bukamata.id – Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan program penanganan banjir Dayeuhkolot akan mulai dijalankan pada Januari 2026. Program tersebut akan menggunakan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media.
Komitmen itu disampaikan Kang DS — sapaan akrab Bupati Bandung — dalam rapat koordinasi sinergi Program Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot yang digelar di Gedung Pinus Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa, Jalan Mohammad Toha, Kecamatan Dayeuhkolot, pada Selasa (11/11/2025).
Dalam rapat tersebut, telah dibentuk panitia pelaksana program yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara. Untuk tahap awal hingga Desember 2025, panitia akan menyiapkan rencana aksi serta rencana teknis pelaksanaan, dengan menggandeng berbagai pihak termasuk perusahaan sekitar dan tokoh masyarakat.
“Jadi, pemerintah daerah tinggal mengawal saja. Kita targetkan Januari 2026 sudah mulai berjalan,” ujar Bupati Dadang Supriatna.
Dukungan Anggaran dan Infrastruktur
Kendati berbasis kerja sama multipihak, Kang DS menjelaskan bahwa proyek ini masih membutuhkan dukungan anggaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Ia menambahkan, dari APBD Kabupaten Bandung 2026 sudah disiapkan alokasi Rp5 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk perbaikan Jembatan Sukabirus senilai Rp4 miliar dan Jembatan Psigaran sebesar Rp1 miliar.
“Dari APBD Kabupaten Bandung 2026, sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk perbaikan dan pembangunan jembatan yaitu Jembatan Sukabirus yang membutuhkan Rp4 miliar dan Jembatan Psigaran Rp1 miliar,” ungkap Kang DS.
Libatkan Dunia Usaha
Bupati Bandung juga menegaskan pentingnya peran dunia usaha dalam program ini. Menurutnya, lebih dari 30 perusahaan yang beroperasi di wilayah Dayeuhkolot harus ikut ambil bagian dan tidak bersikap ego sektoral.
“Banjir Dayeuhkolot bukan urusan pemerintah saja, tapi juga para pengusaha. Kalau upaya pentahelix penanganan banjir Dayeuhkolot ini berhasil, toh perusahaan sendiri akan menikmati. Daripada perusahaan rugi Rp1 miliar akibat bencana banjir, lebih baik memberikan kontribusi dalam penanganan banjir Dayeuhkolot ini,” tegasnya.
Delapan Langkah Strategis
Lebih lanjut, Kang DS menyebutkan ada delapan langkah utama yang akan dijalankan untuk menekan risiko banjir di Dayeuhkolot. Langkah tersebut meliputi:
- Normalisasi saluran drainase di tepi Jalan Mohammad Toha (kewenangan Dinas Bina Marga Jawa Barat).
- Normalisasi Polder Babakan Sangkuriang.
- Pembangunan rumah pompa dan pengadaan pompa air.
- Normalisasi Sungai Cipalasari.
- Pengerukan saluran lingkungan di Bojongasih.
- Pengerukan Connecting Drain di wilayah Bojongasih, Desa Dayeuhkolot.
- Normalisasi saluran U-Ditch BBWS Dayeuhkolot.
- Penataan lanjutan area terdampak banjir.
Menurut Kang DS, seluruh program strategis tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp9,5 miliar, dan sebagian besar perusahaan di kawasan industri Dayeuhkolot telah menyatakan kesiapannya untuk ikut membantu pembiayaan.
“Kedelapan kebutuhan strategis ini memerlukan biaya Rp9,5 miliar. Dari 30 perusahaan yang ada di Dayeuhkolot sudah menyatakan siap untuk membantu,” pungkas Kang DS
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










