bukamata.id – Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menemui kendala pada hari kelima, Rabu (28/1/2026).
Kabut tebal dan hujan gerimis sejak pagi membuat jarak pandang tim SAR terbatas dalam mencari 32 orang korban yang masih dinyatakan hilang.
Pantauan di lokasi, seluruh area terdampak longsor tertutup kabut sejak pukul 07.00 WIB. Kondisi cuaca ini memaksa tim SAR menyesuaikan pergerakan dan fokus pencarian di titik-titik yang aman.
“Pada pagi hari ini cuaca kurang mendukung karena kabut turun sangat tebal. Bahkan sejak Selasa malam hujan masih belum berhenti di kawasan Pasirlangu. Alhasil pergerakan tim pun disesuaikan melihat kondisi cuaca terbaru,” kata Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, saat dikonfirmasi.
Bramantyo menjelaskan, rencana Operasi SAR hari ini akan memusatkan pencarian di tiga sektor dari lima sektor yang ada, yakni A1, A2, dan B3, serta tambahan sektor A3 yang berada di ketinggian atau lebih dekat dengan kaki Gunung Burangrang.
“Kami sudah membagi tim untuk sektor ini setelah apel pagi. Selain itu, dari tadi malam ada tambahan alat berat. Dari total 13 alat berat yang sudah ada, mulai dini hari ini masuk lagi empat alat berat tambahan,” ujarnya.
Hingga pagi ini, jumlah korban yang belum ditemukan tetap 32 orang. Sebelumnya, tim SAR telah mengevakuasi 48 kantong jenazah (bodypack) yang diserahkan ke tim DVI untuk identifikasi.
Operasi pencarian terus dilakukan dengan koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, dan relawan setempat, meski kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan utama.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










