Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar

Kamis, 19 Februari 2026 13:20 WIB

Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Fakta Sebenarnya

Kamis, 19 Februari 2026 13:00 WIB
Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Kamis, 19 Februari 2026 12:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit No Sensor? Ini Fakta Sebenarnya
  • Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI
  • Simak Jadwal Pekan 22 Super League: Persib vs Persita hingga PSIM vs Bali United
  • Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota
  • Fatal! Andrew Jung Ungkap Kunci Kegagalan Persib Melaju ke Perempat Final ACL 2
  • Viral Lagi! Link Video Cukur Kumis 35 Menit, Ini Faktanya
  • Teka-teki Hubungan Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Terjawab? Caption Romantis Ini Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ngeri! Dedi Mulyadi Bongkar Alur Dana APBD, Soroti Praktik ‘Pemenang Tender’ Tanpa Proyek

By SusanaSelasa, 28 Januari 2025 20:15 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, mengungkapkan alur dana pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tantangan yang dihadapi saat proses distribusi anggaran sampai ke kontraktor.

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan tidak digunakan sepenuhnya oleh kontraktor.

“Saya kasih tahu pada warga ya, kalau dari belanja pembangunan itu dianggarkan 10 miliar, itu tidak 10 miliarnya dipakai, kan pemahaman warga mah 10 miliar full, enggak,” ujarnya, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (28/1/2025).

Dedi menjelaskan bahwa anggaran pembangunan yang sudah disetujui akan dipotong biaya umum sebesar 5%. Sehingga, dari anggaran awal 10 miliar, hanya tersisa 9,5 miliar.

Baca Juga:  Suarakan 11 Tuntutan, Aliansi Penambang Jabar Desak Dedi Mulyadi Percepat Jalan Khusus Tambang

Kemudian, setelah dipotong pajak dan penurunan harga dari proses tender, dana yang benar-benar bisa diterima kontraktor untuk pembangunan hanya sekitar 7 miliar.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga menambahkan bahwa hal tersebut sudah tergolong ideal.

“Kalau banting harganya 20%, ya kemudian dari 7 miliar itu dia ngambil keuntungan 15%, berarti yang diterapkannya cuma 55% dan itu sudah bagus,” jelasnya.

Baca Juga:  Dijodohkan dengan Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi Izin Menikah ke Anak: Enggak Boleh

Namun, ia juga mengkritisi praktik di lapangan yang terkadang terjadi, di mana nilai dana yang diterima kontraktor bisa lebih rendah lagi, bahkan hanya 30-40%.

“Karena banyak yang ketika dipasang di lapangan tinggal 40%, bahkan ada yang 30%, kalau di daerah-daerah banyak yang disubkan,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena pemborong yang hanya menang tender tanpa benar-benar menjalankan proyek pembangunan.

Baca Juga:  Disinggung soal Pasangan Jika Jadi Gubernur, Dedi Mulyadi: Emang Harus Ada Istrinya?

“Yang penting menang tender, sudah tender dijual, dia ambil 5-10%, jadi ada pemborong yang tidak pernah ngeborong, itu banyak kejadian begitu,” kata Dedi.

Meski demikian, Dedi juga mengingatkan bahwa meskipun ada banyak kendala dalam pelaksanaan pembangunan, setidaknya ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, seperti jalan yang dapat dinikmati oleh warga.

“Seburuk-buruknya dia punya pekerjaan manfaatnya ada, ada bukti jalan dinikmati oleh masyarakat, dibanding yang beli laptop, mobil dinas, dibanding yang pengadaan makanan dan minuman,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alur dana APBD Dedi Mulyadi kontraktor pembangunan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dugaan Korupsi Rumdin DPRD Indramayu Naik ke Penyidikan, Kerugian Negara Rp16,8 Miliar

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Ahmad Sahroni Is Back! Resmi Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota

Hilang Konsentrasi, Remaja 18 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Pasupati

THR Rp55 Triliun Cair Minggu Pertama Ramadhan, Ini Komponen Lengkap untuk ASN dan CPNS

Jangan Terlewat! Jadwal Imsakiyah Bandung Raya 19 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.