Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mental Juara Maung Bandung Diuji! Mutombo Kirim Pesan Keras Jelang Hadapi Persija Jakarta

Selasa, 4 Agustus 2026 06:00 WIB

Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi

Selasa, 4 Agustus 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg

Selasa, 4 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mental Juara Maung Bandung Diuji! Mutombo Kirim Pesan Keras Jelang Hadapi Persija Jakarta
  • Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi
  • Bansos Agustus 2026 Cair! Cek Daftar Bantuan yang Masuk Rekening, Ada PKH hingga Beras 10 Kg
  • Padang Dikepung Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Dievakuasi Dini Hari
  • Dedi Mulyadi Pastikan Gasibu Siap untuk Upacara HUT Ke-81 RI, Penataan Ditarget Rampung 10 Agustus
  • Balsa Sekulic Sesumbar! Persib Siap Singkirkan Persija dan Rebut Tiket Final Piala Presiden 2026
  • Dedi Mulyadi Desak Bersih-bersih Internal Pemkot Bandung, ASN Lalai Awasi Penebangan Pohon Harus Disanksi
  • Owner Padela Bantah Lapangannya Berisik: Sudah Pasang Peredam, Warga Lain Tak Ada yang Komplain
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Peneliti Singapura Bikin Kecoak Cyborg, Bisa Menyelamatkan Manusia

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 14:47 WIB2 Mins Read
Peneliti Singapura Bikin Kecoak Cyborg. (Foto: Universitas Teknologi Nanyang)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) di Singapura membuat inovasi baru berupa kecoak cyborg. Bahkan serangga yang ditanami teknologi ini bisa menjadi penyelamat manusia.

Kecoak cyborg ini dibuat oleh tim peneliti NTU dengan menanamkan sirkuit elektronik ke dalam tubuh hewan tersebut.

Sirkuit elektronik itu ditanam dengan menggunakan sistem yang mereka kembangkan sebelumnya. Bahkan, sistem tersebut sangat efisien sehingga mampu menghasilkan kecoak cyborg hanya kurun waktu 68 detik.

Ini merupakan peningkatan pesat dari upaya sebelumnya yang memerlukan implantasi elektroda secara manual. Proses ini sangat lambat karena struktur tubuh serangga yang rapuh.

Adapun proses pembuatan kecoak cyborg yakni dimulai dengan membiusnya menggunakan karbondioksida untuk membuatnya tidak aktif.

Proses ini menyederhanakan tugas rumit untuk memasang makhluk kecil dengan “ransel” elektronik mini yang dilengkapi dengan elektroda dan mikrochip.

Para peneliti kemudian menggunakan robot yang dilengkapi dengan penglihatan komputer untuk memindai setiap kecoak.

Robot tersebut akan menentukan lokasi implan yang optimal berdasarkan ukuran dan struktur tubuh masing-masing.

Lengan robot akan dengan cermat dan hati-hati memasang komponen yang diperlukan. Setelah ditransplatasikan, elektroda sirkuit dapat secara elektrik merangsang neuron kecoak untuk mengontrol gerakannya.

Setelah prosedur selesai, kecoak dilepaskan. Hewan ini selanjutnya dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Para peneliti telah menguji proses produksi ini kepada kecoak berdengking di Madagaskar, yang merupakan salah satu kecoak terbesar dengan ukurannya mencapai 5 dan 7,5 sentimeter saat dewasa.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Di mana kecoak cyborg dapat diperintah untuk memutar, memperlambat dan menavigasi melalui tes rintangan.

Kemampuan unik kecoak cyborg diklaim mampu melintasi medan yang tidak rata, dan bahkan memanjat dinding.

Selain itu, kecoak cyborg ini bisa mendeteksi bahan kimia, gas dan manusia. Dengan ini, kecoak secara unik memenuhi syarat untuk tugas-tugas yang penting, seperti menemukan korban selamat di gedung-gedung yang runtuh, ataupun mengidentifikasi bahaya lingkungan.

Terlepas dari prospek yang menarik ini, masih ada tantangan utama yang tersisa. Yakni, bagaimana kecoak ini bisa bekerja secara otomatis, bukan dengan kendali jarak jauh. Jika hal ini dapat dicapai, para peneliti mengklaim bahwa ratusan kecoak tersebut dapat dioperasikan secara bersamaan untuk misi yang lebih besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cyborg Kecoak Singapura
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Chat WhatsApp Makin Penuh? Fitur Baru Ini Bisa Otomatis Bersihkan Pesan Promosi

Garena Bagikan Kode Redeem FF 3 Agustus 2026, Hadiah Langka Menanti Pemain yang Cepat Klaim

Dulu Jualan Ikan, Kini Tahan Derita! Nasib Bertrand Peto Terjebak di Tengah Perang Ruben dan Sarwendah

Daftar Tanggal Merah Agustus 2026: Cek Jadwal Libur Nasional dan Strategi Long Weekend Tanpa Cuti

Ilustrasi Hujan.

Awas Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Negara Konsumen Micin Tertinggi Justru Punya IQ Tinggi, Begini Fakta Ilmiah di Balik Bumbu Penyedap

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.