bukamata.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya rekaman video amatir yang mempertontonkan perilaku bejat seorang tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Pagaden, Kabupaten Subang. Pria yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia itu nekat merekam bagian sensitif tubuh mantan anak didiknya yang tengah berkunjung ke sekolah untuk mengurus administrasi kelulusan ijazah.
Aksi tak terpuji tersebut mendadak viral setelah rekan korban yang turut hadir di lokasi mencurigai gelagat gerak-gerik pelaku. Dalam rekaman yang menyebar luas, oknum guru tersebut tampak dengan sengaja mengarahkan kamera ponsel ke arah bawah rok korban di tengah obrolan berlangsung.
Pihak manajemen sekolah akhirnya angkat bicara dan membenarkan identitas pelaku yang ada di dalam video. Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 2 Pagaden, Dadang Koswara, mengaku pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui insiden tersebut hingga akhirnya gaduh di media sosial, mengingat korban kini telah berstatus sebagai pelajar tingkat SMA.
“Saat perekaman pihak sekolah tidak tahu, taunya dari [setelah] video tersebut menyebar. Karena anak sudah SMA, jadi di jadwal pembagian [ijazah] sekolah tidak tahu. Setelah melihat video beredar di masyarakat, guru di sekolah di sini mengajar Bahasa Indonesia kelas 7,” ujar Dadang, Selasa (29/9/2026).
Menyikapi insiden yang mencoreng dunia pendidikan ini, pihak sekolah langsung mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan sementara oknum guru tersebut dari seluruh kegiatan belajar mengajar sambil menunggu instruksi lanjutan dari instansi terkait.
“Kami ada atasan kami yaitu dinas pendidikan, kami nunggu instruksi dari atasan,” tambah Dadang.
Penyelidikan Intensif Polres Subang
Kasus pelecehan seksual secara digital ini kini telah resmi ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Subang. Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Wanda Ervam Liton Dachi, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan memanggil seluruh pihak terkait untuk dimintai keterangan.
“Langkah kami polisi melakukan panggilan korban dan pelaku. Kejadian benar adanya, kami laksanakan pemeriksaan pelaku, korban, dan pihak sekolah. Memungkinkan ada korban lain, korban di bawah umur lulus SMP ambil ijazah. Korban ada yang di video, tapi kemungkinan ada korban lainnya,” ungkap AKP Wanda.
Aparat kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya korban lain yang bernasib serupa akibat tindakan menyimpang pelaku.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










