bukamat.id – Bulan suci Ramadan selalu membawa kerinduan pada suara tadarus dan saf-saf panjang saat sholat Tarawih. Ibadah yang juga dikenal sebagai Qiyam Ramadan ini merupakan amalan sunnah muakkad (sangat dianjurkan) yang menjadi kunci meraih ampunan dosa di masa lalu.
Meski identik dengan suasana hangat di masjid, sholat Tarawih juga sangat fleksibel untuk dilaksanakan secara mandiri di rumah (munfarid). Berikut adalah panduan komprehensif agar ibadah malam Anda semakin mantap dan khusyuk.
Keutamaan Menghidupkan Malam Ramadan
Menunaikan Tarawih bukan sekadar rutinitas tahunan. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mendirikan ibadah malam di bulan Ramadan dengan landasan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni.
Ibadah ini biasanya ditutup dengan sholat Witir sebagai “pengunci” rangkaian sholat malam agar jumlah rakaatnya ganjil.
Waktu Pelaksanaan
- Awal: Dimulai tepat setelah sholat Isya selesai.
- Akhir: Berakhir saat fajar shadiq (waktu Subuh) tiba.
- Catatan: Anda bisa melaksanakannya langsung setelah Isya atau mengakhirkan di sepertiga malam setelah terbangun dari tidur (sekaligus tahajud).
Perbedaan Jumlah Rakaat: Sebuah Rahmat
Dalam sejarah Islam, variasi jumlah rakaat Tarawih dipandang sebagai kekayaan ijtihad para ulama. Anda bebas mengikuti salah satu dari pendapat kuat berikut:
| Jumlah Rakaat | Dasar Pemikiran / Mazhab |
| 8 Rakaat | Merujuk pada hadits Aisyah RA tentang kebiasaan Nabi SAW yang tidak melebihi 11 rakaat (termasuk Witir). |
| 20 Rakaat | Merupakan kesepakatan mayoritas ulama (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) yang merujuk pada praktik di zaman Khalifah Umar bin Khattab. |
| 36 Rakaat | Praktik ulama salaf di Madinah untuk mengimbangi pahala tawaf penduduk Makkah. |
Kumpulan Niat Sholat Tarawih
Niat adalah fondasi ibadah. Anda bisa melafalkannya di dalam hati sebelum melakukan Takbiratul Ihram.
1. Niat sebagai Makmum (Berjamaah)
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’aalaa.
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
2. Niat sebagai Imam
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati adā’an imaaman lillaahi ta’alaa.
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Sholat Sendiri (Munfarid)
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Tarawih (Step-by-Step)
Teknis pelaksanaannya serupa dengan sholat sunnah dua rakaat pada umumnya, yaitu dikerjakan per dua rakaat dengan satu salam.
- Niat & Takbiratul Ihram: Memulai dengan kesadaran ibadah hanya karena Allah.
- Membaca Iftitah & Al-Fatihah: Dilanjutkan dengan surah pendek pilihan (seperti Al-Ikhlas atau An-Nas).
- Rukuk, I’tidal, & Sujud: Lakukan dengan tumaninah (tenang/berhenti sejenak).
- Rakaat Kedua: Ulangi gerakan yang sama seperti rakaat pertama.
- Tahiyat Akhir & Salam: Menutup rangkaian dua rakaat pertama.
- Istighfar & Zikir: Di sela-sela perpindahan rakaat, dianjurkan membaca zikir atau doa kamilin.
- Ulangi: Teruskan hingga mencapai target rakaat (8 atau 20), lalu tutup dengan Witir.
Penutup: Sholat Witir
Witir adalah sholat dengan jumlah rakaat ganjil (biasanya 3 rakaat di Indonesia).
Niat Sholat Witir (3 Rakaat sekaligus)
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’alaa.
“Aku berniat sholat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
(Jika dicicil 2 rakaat lalu 1 rakaat, niatnya disesuaikan).
Doa Setelah Sholat Witir
Setelah salam terakhir, bacalah:
Subhaanal malikil qudduus (3x)
Lalu sambung dengan doa berikut:
Allaahumma\ innaa\ nas’aluka\ iimaanan\ daaimaan,\ wa\ nas’aluka\ qalban\ khaasyi’an…
(Artinya: “Ya Allah, kami memohon iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, dan kesehatan yang sempurna. Terimalah sholat dan puasa kami, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”)
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










