Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi begal

Dijerat Tali Tambang dari Belakang, Driver Ojol di Tasikmalaya Bangkit dan Tumbangkan Begal

Sabtu, 29 Agustus 2026 14:01 WIB

Mending Pengangguran Daripada Kerja di Kandang? Ironi Pahit Pamitnya Peternakan Terbaik Dago Dairy!

Sabtu, 29 Agustus 2026 13:25 WIB
Persib

Play-off ACL 2 Persib vs Manila Digger FC: Mengukur Potensi Ancam Skuad Underdog Filipina

Sabtu, 29 Agustus 2026 12:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dijerat Tali Tambang dari Belakang, Driver Ojol di Tasikmalaya Bangkit dan Tumbangkan Begal
  • Mending Pengangguran Daripada Kerja di Kandang? Ironi Pahit Pamitnya Peternakan Terbaik Dago Dairy!
  • Play-off ACL 2 Persib vs Manila Digger FC: Mengukur Potensi Ancam Skuad Underdog Filipina
  • Jadwal MotoGP Aragon 2026 Akhir Pekan Ini: Cek Jam Tayang Sprint Race dan Race Utama!
  • Terbongkar Sosok Melva Pardede! Sebut Ojol Dikhianati Botok Pati CS, Ternyata Cuma Driver Jadi-jadian?
  • Sederet Skandal Sesama Jenis di Cianjur yang Berakhir Tragis dan Memicu Amarah Warga
  • Banjir Hadiah Gratis! Serbu Kode Redeem FF Sabtu 29 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan Kuota
  • September 2026 Jadi Batas Penting, 2 Bantuan Pemerintah Ini Masih Bisa Diterima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa Hampir Selesai, Buat Lacak Partikel Hantu

By Aga GustianaKamis, 19 Desember 2024 16:25 WIB2 Mins Read
Pembangunan Detektor Neutrino Raksasa di China. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – China membangun sebuah detektor besar di bawah bukit gratin di wilayah selatan. Fasilitas ini dibuat untuk melacak partikel hantu misterius yang bersembunyi di sekitar kita.

Detektor besar itu diberi nama Jiangmen Underground Neutrino Observatory (JUNO) atau Observatorium Neutrino Bawah Tanah Jiangmen. Alat ini dibangun untuk menemukan neutrino partikel kosmik kecil dengan massa yang sangat kecil.

Selain di China, ternyata detektor ini juga sedang dibangun di dua negara lainnya, yakni Amerika Serikat dan Jepang.

“Memata-matai neutrino bukanlah hal yang mudah dalam upaya untuk memahami bagaimana alam semesta terbentuk. Upaya China, yang akan mulai beroperasi tahun depan, akan mendorong teknologi tersebut ke batas baru,” kata Andre de Gouvea, seorang fisikawan teoretis di Northwestern University yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Kandas 1-2 di Kandang China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Jika mereka bisa melakukannya, itu akan menjadi hal yang luar biasa,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Perlu diketahui, neutrino berasal dari Big Bang, dan triliunan neutrino melesat melalui tubuh kita setiap detik.

Neutrino menyembur dari bintang-bintang seperti Matahari dan mengalir keluar saat potongan-potongan atom bertabrakan dalam akselerator partikel.

Para ilmuwan telah mengetahui keberadaan neutrino selama hampir satu abad, tetapi mereka masih dalam tahap awal untuk mengetahui apa sebenarnya partikel itu.

Baca Juga:  Link Live Streaming China vs Timnas Indonesia, Garuda Siap Tampil All Out

“Itu adalah partikel yang paling tidak dipahami di dunia kita. Itulah sebabnya kita perlu mempelajarinya,” kata Cao Jun, yang membantu mengelola detektor JUNO.

Sementara itu, detektor neutrino raksasa yang dibangun di China tersebut seharga USD 300 juta, dan dibangun di Kaiping selama sembilan tahun.

Lokasinya yang berada 700 meter di bawah tanah melindunginya dari sinar kosmik dan radiasi yang dapat mengganggu kemampuannya dalam mengendus neutrino.

Detektor ini dirancang khusus untuk menjawab pertanyaan kunci tentang misteri yang sudah lama ada. Neutrino berubah menjadi tiga jenis saat bergerak cepat di luar angkasa, dan para ilmuwan ingin mengurutkannya dari yang paling ringan hingga yang paling berat.

Baca Juga:  Saham Nvidia Anjlok Gegara Teknologi AI Murah Meriah Asal China

“Merasakan pergeseran halus pada partikel yang sudah sulit dipahami ini akan menjadi tantangan,” kata Kate Scholberg, fisikawan di Duke University yang tidak terlibat dengan proyek tersebut.

“Sebenarnya itu adalah hal yang sangat berani untuk mengejarnya,” imbuhnya.

Detektor buatan China tersebut akan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun depan. Setelah itu, diperlukan waktu untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Jadi para ilmuwan masih harus menunggu untuk mengungkap sepenuhnya kehidupan rahasia neutrino.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

China
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mending Pengangguran Daripada Kerja di Kandang? Ironi Pahit Pamitnya Peternakan Terbaik Dago Dairy!

Banjir Hadiah Gratis! Serbu Kode Redeem FF Sabtu 29 Agustus 2026 Sebelum Kehabisan Kuota

Surga Kuliner Bandung Makin Ramai, 5 Tempat Makan Ini Punya Menu dan Konsep Berbeda

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Klaim Ratusan Ribu Rupiah Tanpa Aplikasi Tambahan! Cara Dapatkan Saldo DANA Gratis Sabtu 29 Agustus 2026

Game Free Fire

Klaim Senjata & Emote Langka Gratis! Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 29 Agustus 2026, Cek Cara Klaimnya

5 Kuliner Legendaris Bandung yang Masih Eksis di 2026, Wajib Masuk Daftar Wisata Kuliner

Terpopuler
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
  • Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!
  • Mesin Politik Mulai Dipanaskan! PRI Bidik 13 Kursi DPR RI dari Jawa Barat
  • Musda VI Demokrat Jabar Digelar, AHY Dorong Konsolidasi dan Kebangkitan Partai Menuju Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.