bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas dengan membongkar 978 warung liar yang berdiri di jalur wisata Ciater, Subang, mulai Senin (11/8/2025). Pembongkaran ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi kawasan hijau dan menata kembali area wisata yang sempat terganggu oleh keberadaan bangunan tak berizin.
Warung-warung yang ditertibkan tersebar di sepanjang jalur Cagak-Ciater-Tangkuban Parahu, dengan rincian 233 bangunan di Desa Ciater, 202 di Desa Cisaat, 113 di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, dan 430 bangunan di Kecamatan Jalancagak. Sebagian besar warung ini merupakan penjual nanas, kafe sederhana, dan warung makanan ringan yang berdiri tanpa izin resmi.
Instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi dasar penertiban ini. “Ini merupakan langkah tegas untuk menertibkan bangunan liar di sepanjang jalan provinsi,” kata Anang Moch Widyawan, Kasi Tibumtranmas Satpoldam Kabupaten Subang.
Anang menambahkan bahwa sebelum dilakukan pembongkaran, para pedagang sudah menerima peringatan agar mengosongkan warungnya. Namun, hingga batas waktu yang diberikan, banyak yang tidak mematuhi aturan tersebut. “Sebagian pedagang di Desa Ciater sekitar 50 persen menjadikan warung itu sebagai tempat tinggal, sehingga saat pembongkaran mereka bingung mau pulang ke mana,” ujarnya.
Penertiban yang melibatkan Satpol PP, TNI, dan Polri di Kabupaten Subang dan Jawa Barat ini telah membongkar sekitar 80 persen bangunan dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat. Meski begitu, Anang mengaku belum mendapatkan informasi lengkap soal lokasi relokasi pedagang. “Ada tiga titik lahan relokasi yang disiapkan di Kecamatan Ciater, namun saya belum dapat detailnya,” tambahnya.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan pemerintah akan memberikan bantuan berupa uang tunggu kepada para pedagang yang terkena penertiban. Hingga kini, sudah 416 pedagang di Kecamatan Jalancagak menerima bantuan tersebut, sementara 548 pedagang lainnya masih menunggu pencairan.
“Rencananya bantuan uang tunggu ini akan segera direalisasikan oleh Pak Gubernur,” kata Herman tanpa merinci jumlah nominal bantuan yang diberikan.
Langkah tegas ini diharapkan mampu mengembalikan keindahan dan fungsi kawasan hijau di jalur wisata Ciater sekaligus memperbaiki tata kelola kawasan wisata yang selama ini sempat kurang tertata rapi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











