Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Catat! 5 Tempat Kuliner di Bandung Ini Punya Menu Unik, Cocok Buat Wisata Kuliner

Rabu, 14 Oktober 2026 05:00 WIB

Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!

Rabu, 14 Oktober 2026 04:00 WIB
Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Catat! 5 Tempat Kuliner di Bandung Ini Punya Menu Unik, Cocok Buat Wisata Kuliner
  • Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!
  • Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 15 Maret 2026 09:39 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menilai pekerja informal perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan perlindungan sosial. Menurutnya, kelompok pekerja ini menghadapi risiko yang lebih besar dibanding pekerja formal.

Ia menjelaskan, pekerja informal umumnya tidak memiliki jaminan perlindungan seperti yang dimiliki pekerja formal ketika memasuki usia pensiun.

“Sementara kalau pekerja formal seperti pegawai negeri, TNI, atau polisi, ketika memasuki usia pensiun, misalnya 62 tahun, mereka masih memiliki jaminan. Tapi pekerja informal tidak,” ujar Rafael saat ditemui di Bandung, Jumat (13/3/2026).

Rafael menyebut, jumlah pekerja informal di masyarakat justru sangat besar dan sebagian besar bekerja di ruang publik dengan tingkat risiko yang tinggi.

Ia mencontohkan sejumlah profesi yang termasuk dalam sektor informal, seperti tukang becak, pengemudi ojek, hingga pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian di jalan.

“Banyak yang bekerja di jalan, seperti tukang becak, tukang ojek, pedagang kecil, yang pekerjaannya berisiko,” katanya.

Karena tidak memiliki jaminan penghasilan tetap maupun perlindungan sosial yang memadai, Rafael menilai para pekerja informal sering kali harus menghadapi berbagai risiko kehidupan secara mandiri.

“Karena itu mereka harus lebih mandiri dan membutuhkan perlindungan sosial dari negara,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sosial di tingkat daerah, agar pekerja informal dapat memperoleh perlindungan yang lebih memadai.

Salah satu langkah dasar yang menurutnya dapat dilakukan adalah memastikan masyarakat memiliki akses terhadap jaminan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.

“Untuk kesehatan, misalnya melalui program BPJS. Kalau ada masyarakat yang belum menjadi peserta, tentu harus didorong supaya bisa terdaftar,” katanya.

Selain itu, Rafael juga membuka kemungkinan pembahasan bantuan bagi pekerja informal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada masa mendatang.

“Kalau soal bantuan dari APBD, itu nanti kita diskusikan lagi ke depan,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.