bukamata.id – Gagal ginjal stadium lanjut kini bukan lagi masalah kesehatan eksklusif bagi orang lanjut usia. Tren baru menunjukkan semakin banyak orang muda yang mengalami kondisi ini, termasuk remaja dan dewasa awal. Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari akun TikTok @meriamart4, seorang wanita berusia 19 tahun, yang secara terbuka membagikan pengalamannya menghadapi gagal ginjal di usia muda.
Melalui berbagai unggahannya, ia menceritakan perjalanan hidupnya sebelum penyakit ini muncul, dan bagaimana kebiasaan sehari-hari yang terlihat “normal” ternyata berperan besar merusak ginjalnya. Narasinya sederhana, tetapi sarat pesan bagi siapa pun yang menontonnya, terutama perempuan muda yang sering mengabaikan kesehatan karena kesibukan atau gaya hidup.
“Aku masih muda. Teman-temanku sibuk kerja, nongkrong, liburan, dan ngejar mimpi. Sementara aku? Minggu ini aku harus balik lagi ke rumah sakit buat cuci darah. Bukan karena penyakit bawaan, tapi karena gaya hidup yang dulu aku anggap ‘normal’,” tulisnya di salah satu unggahannya.
Gaya Hidup Sehari-hari yang Terlihat Biasa Ternyata Berisiko
Meriam menjelaskan bahwa sebelumnya ia menikmati hidup tanpa banyak aturan soal pola makan dan minum. Minuman manis, kopi susu, minuman kemasan menjadi teman sehari-hari. Air putih, yang sebenarnya paling dibutuhkan tubuh, hanya diminum jika ingat. Makanannya pun sering kali praktis dan cepat, seperti mie instan atau ayam goreng krispi. Aktivitas sosial seperti nongkrong lama dengan teman, bermain ponsel, dan tertawa bersama membuatnya lupa akan kebutuhan tubuhnya sendiri. Bahkan kebiasaan menahan pipis karena malas ke toilet dianggap hal biasa.
“Awalnya tubuh cuma ngasih tanda kecil. Anyang-anyangan, pipis perih, pinggang kadang sakit. Aku tetap kerja, tetap nongkrong, tetap bilang ke diri sendiri, ‘ah masih muda, nanti juga sembuh sendiri,’” tulisnya.
Sayangnya, tanda-tanda kecil ini ternyata adalah gejala infeksi saluran kemih (ISK). Karena sering diabaikan, infeksi yang awalnya ringan berkembang menjadi kronis, dan akhirnya merusak ginjalnya secara perlahan.
Kesadaran Datang dari Pengalaman Pahit
Kini, Meriam harus duduk di kursi cuci darah secara rutin. Suara mesin dialisis dan rasa lelah yang terus menghantui membuatnya menyadari satu hal penting: ginjal tidak rusak dalam semalam. Kerusakan ini terjadi karena kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele, tapi diulang terus menerus.
“Kalau kamu masih muda dan merasa sehat, tolong jangan merasa kebal. Minuman manis, junk food, dan nahan pipis mungkin keliatan remeh sekarang, tapi dampaknya bisa mengubah hidupmu selamanya. Jangan nunggu nyesel di usia yang harusnya masih bebas,” pesannya.
Pelajaran Penting bagi Perempuan Muda
Kisah Meriam membawa pesan penting bagi perempuan muda: kesehatan itu investasi jangka panjang, bukan sesuatu yang bisa diabaikan karena masih merasa kuat. Beberapa hal sederhana bisa menjadi penyelamat ginjal dan organ tubuh lainnya:
- Cukup minum air putih setiap hari – Tubuh membutuhkan cairan untuk menjaga fungsi ginjal dan membersihkan racun. Jangan tunggu haus, jadikan minum air putih sebagai kebiasaan rutin.
- Perhatikan pola makan – Kurangi konsumsi makanan instan, tinggi gula, dan lemak jenuh. Pilih makanan segar, buah, sayur, dan protein sehat. Ini penting bagi kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan.
- Jangan menahan pipis – Kebiasaan menahan buang air kecil dapat memicu infeksi saluran kemih, yang jika diabaikan berpotensi merusak ginjal.
- Rutin cek kesehatan – Pemeriksaan rutin, termasuk tes urin dan fungsi ginjal, bisa mendeteksi masalah sejak awal. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang pencegahan komplikasi.
- Kelola stres dan istirahat cukup – Aktivitas sosial dan kerja memang penting, tapi tubuh juga butuh waktu untuk pulih. Tidur cukup dan manajemen stres membantu menjaga kesehatan ginjal dan organ tubuh lain.
Memberi Contoh, Bukan Menakut-nakuti
Yang membuat kisah Meriam berbeda adalah ia menceritakan pengalamannya bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memberi pelajaran. Dengan membagikan kesehariannya yang penuh kebiasaan “normal” namun berisiko, ia ingin perempuan muda menyadari pentingnya menjaga diri sendiri.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa kesehatan adalah bentuk cinta pada diri sendiri. Perempuan sering kali mengutamakan orang lain atau pekerjaan, tapi kisah ini mengingatkan bahwa tubuh sendiri perlu diperhatikan agar bisa terus beraktivitas dan mengejar mimpi.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meskipun harus menjalani cuci darah, Meriam tetap menampilkan sisi optimistis. Ia mendorong orang lain untuk belajar dari pengalamannya dan tidak menunggu penyakit menyerang sebelum menyadari pentingnya hidup sehat.
“Aku masih bisa tertawa, masih bisa berbagi cerita, masih bisa menginspirasi teman-teman untuk menjaga diri. Ini bukan akhir, tapi awal untuk lebih peduli pada tubuh sendiri,” ujarnya.
Kesimpulan: Pelajaran untuk Kita Semua
Kisah Meriam adalah pengingat kuat bahwa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele bisa berdampak besar pada kesehatan, terutama bagi perempuan muda yang sering mengabaikan tanda tubuh. Minum cukup air, pola makan sehat, cek kesehatan rutin, dan tidak menahan pipis adalah langkah sederhana namun penting.
Lebih dari itu, menjaga kesehatan adalah bentuk investasi masa depan. Dengan tubuh sehat, perempuan bisa tetap aktif, mengejar mimpi, dan menikmati hidup tanpa terhambat penyakit. Kisah Meriam mengajarkan bahwa kesadaran diri dan perubahan gaya hidup sejak dini jauh lebih berharga daripada menunggu penyesalan datang di kemudian hari.
Kami berharap Meriam dan semua pasien yang menghadapi kondisi serupa cepat sembuh dan kembali beraktivitas dengan sehat, serta kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli pada kesehatan sejak dini.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











