Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital

Senin, 23 Maret 2026 16:46 WIB

Padat Merayap! Jalur Pacira dan Pangalengan Diserbu Kendaraan Lokal

Senin, 23 Maret 2026 15:32 WIB

Joget di Kantor SPPG, Pantaskah? Viral Mitra MBG Pamer 6 Juta Sehari, Publik: Etikanya Mana?

Senin, 23 Maret 2026 14:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Padat Merayap! Jalur Pacira dan Pangalengan Diserbu Kendaraan Lokal
  • Joget di Kantor SPPG, Pantaskah? Viral Mitra MBG Pamer 6 Juta Sehari, Publik: Etikanya Mana?
  • Bioskop Heboh! 9 Film Indonesia Maret 2026 Siap Temani Libur Lebaran
  • Link Telegram Video 1 Menit 56 Detik ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Tanpa Sensor di Kebun Sawit Heboh, Klaim Full Version
  • Blunder Kepa Bikin Arsenal Terkapar! Manchester City Menang 2-0 di Wembley
  • Pelarian Gagal Total! Tersangka Pembunuhan Cucu Mpok Nori Diciduk di Bus Lintas Provinsi
  • Tegang! Persib Diburu Tekanan, Marc Klok: Satu Laga Saja Bisa Gagalkan Mimpi Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 23 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Pernyataan Mark O’dea Soal Batik Malaysia Picu Respons Warganet Indonesia

By Aga GustianaJumat, 1 Agustus 2025 08:13 WIB2 Mins Read
Mark Odea
Konten kreator Malaysia-Inggris memperkenalkan batik kepada para pemain film "The Fantastic Four: First Steps". (Foto: X/@rottoens)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komentar dari konten kreator Malaysia-Inggris, Mark O’dea, mengenai batik kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Saat menghadiri acara promosi film The Fantastic Four: First Steps di Sydney, Mark menyebut batik sebagai bagian dari “tradisi Malaysia”. Ucapannya ini langsung memancing reaksi dari publik Indonesia, khususnya pengguna media sosial.

Banyak warganet Indonesia menyayangkan pernyataan tersebut karena dianggap mengabaikan akar budaya batik yang kuat berasal dari Jawa. Menurut mereka, penyebutan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman terkait asal-usul warisan budaya tersebut.

Mark O’dea Klarifikasi: Tak Klaim Kepemilikan

Merespons reaksi warganet, Mark memberikan penjelasan melalui kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @markodea8. Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengklaim batik sebagai milik Malaysia, melainkan sekadar menyebut bahwa batik juga dikenal dan digunakan secara luas di Malaysia.

“Batik memang sangat tradisional di Malaysia. Saya tidak pernah mengklaim atau menyatakan kepemilikan,” tulisnya.

Baca Juga:  Tak Terima Keputusan FIFA, FAM Siap Gugat ke CAS Soal Skandal Naturalisasi Malaysia

Mark juga menjelaskan bahwa kehadirannya di acara tersebut tidak mewakili institusi atau negara mana pun. Ia menyebut dirinya hanya beruntung bisa hadir dan mewawancarai para pemeran film tersebut.

Reaksi Netizen: Antara Kritik dan Ajakan Bijak

Meski klarifikasi telah disampaikan, sejumlah netizen tetap menyuarakan kritik. Salah satu akun menyebut, “Kalau memang bukan dari Jawa, seharusnya tidak memakai istilah ‘batik’. Kata itu sendiri berasal dari bahasa Jawa,” tulis akun @idcham.

Baca Juga:  TikToker Malaysia Bikin Heboh, Hilang di Hutan Bandung Ternyata Cuman Konten

Akun lain, @laskalabatik, mengingatkan bahwa batik telah mendapat pengakuan dari dunia internasional sebagai bagian dari budaya Indonesia.

“UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda milik Indonesia sejak 2009,” ujarnya.

Namun, tak sedikit pula yang mencoba mengajak publik untuk memandang pernyataan tersebut dari sudut pandang yang lebih luas. Salah satu pengguna, @dzrfnn, menyatakan bahwa Mark tidak pernah menyebut batik sebagai milik eksklusif Malaysia.

Baca Juga:  Harumkan Unisba, Ervina Rizqi Raih Gelar ‘Best Delegate’ di Internasional Volunteer di Malaysia

“Budaya bisa melampaui batas negara. Yang penting adalah apresiasi, bukan klaim,” tulisnya.

Pengingat Pentingnya Edukasi Budaya

Perdebatan ini mencerminkan betapa pentingnya pemahaman akan akar budaya saat berbicara di ruang publik. Tanpa pengetahuan sejarah yang memadai, niat untuk mengapresiasi bisa disalahartikan sebagai klaim sepihak. Sebagai warisan budaya yang kaya, batik memang sudah menyebar lintas negara—namun asal-usul dan pengakuan historisnya tetap perlu dihargai.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

batik budaya Indonesia kontroversi batik Malaysia Mark O’dea Netizen Indonesia UNESCO warisan budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital

Bioskop Heboh! 9 Film Indonesia Maret 2026 Siap Temani Libur Lebaran

Link Telegram Video 1 Menit 56 Detik ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Tanpa Sensor di Kebun Sawit Heboh, Klaim Full Version

Harga Emas Pegadaian Senin 23 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Stagnan, Waktunya Beli atau Jual?

Siapa Jeni Rahmadial? Intip Profil Eks Finalis Puteri Indonesia Riau yang Tengah Viral

Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten

Terpopuler
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh Video Viral Ukhti Mukena Pink, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor? Ini Faktanya
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.