Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Colenak

Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Kamis, 15 Oktober 2026 19:01 WIB

Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah

Kamis, 15 Oktober 2026 18:39 WIB

Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti

Kamis, 15 Oktober 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh
  • Mayoritas Muslim Tapi Dilarang Berhijab? Kisah Pilu Siswi di Azerbaijan Terusir dari Sekolah
  • Persib Didenda Rp50 Juta, Luka Menalo Rusak LED Board dan Kaca Ruang Ganti
  • Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!
  • Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru, Maruli Simanjuntak Jadi Wakil Panglima TNI
  • Belum Menang dalam 4 Laga, Garudayaksa FC Punya Misi Penting Lawan Arema FC
  • Jalan Perbatasan Ciwidey–Gununghalu Kini Mulus, KDS: Dorong Ekonomi Warga
  • Serangan di Arab Saudi Tewaskan 12 Orang, Kemlu Pantau Keselamatan WNI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa Hampir Selesai, Buat Lacak Partikel Hantu

By Aga GustianaKamis, 19 Desember 2024 16:25 WIB2 Mins Read
Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa di China. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – China membangun sebuah detektor besar di bawah bukit gratin di wilayah selatan. Fasilitas ini dibuat untuk melacak partikel hantu misterius yang bersembunyi di sekitar kita.

Detektor besar itu diberi nama Jiangmen Underground Neutrino Observatory (JUNO) atau Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen. Alat ini dibangun untuk menemukan neutrino partikel kosmik kecil dengan massa yang sangat kecil.

Selain di China, ternyata detektor ini juga sedang dibangun di dua negara lainnya, yakni Amerika Serikat dan Jepang.

“Memata-matai neutrino bukanlah hal yang mudah dalam upaya untuk memahami bagaimana alam semesta terbentuk. Upaya China, yang akan mulai beroperasi tahun depan, akan mendorong teknologi tersebut ke batas baru,” kata Andre de Gouvea, seorang fisikawan teoretis di Northwestern University yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Baca Juga:  Marc Klok Komentari Kekalahan Timnas Indonesia dari China

“Jika mereka bisa melakukannya, itu akan menjadi hal yang luar biasa,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Perlu diketahui, neutrino berasal dari Big Bang, dan triliunan neutrino melesat melalui tubuh kita setiap detik.

Neutrino menyembur dari bintang-bintang seperti Matahari dan mengalir keluar saat potongan-potongan atom bertabrakan dalam akselerator partikel.

Para ilmuwan telah mengetahui keberadaan neutrino selama hampir satu abad, tetapi mereka masih dalam tahap awal untuk mengetahui apa sebenarnya partikel itu.

Baca Juga:  Daftar Pemain Persib yang Dibawa ke China Lawan Zhejiang FC, Gustavo Franca dan Rezaldi Hehanussa Absen

“Itu adalah partikel yang paling tidak dipahami di dunia kita. Itulah sebabnya kita perlu mempelajarinya,” kata Cao Jun, yang membantu mengelola detektor JUNO.

Sementara itu, detektor neutrino raksasa yang dibangun di China tersebut seharga USD 300 juta, dan dibangun di Kaiping selama sembilan tahun.

Lokasinya yang berada 700 meter di bawah tanah melindunginya dari sinar kosmik dan radiasi yang dapat mengganggu kemampuannya dalam mengendus neutrino.

Detektor ini dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan kunci tentang misteri yang sudah lama ada. Neutrino berubah menjadi tiga jenis saat bergerak cepat di luar angkasa, dan para ilmuwan ingin mengurutkannya dari yang paling ringan hingga yang paling berat.

Baca Juga:  Indonesia Jadi Rebutan Blok Dunia, Ulta Levenia: Kita Diganggu Terus

“Merasakan pergeseran halus pada partikel yang sudah sulit dipahami ini akan menjadi tantangan,” kata Kate Scholberg, fisikawan di Duke University yang tidak terlibat dengan proyek tersebut.

“Sebenarnya itu adalah hal yang sangat berani untuk mengejarnya,” imbuhnya.

Detektor buatan China tersebut akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan. Setelah itu, diperlukan waktu untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Jadi para ilmuwan masih harus menunggu untuk mengungkap sepenuhnya kehidupan rahasia neutrino.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

China
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Colenak

Berburu Kuliner di Purwakarta? Ini 5 Makanan Tradisional yang Cocok Jadi Oleh-Oleh

Beda Kelas atau Beda Nasib? Aiswarya Bawa Pulang Mahkota, Reno Pulang Dihujat Satu Indonesia!

5 Tempat Ngopi 24 Jam di Bandung: Cocok Buat Nugas, Nongkrong, sampai Ngalong

7 Wisata Alam Purwakarta Paling Hits: Dari Curug Cipurut Hingga Tebing Parang yang Menguji Adrenalin

Harga Emas Antam Hari Ini 15 Oktober 2026 Anjlok Rp13.000, Segini Daftar Lengkapnya!

Ilustrasi Sate

Tak Cukup Satu Tusuk! Ini 5 Pilihan Tempat Makan Sate Maranggi di Purwakarta

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.