia juara Piala Asia 2015 dan tampil di Piala Dunia 2014.
Sejak menangani Malaysia, Cklamovski dikenal menerapkan gaya bermain modern berbasis data dan disiplin tinggi.
Tujuh pemain naturalisasi yang menjadi pilar utama skuad Harimau Malaya antara lain:
- Hector Hevel (Belanda)
- Jon Irazabal dan Gabriel Palmero (Spanyol)
- Joao Figueireido (Brasil)
- Facundo Garces, Imanol Machuca, dan Rodrigo Holgado (Argentina)
Para pemain ini membawa Malaysia menang besar 2-0 atas Nepal dan 4-0 atas Vietnam pada dua laga awal kualifikasi.
Hukuman Berat dari FIFA
Namun, pada 26 September 2025, FIFA menjatuhkan sanksi berat setelah menemukan dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi.
Penyelidikan menemukan bahwa akta kelahiran kakek-nenek pemain tidak berasal dari Malaysia, sehingga mereka tidak memenuhi syarat tampil untuk tim nasional.
Akibat pelanggaran ini, FAM didenda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 11,5 miliar). Tujuh pemain naturalisasi juga diskors selama satu tahun dan dikenai denda masing-masing 5.000 franc Swiss.
Jika banding FAM di CAS kembali ditolak, Malaysia berisiko kalah 0-3 secara administratif atas Nepal dan Vietnam, bahkan bisa dilarang tampil di ajang internasional untuk periode tertentu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News







