bukamata.id – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, belum sepenuhnya nyaman meski timnya kini berada di puncak klasemen sementara Super League musim 2025/26.
Maung Bandung mulai merenggangkan jarak dengan tim pesaing, unggul tiga poin atas Persija Jakarta di posisi kedua dan empat angka dari Borneo FC, yang baru saja kalah di markas Dewa United.
Namun, Bojan Hodak menekankan bahwa kompetisi liga domestik Indonesia sangat berbeda dengan liga di negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Menurutnya, liga di Malaysia dan Thailand terasa lebih mudah diprediksi karena adanya tim ‘dinasti’ yang selalu dominan.
“Liga Malaysia terasa membosankan karena Johor Darul Ta’zim terlalu kuat. Begitu juga Liga Thailand, Buriram United selalu berkuasa sejak musim 2021-22. Sementara di Indonesia, setiap pertandingan selalu menantang dan sulit ditebak,” jelas Bojan Hodak.
Persaingan Juara yang Sulit Diprediksi
Pelatih asal Kroasia ini menekankan bahwa meski Persib berhasil menjadi juara dalam dua musim terakhir, kompetisi di Indonesia tetap ketat.
“Saya sudah katakan berulang kali bahwa kompetisi di Indonesia sangat sulit, terutama bermain di laga tandang dengan perjalanan panjang. Semua tim bisa saling mengalahkan, bahkan tim dari posisi terbawah pun bisa mengejutkan. Musim lalu kami beberapa kali kehilangan poin dari tim papan bawah,” ujarnya.
Bojan menambahkan bahwa kemenangan tim lain, seperti kekalahan Borneo FC, memang membantu Persib, tetapi fokus utama tetap pada kinerja tim sendiri.
“Bagi kami, tentunya bagus ketika Borneo kalah, tapi kami harus tetap fokus pada tim sendiri,” tegasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










