Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi

Kamis, 18 Juni 2026 22:35 WIB

DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik

Kamis, 18 Juni 2026 22:23 WIB

Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik

Kamis, 18 Juni 2026 22:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Siapkan Antisipasi PHK, Dedi Mulyadi Sebut Investasi dan Rekrutmen Industri di Jabar Masih Tinggi
  • DPRD Jabar Dorong SPMB Lebih Transparan, Usulkan Nilai Peserta Dipublikasikan ke Publik
  • Penataan Bandung Berlanjut, Dedi Mulyadi Janjikan Bantuan untuk Pedagang Arcamanik
  • Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi
  • Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Peneliti Singapura Bikin Kecoak Cyborg, Bisa Menyelamatkan Manusia

By Aga GustianaKamis, 26 Desember 2024 14:47 WIB2 Mins Read
Peneliti Singapura Bikin Kecoak Cyborg. (Foto: Universitas Teknologi Nanyang)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peneliti dari Universitas Teknologi Nanyang (NTU) di Singapura membuat inovasi baru berupa kecoak cyborg. Bahkan serangga yang ditanami teknologi ini bisa menjadi penyelamat manusia.

Kecoak cyborg ini dibuat oleh tim peneliti NTU dengan menanamkan sirkuit elektronik ke dalam tubuh hewan tersebut.

Sirkuit elektronik itu ditanam dengan menggunakan sistem yang mereka kembangkan sebelumnya. Bahkan, sistem tersebut sangat efisien sehingga mampu menghasilkan kecoak cyborg hanya kurun waktu 68 detik.

Ini merupakan peningkatan pesat dari upaya sebelumnya yang memerlukan implantasi elektroda secara manual. Proses ini sangat lambat karena struktur tubuh serangga yang rapuh.

Baca Juga:  Hadir di Singapura, Tomoro Coffee Suguhkan Kopi Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Adapun proses pembuatan kecoak cyborg yakni dimulai dengan membiusnya menggunakan karbondioksida untuk membuatnya tidak aktif.

Proses ini menyederhanakan tugas rumit untuk memasang makhluk kecil dengan “ransel” elektronik mini yang dilengkapi dengan elektroda dan mikrochip.

Para peneliti kemudian menggunakan robot yang dilengkapi dengan penglihatan komputer untuk memindai setiap kecoak.

Robot tersebut akan menentukan lokasi implan yang optimal berdasarkan ukuran dan struktur tubuh masing-masing.

Lengan robot akan dengan cermat dan hati-hati memasang komponen yang diperlukan. Setelah ditransplatasikan, elektroda sirkuit dapat secara elektrik merangsang neuron kecoak untuk mengontrol gerakannya.

Baca Juga:  Korban Maafkan Pelaku, Kasus Pelecehan Turis Singapura di Jalan Braga Disetop

Setelah prosedur selesai, kecoak dilepaskan. Hewan ini selanjutnya dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Para peneliti telah menguji proses produksi ini kepada kecoak berdengking di Madagaskar, yang merupakan salah satu kecoak terbesar dengan ukurannya mencapai 5 dan 7,5 sentimeter saat dewasa.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Di mana kecoak cyborg dapat diperintah untuk memutar, memperlambat dan menavigasi melalui tes rintangan.

Kemampuan unik kecoak cyborg diklaim mampu melintasi medan yang tidak rata, dan bahkan memanjat dinding.

Baca Juga:  Berhasil Ditangkap, Ini Pengakuan 3 Terduga Pelaku Pelecehan Turis Singapura di Braga

Selain itu, kecoak cyborg ini bisa mendeteksi bahan kimia, gas dan manusia. Dengan ini, kecoak secara unik memenuhi syarat untuk tugas-tugas yang penting, seperti menemukan korban selamat di gedung-gedung yang runtuh, ataupun mengidentifikasi bahaya lingkungan.

Terlepas dari prospek yang menarik ini, masih ada tantangan utama yang tersisa. Yakni, bagaimana kecoak ini bisa bekerja secara otomatis, bukan dengan kendali jarak jauh. Jika hal ini dapat dicapai, para peneliti mengklaim bahwa ratusan kecoak tersebut dapat dioperasikan secara bersamaan untuk misi yang lebih besar.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cyborg Kecoak Singapura
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada! Link Video Cut Salwa Diduga Jebakan Digital Berbahaya

Heboh Video ‘No Sensor’ di X dan TikTok, Nama Cut Salwa Jadi Trending, Ini Faktanya

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 18 Juni 2026 Bagi-Bagi Skin Senjata Langka dan Hadiah Premium

Harga Emas Hari Ini 18 Juni 2026: Antam Stagnan di Rp2.733.000, Pasar Global Justru Bergolak

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Buruan Klik! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Hari Ini, 18 Juni 2026: Dapatkan Cuan Tambahan Langsung Cair!

Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire FF Juni 2026 Hadirkan Bundle dan Incubator Voucher

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.