Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Cek Jadwal Lengkap Piala AFF 2026 di Sini!

Kamis, 30 Juli 2026 10:55 WIB
Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

Kamis, 30 Juli 2026 10:36 WIB

Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak

Kamis, 30 Juli 2026 10:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Cek Jadwal Lengkap Piala AFF 2026 di Sini!
  • Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing
  • Klasemen Terbaru Piala Presiden 2026: Persib dan Persebaya Nyaman di Puncak
  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok! Emas 1 Gram Turun Rp12.000, Buyback Ikut Melemah
  • Tak Gentar dengan Status Juara! Mariano Peralta Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Lagi
  • Kisah Renat Agzamov: Dulu Pukul Lawan di Ring, Sekarang Petinju Ini Buat Kue Seharga Istana Mewah!
  • Persib Sudah Lolos Semifinal, Tapi Mariano Peralta Masih Disimpan? Ini Rencana Igor Tolic
  • Bukan Cuma Rendang! Ini 4 RM Padang Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kulineran
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 15 Maret 2026 09:39 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menilai pekerja informal perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan perlindungan sosial. Menurutnya, kelompok pekerja ini menghadapi risiko yang lebih besar dibanding pekerja formal.

Ia menjelaskan, pekerja informal umumnya tidak memiliki jaminan perlindungan seperti yang dimiliki pekerja formal ketika memasuki usia pensiun.

“Sementara kalau pekerja formal seperti pegawai negeri, TNI, atau polisi, ketika memasuki usia pensiun, misalnya 62 tahun, mereka masih memiliki jaminan. Tapi pekerja informal tidak,” ujar Rafael saat ditemui di Bandung, Jumat (13/3/2026).

Rafael menyebut, jumlah pekerja informal di masyarakat justru sangat besar dan sebagian besar bekerja di ruang publik dengan tingkat risiko yang tinggi.

Ia mencontohkan sejumlah profesi yang termasuk dalam sektor informal, seperti tukang becak, pengemudi ojek, hingga pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian di jalan.

“Banyak yang bekerja di jalan, seperti tukang becak, tukang ojek, pedagang kecil, yang pekerjaannya berisiko,” katanya.

Karena tidak memiliki jaminan penghasilan tetap maupun perlindungan sosial yang memadai, Rafael menilai para pekerja informal sering kali harus menghadapi berbagai risiko kehidupan secara mandiri.

“Karena itu mereka harus lebih mandiri dan membutuhkan perlindungan sosial dari negara,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sosial di tingkat daerah, agar pekerja informal dapat memperoleh perlindungan yang lebih memadai.

Salah satu langkah dasar yang menurutnya dapat dilakukan adalah memastikan masyarakat memiliki akses terhadap jaminan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.

“Untuk kesehatan, misalnya melalui program BPJS. Kalau ada masyarakat yang belum menjadi peserta, tentu harus didorong supaya bisa terdaftar,” katanya.

Selain itu, Rafael juga membuka kemungkinan pembahasan bantuan bagi pekerja informal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada masa mendatang.

“Kalau soal bantuan dari APBD, itu nanti kita diskusikan lagi ke depan,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bpjs kesehatan pekerja informal jaminan sosial pekerja informal kebijakan perlindungan sosial pekerja informal jawa barat perlindungan sosial pekerja informal rafael situmorang dprd jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.