bukamata.id – Media sosial kembali dihebohkan dengan video viral wanita melabrak pasangan di Bukit Cinta saat kerumunan warga hendak menonton balapan, Minggu (22/2/2026).
Peristiwa tersebut langsung menyedot perhatian publik karena terjadi di tengah keramaian dan berujung aksi saling dorong hingga hampir terjadi perkelahian fisik.
Video yang beredar luas di Instagram, TikTok, hingga X memperlihatkan seorang perempuan mendatangi seorang pria yang diduga memiliki hubungan dekat dengannya. Perempuan tersebut terlihat meluapkan emosi, berdebat dengan suara lantang, dan menuduh sang pria berselingkuh.
Kronologi Video Viral Bukit Cinta
Dalam rekaman berdurasi singkat itu, perempuan yang kemudian diketahui bernama Meysa tampak mendekati seorang pria yang tengah berdiri bersama perempuan lain. Kerumunan penonton balapan sontak memperhatikan situasi yang semakin memanas.
Beberapa orang berusaha melerai, namun Meysa tetap meluapkan amarahnya. Ia bahkan sempat terlihat histeris dan terduduk di area bawah tanah sebelum kembali mengejar pasangan tersebut keluar dari kerumunan.
Situasi memuncak ketika Meysa kembali mendekati pria tersebut dan kali ini konfrontasi fisik tak terhindarkan. Dorong-dorongan terjadi hingga sejumlah warga kembali turun tangan untuk memisahkan keduanya.
Narasi yang beredar menyebutkan bahwa Meysa tidak terima melihat kekasihya bersama perempuan lain. Namun, fakta lain kemudian terungkap setelah keluarga pria tersebut datang ke lokasi.
Disebutkan bahwa Meysa bukanlah pasangan resmi pria tersebut, melainkan hanya teman dekat atau hubungan tanpa status (HTS).
Klarifikasi Meysa Usai Video Viral
Setelah video tersebut viral dan menuai ribuan komentar, Meysa akhirnya muncul memberikan klarifikasi melalui media sosial yang dikutip akun Instagram @lambe_turah, Senin (23/2/2026).
Dalam pernyataannya, Meysa mengaku menyesal dan meminta maaf secara terbuka.
Ia menegaskan bahwa dirinya dan pria bernama Aditya tersebut tidak pernah memiliki hubungan resmi. Mereka hanya pernah dekat tanpa status.
Meysa juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Aditya serta publik atas kegaduhan yang terjadi.
Pengakuan tersebut sekaligus membantah narasi yang menyebutkan adanya hubungan pacaran resmi di antara keduanya.
“Saya Maysa akan klarifikasi terkait masalah yang terjadi di Bukit Cinta pada tanggal 22 Februai 2026, saya Maysa meminta maaf banget untuk semua hal buruk yang pernah terjadi, kami hanya pernah dekat tapi tidak punya hubungan apa-apa, dan saya meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Aditya,” ungkap Maysa.
Reaksi Warganet: Dari Sindiran hingga Kritik Pedas
Kasus viral Bukit Cinta 22 Februari 2026 ini langsung memicu perdebatan di kolom komentar. Banyak warganet mempertanyakan reaksi Meysa yang dianggap berlebihan.
Seorang pengguna menulis bahwa jika memang tidak ada hubungan resmi, seharusnya tidak perlu marah di ruang publik.
“Gak ada hubungan kok ngamok,” tulis akun @vhi***
Komentar lain menyindir bahwa jika sudah menjadi suami istri mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi dalam hubungan tanpa status justru dianggap mempermalukan diri sendiri.
“Klo udah jadi suami istri mah wajar,lah ini cuman hts an..dihh malu2inn aja mbak,” tulis akun @ika***
Ada pula warganet yang menyoroti harga diri perempuan. Mereka menilai tidak seharusnya terjadi keributan demi pria yang belum tentu memiliki komitmen jelas.
“laki kaya gt aja direbutin malu maluin kami kaum perempuan, kalau udh ga mau yaudah ga si lepasin ngapain buat rebutan,” tulis akun @wkr***
Sebagian lainnya menyayangkan aksi tersebut karena dilakukan di tempat umum dan disaksikan banyak orang, sehingga menimbulkan rasa malu yang meluas.
“Kenapa sih harus rela malu gini demi cowo yang …. belum suami loh,” tulis akun @ovi***
Namun di sisi lain, ada juga yang mencoba melihat dari sudut pandang emosional. Mereka menilai reaksi Meysa mungkin dipicu rasa kecewa mendalam setelah merasa memiliki kedekatan khusus.
Fenomena Hubungan Tanpa Status dan Ledakan Emosi di Ruang Publik
Kasus ini kembali menyoroti fenomena hubungan tanpa status (HTS) yang kerap memicu konflik emosional. Tanpa kejelasan komitmen, ekspektasi yang tidak seimbang sering kali berujung pada kekecewaan.
Di era media sosial, konflik pribadi dengan cepat berubah menjadi konsumsi publik. Sekali video tersebar, dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan.
Peristiwa viral di Bukit Cinta ini menjadi pengingat bahwa emosi sesaat dapat berujung panjang ketika terekam kamera dan menyebar luas di internet.
Dampak Sosial dan Pelajaran yang Bisa Dipetik
Insiden ini tidak hanya menjadi bahan perbincangan, tetapi juga refleksi mengenai kontrol emosi, komunikasi dalam hubungan, serta konsekuensi dari tindakan di ruang publik.
Ketika konflik pribadi terjadi di tengah keramaian, risikonya bukan hanya pada reputasi pribadi, tetapi juga keluarga yang terseret dalam pusaran viralitas.
Kini, setelah klarifikasi disampaikan, publik masih terus memperbincangkan peristiwa tersebut. Video viral wanita melabrak pasangan di Bukit Cinta menjadi salah satu topik hangat yang menunjukkan betapa cepatnya isu personal berubah menjadi konsumsi nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











