Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?

Minggu, 29 Maret 2026 12:43 WIB

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Panas! Indonesia Bentrok Bulgaria di Final FIFA Series 2026, Siapa Lebih Unggul?
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pandawara Group Bersihkan Pantai Cibutun Barengan Forkopimda Kabupaten Sukabumi

By Putra JuangJumat, 6 Oktober 2023 10:49 WIB2 Mins Read
Pandawara Group menyebut Pantai Cibutun sebagai pantai terkotor keempat di Indonesia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pandawara Group sebagaimana jadwal yang sudah dicanangkan akan membersihkan kekotoran Pantai Cibutun di Desa Sangrawayang dan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Jadwal kegiatan clean up Pantai Cibutun yang dijadwalkan Pandawara Group dimulai dari Jumat hingga Sabtu (6-7/10/2023).

Jadwal itu juga beririsan dengan kegiatan serupa yang diinisiasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi.

Hanya saja, Forkopimda Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan tersebut sejak Rabu (4/10/2023).

Pandawara sendiri sudah menemui sejumlah pihak yang sebelumnya menyatakan keberatan dengan unggahan Instagram @pandawaragroup.

Persoalannya ada pada tulisan pantai terkotor nomor 4 di Indonesia, yang dinilai hanya klaim tanpa bukti sehingga komunitas penggiat lingkungan itu diminta melakukan klarifikasi.

Baca Juga:  Menteri LHK Kambinghitamkan Kendaraan Bermotor Soal Polusi Udara

Klarifikasi pun dilakukan secara langsung. Diunggah lewat Instagram Pandawara pada Kamis (5/10/2023), mereka bertemu dengan sejumlah pihak di Desa Sangrawayang.

Seperti Kepala Desa Sangrawayang Muchtar, lalu unsur Karang Taruna, KNPI, sejumlah OKP dan ormas di Kecamatan Simpenan.

Melalui sebuah video, Pandawara menyampaikan klarifikasi. Mereka mengakui bahwa titel terkotot bukan merupakan perankingan.

“Kita ingin mengklarifikasi bahwasanya pantai terkotor nomor 4 itu adalah urutan kunjungan Pandawara bukan urutan ataupun peringkat penobatan ranking,” kata Gilang Rahma, salah seorang anggota Pandawara dalam video.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Penyebab Massa Aksi Bakar Kantor Bupati Pohuwato

Menurut dia, penolakan pun sebenarnya tidak pernah terjadi seperti kabar yang beredar selama ini.

“Tidak ada satu unsur pun menolah, entah itu dari karang taruna, ormas, ataupun kepala desa setempat melainkan pada saat memang kita survei pertama pun pihak-pihak beliau-beliau ini mendukung,” ujar Gilang.

Karena itu, dia meminta semua pihak yang sempat terseret perhatiannya karena polemik ini tidak saling menyalahkan.

“Stop untuk saling menyalahkan, stop untuk saling memvonis satu sama lain, dan stop untuk memberikan asumsi dan komentar negatif,” ujar Gilang.

Baca Juga:  Relawan Indonesia Moedi Bandung Deklarasikan Dukungan untuk Erick Thohir

Sebelum itu, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memastikan polemik itu sudah berakhir. Bahkan, kepala desa memohon maaf.

“Pak Kades sempat sampaikan mohon maaf sempat emosi, saya bilang gapapa itu kan biasa,” ujar Bey, Kamis (5/10/2023).

Namun hal tersebut juga menjadi refleksi untuk pemerintah setempat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, termasuk untuk pemerintah provinsi.

“Itu kritik pada kami agar lebih peduli lagi kepada masyarakat, harus lebih memperhatikan lagi lingkungan,” kata Bey.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Featured Forkopimda Kabupaten Sukabumi Pandawara Group Pantai Cibutun
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.