Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar

Minggu, 15 Maret 2026 15:02 WIB

Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar

Minggu, 15 Maret 2026 14:45 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet

Minggu, 15 Maret 2026 14:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet
  • Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan
  • Pertarungan Dua Raksasa! Persib vs Borneo FC, Siapa yang akan Kuasai Puncak?
  • Gadis 22 Tahun Dinikahi Kakek 65 Tahun: Seserahan Sultan, Mobil hingga Saham Bumi!
  • Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung
  • Federico Barba Prediksi Tekanan Lebih Berat di Borneo FC, Persib Siap Tempur!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengawasan APBD 2026, Rafael Situmorang Pastikan Manfaat Belanja Sosial Tepat Sasaran

By Muhammad Rafki Razif KiransyahJumat, 23 Januari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Rafael Situmorang dorong pengawasan anggaran 2026 di Jawa Barat. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap arah dan manfaat belanja Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Tahun Anggaran 2026, khususnya pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan perlindungan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Dalam pemaparannya, Rafael menyebut fungsi pengawasan DPRD tidak hanya berhenti pada aspek administratif dan kesesuaian program dengan RPJMD, tetapi juga menyentuh aspek paling substansial: apakah anggaran yang digelontorkan benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat.

“Termasuk kita melihat manfaatnya, betul atau tidak anggaran Rp6,32 triliun itu digunakan untuk RKB dan terasa atau tidak dampaknya. Itu termasuk juga belanja sosial, seperti BPJS, yang menurut saya justru harus menjadi prioritas,” ujar Rafael.

Baca Juga:  Cara Mendapatkan BSU Rp600.000 Bulan Oktober 2025, Cek Jadwal dan Syaratnya di Sini

Ia menilai, perlindungan sosial melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan kebutuhan mendesak di Jawa Barat, mengingat struktur ketenagakerjaan daerah ini didominasi oleh pekerja sektor informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kehilangan penghasilan.

“Respons masyarakat sangat jelas. Mereka berharap punya BPJS Ketenagakerjaan. Karena rata-rata pekerjaan di sini itu pekerjaan rentan, pekerja informal,” katanya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Sosialiasi dan Edukasi Program di HUT XXXVI WHDI

Rafael membeberkan, hingga kini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jawa Barat masih tergolong rendah. Dari total pekerja informal, baru sekitar 12 persen yang terlindungi, sementara sisanya sekitar 87 persen belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Ini angka yang harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Artinya, mayoritas pekerja kita masih bekerja tanpa jaring pengaman,” tegasnya.

Baca Juga:  BPJS Ketenagakerjaan Jabar Beri Santunan Rp1,28 Miliar bagi Sejumlah Ahli Waris KPPS yang Meninggal

Menurut Rafael, kondisi tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan skala prioritas belanja daerah, agar APBD tidak hanya habis untuk program-program seremonial, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen perlindungan bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan terarah, ia berharap penyelenggaraan pemerintahan Jawa Barat pada 2026 dapat lebih berpihak, terukur, dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD 2026 belanja sosial Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan DPRD Jawa Barat pengawasan anggaran 2026 perlindungan pekerja rentan Rafael Situmorang RPJMD Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung

The Power of Viral! Usai Pesta Bollywood Disindir Habis-habisan, Jalan Sidoarjo Langsung Mulus?

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

Ramai Dikaitkan dengan Kasus SAM, Ustadz Solmed: Inisial Saya SMM, Bukan SAM

Rafael Situmorang: Pekerja Informal Hadapi Risiko Lebih Besar

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.