Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update! Kode Redeem FC Mobile 11 April 2026: Klaim Pack Pemain Elite dan Jutaan Coins Gratis!

Sabtu, 11 April 2026 06:00 WIB

Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap

Sabtu, 11 April 2026 05:00 WIB

Sarapan di Bandung? Ini 5 Bubur Ayam Legendaris Paling Dicari

Sabtu, 11 April 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update! Kode Redeem FC Mobile 11 April 2026: Klaim Pack Pemain Elite dan Jutaan Coins Gratis!
  • Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri, Fakta Asli dari Kebun Sawit hingga Dapur Terungkap
  • Sarapan di Bandung? Ini 5 Bubur Ayam Legendaris Paling Dicari
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Menjelajahi Serpihan Surga di Subang: Dari Hamparan Kebun Teh yang Menyejukkan hingga Sensasi Berendam Air Panas
  • Klaim Sekarang! Bocoran Kode Redeem FF 11 April 2026: Banjir Skin Senjata Permanen dan Bundle Spesial
  • Menanti Kabar Baik: Teka-Teki Rapel dan Realisasi Kenaikan Gaji Pensiunan PNS 2026
  • Menanti Kepastian Gaji ke-13 PNS 2026: Sinyal dari Menkeu Purbaya dan Realita Anggaran Negara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ngeri! Dedi Mulyadi Bongkar Alur Dana APBD, Soroti Praktik ‘Pemenang Tender’ Tanpa Proyek

By SusanaSelasa, 28 Januari 2025 20:15 WIB2 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Foto: YouTube.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih periode 2025-2030, Dedi Mulyadi, mengungkapkan alur dana pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tantangan yang dihadapi saat proses distribusi anggaran sampai ke kontraktor.

Dalam penjelasannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk proyek pembangunan tidak digunakan sepenuhnya oleh kontraktor.

“Saya kasih tahu pada warga ya, kalau dari belanja pembangunan itu dianggarkan 10 miliar, itu tidak 10 miliarnya dipakai, kan pemahaman warga mah 10 miliar full, enggak,” ujarnya, dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Selasa (28/1/2025).

Dedi menjelaskan bahwa anggaran pembangunan yang sudah disetujui akan dipotong biaya umum sebesar 5%. Sehingga, dari anggaran awal 10 miliar, hanya tersisa 9,5 miliar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Tata Ruang Jawa Barat, Kebijakan Kabupaten dan Provinsi Diseragamkan

Kemudian, setelah dipotong pajak dan penurunan harga dari proses tender, dana yang benar-benar bisa diterima kontraktor untuk pembangunan hanya sekitar 7 miliar.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu juga menambahkan bahwa hal tersebut sudah tergolong ideal.

“Kalau banting harganya 20%, ya kemudian dari 7 miliar itu dia ngambil keuntungan 15%, berarti yang diterapkannya cuma 55% dan itu sudah bagus,” jelasnya.

Baca Juga:  Masalah Lingkungan dan Infrastruktur, Dedi Mulyadi Setop Tambang Parung Panjang

Namun, ia juga mengkritisi praktik di lapangan yang terkadang terjadi, di mana nilai dana yang diterima kontraktor bisa lebih rendah lagi, bahkan hanya 30-40%.

“Karena banyak yang ketika dipasang di lapangan tinggal 40%, bahkan ada yang 30%, kalau di daerah-daerah banyak yang disubkan,” ungkap Dedi.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena pemborong yang hanya menang tender tanpa benar-benar menjalankan proyek pembangunan.

Baca Juga:  Demo Pekerja Pariwisata Jabar Ditunda, Tuntutan Revisi Larangan Study Tour Berlanjut

“Yang penting menang tender, sudah tender dijual, dia ambil 5-10%, jadi ada pemborong yang tidak pernah ngeborong, itu banyak kejadian begitu,” kata Dedi.

Meski demikian, Dedi juga mengingatkan bahwa meskipun ada banyak kendala dalam pelaksanaan pembangunan, setidaknya ada manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, seperti jalan yang dapat dinikmati oleh warga.

“Seburuk-buruknya dia punya pekerjaan manfaatnya ada, ada bukti jalan dinikmati oleh masyarakat, dibanding yang beli laptop, mobil dinas, dibanding yang pengadaan makanan dan minuman,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alur dana APBD Dedi Mulyadi kontraktor pembangunan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perawat RSHS Bandung Kena SP1 Usai Kelalaian Fatal Penyerahan Bayi di NICU

Kasus Belatung di Menu MBG Cianjur: Dalih ‘Kasus Tunggal’ di Tengah Temuan IPAL yang Bermasalah

Diduga Cemburu Buta, Pria di Bandung Berniat Serang Teman Istri tapi Berakhir Jatuh ke Sungai Citarum

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni

Nekat Peras Ahmad Sahroni Rp300 Juta, Komplotan KPK ‘Jadi-jadian’ Berakhir di Penjara

Sekda Jabar Soroti Insiden Bayi di RSHS: Harus Jadi Pelajaran, SOP Layanan Wajib Diperketat

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

Bayi Nyaris Tertukar, Dedi Mulyadi Desak Sanksi Tegas untuk Perawat RSHS

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
  • Terkuak! Pemeran Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Bukan dari Indonesia, Hati-hati Jebakan Batman!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.