Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 02:00 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 01:00 WIB

Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda

Sabtu, 13 Juni 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis
  • Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda
  • Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

By Muhammad Rafki Razif KiransyahMinggu, 15 Maret 2026 09:39 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menilai pekerja informal perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kebijakan perlindungan sosial. Menurutnya, kelompok pekerja ini menghadapi risiko yang lebih besar dibanding pekerja formal.

Ia menjelaskan, pekerja informal umumnya tidak memiliki jaminan perlindungan seperti yang dimiliki pekerja formal ketika memasuki usia pensiun.

“Sementara kalau pekerja formal seperti pegawai negeri, TNI, atau polisi, ketika memasuki usia pensiun, misalnya 62 tahun, mereka masih memiliki jaminan. Tapi pekerja informal tidak,” ujar Rafael saat ditemui di Bandung, Jumat (13/3/2026).

Rafael menyebut, jumlah pekerja informal di masyarakat justru sangat besar dan sebagian besar bekerja di ruang publik dengan tingkat risiko yang tinggi.

Ia mencontohkan sejumlah profesi yang termasuk dalam sektor informal, seperti tukang becak, pengemudi ojek, hingga pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian di jalan.

“Banyak yang bekerja di jalan, seperti tukang becak, tukang ojek, pedagang kecil, yang pekerjaannya berisiko,” katanya.

Karena tidak memiliki jaminan penghasilan tetap maupun perlindungan sosial yang memadai, Rafael menilai para pekerja informal sering kali harus menghadapi berbagai risiko kehidupan secara mandiri.

“Karena itu mereka harus lebih mandiri dan membutuhkan perlindungan sosial dari negara,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sosial di tingkat daerah, agar pekerja informal dapat memperoleh perlindungan yang lebih memadai.

Salah satu langkah dasar yang menurutnya dapat dilakukan adalah memastikan masyarakat memiliki akses terhadap jaminan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan.

“Untuk kesehatan, misalnya melalui program BPJS. Kalau ada masyarakat yang belum menjadi peserta, tentu harus didorong supaya bisa terdaftar,” katanya.

Selain itu, Rafael juga membuka kemungkinan pembahasan bantuan bagi pekerja informal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada masa mendatang.

“Kalau soal bantuan dari APBD, itu nanti kita diskusikan lagi ke depan,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bpjs kesehatan pekerja informal jaminan sosial pekerja informal kebijakan perlindungan sosial pekerja informal jawa barat perlindungan sosial pekerja informal rafael situmorang dprd jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.