bukamata.id – Rencana pembangunan SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Karawang yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026 dipastikan belum dapat direalisasikan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk menunda proyek tersebut setelah meninjau kondisi lokasi yang telah disiapkan sebelumnya.
Kepastian penundaan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai respons atas beredarnya informasi di masyarakat terkait batalnya pembangunan sekolah menengah negeri di Karawang.
Menurut Dedi, lahan yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan ternyata berada di kawasan persawahan dan memiliki risiko bencana banjir. Kondisi tersebut dinilai tidak memenuhi standar keamanan untuk pendirian fasilitas pendidikan.
“Pembangunan SMA dan SMK di Karawang ditunda pembangunannya 2026 disebabkan karena areal tanah untuk pembangunannya merupakan areal pesawahan dan memiliki potensi banjir,” ujar KDM dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Jumat (30/1/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak ingin mengambil keputusan yang berisiko, terutama jika menyangkut keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Karena itu, pembangunan sekolah baru akan menunggu hingga tersedia lokasi yang benar-benar aman dari ancaman bencana.
“Untuk itu kami menundanya sampai menunggu tersedianya lahan yang memenuhi syarat dan tidak berpotensi bencana,” katanya.
Meski demikian, Dedi memastikan bahwa rencana pembangunan SMA dan SMK Negeri di Karawang tidak dibatalkan. Pemerintah daerah tetap berkomitmen merealisasikan proyek tersebut setelah persoalan lahan terselesaikan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana pendidikan di Karawang.
“Dalam waktu dekat pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bicara dengan Bupati untuk bersama-sama mencari alokasi tanah yang aman, nyaman, dan terjangkau oleh siswa,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa aspek keselamatan, kelayakan lokasi, serta kemudahan akses bagi peserta didik menjadi pertimbangan utama sebelum pembangunan sekolah menengah negeri benar-benar dimulai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










