Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota

Kamis, 19 Februari 2026 12:35 WIB

Fatal! Andrew Jung Ungkap Kunci Kegagalan Persib Melaju ke Perempat Final ACL 2

Kamis, 19 Februari 2026 11:27 WIB

Viral Lagi! Link Video Cukur Kumis 35 Menit, Ini Faktanya

Kamis, 19 Februari 2026 11:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siap-Siap Pulang Kampung! Daftar Lengkap Mudik Gratis 2026 Beserta Jadwal dan Kuota
  • Fatal! Andrew Jung Ungkap Kunci Kegagalan Persib Melaju ke Perempat Final ACL 2
  • Viral Lagi! Link Video Cukur Kumis 35 Menit, Ini Faktanya
  • Teka-teki Hubungan Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Terjawab? Caption Romantis Ini Jadi Sorotan
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Februari 2026 Naik Lagi, Cek Rincian UBS dan Galeri24
  • Bukan Akhir Segalanya! Marc Klok Janji Persib Bakal Kembali Lebih Kuat
  • Hilang Konsentrasi, Remaja 18 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Pasupati
  • Dramatis! Persib Menang 1-0 tapi Gagal Lolos, Ratchaburi FC Hentikan Mimpi di ACL 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Februari 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ngeri! Praktik Kanibalisme di Inggris, Tulang-tulang Berserakan

By Aga GustianaJumat, 27 Desember 2024 10:08 WIB3 Mins Read
Penelitian terbaru mengungkapkan praktik kanibalisme yang mengerikan pada leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Tulang yang menunjukkan kerusakan yang diduga karena dimakan oleh manusia. (Foto: Cambridge University)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Arkeolog menemukan hal mengejutkan yang dilakukan oleh leluhur orang Inggris di Zaman Perunggu Awal. Ditemukan bukti adanya praktik kanibalisme yang mengerikan.

Bukti ini dari hasil studi yang dilakukan terhadap tulang-tulang yang ditemukan di situs Charterhouse Warren, di sebelah barat daya Inggris.

Tulang-tulang yang berserakan itu menunjukan bukti adanya kekerasan brutal, termasuk bekas akibat serangan benda tumpul, pemotongan tubuh, dan konsumsi daging manusia, sebelum jasad-jasad itu dilemparkan ke dalam lubang sedalam 15 meter.

“Setidaknya 37 pria, wanita, dan anak-anak terbunuh dan terpotong-potong, dan mungkin sebagian tubuhnya terbakar, sebelum jasad mereka dibuang ke dalam terowongan sedalam 15 meter di dataran tinggi batu kapur Mendip Hills bersama dengan kumpulan fauna yang didominasi oleh ternak,” tulis tim peneliti dalam makalahnya.

Baca Juga:  Kucing, Rubah dan Luwak Jadi Santapan Manusia 10.000 Tahun Lalu

Para peneliti memperkirakan tulang-tulang tersebut berasal dari satu peristiwa kekerasan yang terjadi antara 2210 hingga 2010 SM.

Terdapat tanda-tanda serius yang ada di tulang-tulang tersebut, seperti retakan dan lubang pada tengkorak, serta luka potong yang terjadi saat kematian, hal ini mengindikasikan praktik kanibalisme.

Selain itu, tidak ada seperti penguburan yang menghormati jenazah hingga kemungkinan tubuh-tubuh korban diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi.

Bahkan, analisis kimia menujukan jika para korban merupakan penduduk lokal, bukan orang luar.

Kemudian tidak ada bukti yang menyebut jika adanya pertempuran, hal ini menunjuka bahwa para korban kemungkinan besar disergap dalam pembantaian brutal.

Baca Juga:  Hasil Piala Dunia U-17, Inggris Bantai Kaledonia Baru dengan Skor Akhir 10-0

Adapun bukti praktik kanibalisme adalah keberadaan tulang-tulang sapi di lokasi yang sama. Peneliti berpendapat, memakan daging manusia bisa jadi bertujuan untuk mendeklasifikasi korban menghilangkan kemanusaiaan mereka, dan memperlakukan layaknya hewan.

“Faktor-faktor yang menyebabkan kekerasan tersebut masih belum jelas, tetapi peristiwa tersebut mungkin merupakan bagian dari siklus balas dendam yang terus meningkat yang timbul dari tekanan sosial dan politik dalam atau di antara komunitas-komunitas awal Zaman Perunggu, dan karenanya mungkin memiliki anteseden dan konsekuensi,” tulis tim dalam makalah yang diterbitkan di Antiquity.

Selain itu, ada indikasi wabah penyakit yang melanda Inggris pada periode tersebut, yang mungkin memperburuk ketegangan sosial dan memicu konflik antar kelompok. Namun, kaitan langsung antara wabah tersebut dengan kekerasan di Charterhouse Warren masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga:  Ketegangan Memuncak: Iran Ancam Serang Pangkalan Militer AS, Inggris, dan Prancis di Timur Tengah

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang sisi gelap masyarakat prasejarah Inggris.

“Charterhouse Warren adalah salah satu situs arkeologi langka yang menantang cara kita berpikir tentang masa lalu,” kata Schulting.

“Ini mengingatkan kita bahwa kekejaman manusia di masa prasejarah dapat menyamai kebrutalan dalam sejarah modern,” tambahnya.

Penelitian ini menyoroti bahwa tindakan kekerasan dan kanibalisme kemungkinan besar bukanlah peristiwa tunggal, melainkan bagian dari pola perilaku yang lebih luas di masyarakat saat itu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

arkeolog Inggris kanibalisme prasejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Lagi! Link Video Cukur Kumis 35 Menit, Ini Faktanya

Davina Karamoy

Teka-teki Hubungan Ardhito Pramono dan Davina Karamoy Terjawab? Caption Romantis Ini Jadi Sorotan

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 Februari 2026 Naik Lagi, Cek Rincian UBS dan Galeri24

7 Ide Menu Buka Puasa Rumahan yang Bikin Nagih, Sehat dan Gak Pake Ribet!

Tak Cuma Sunnah, Ini 4 Alasan Kurma Penting untuk Berbuka Puasa

Fakta Baru Skandal Video KKN Lombok: Penelusuran Link Masih Melejit

Terpopuler
  • Apa Isi Video Teh Pucuk 17 Menit? Link No Sensor Bikin Penasaran
  • Beredar! Link Video Teh Pucuk 17 Menit, Full Durasi No Sensor
  • Link Video Teh Pucuk 17 Menit vs 1 Menit 50 Detik: Benarkah Ada Dua Versi atau Sekadar Jebakan?
  • Viral No Sensor Video Teh Pucuk Durasi Panjang 17 Menit, Cek Faktanya!
  • Link Video Viral Teh Pucuk 17 Menit Bisa Jadi Malware, Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.