Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Federico Barba Jadi Rebutan Klub Eropa, Sampdoria Siap Bajak Bek Andalan Persib

Kamis, 4 Juni 2026 18:50 WIB

Rok Hijau Tosca Viral Jadi Buruan Warganet, Benarkah Ada Video 2 Menit 21 Detik?

Kamis, 4 Juni 2026 18:42 WIB

The Real Mengayomi! Aksi Briptu Rifqi Sulap Kaum Marginal Jadi ‘Ganteng Maksimal’

Kamis, 4 Juni 2026 16:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Federico Barba Jadi Rebutan Klub Eropa, Sampdoria Siap Bajak Bek Andalan Persib
  • Rok Hijau Tosca Viral Jadi Buruan Warganet, Benarkah Ada Video 2 Menit 21 Detik?
  • The Real Mengayomi! Aksi Briptu Rifqi Sulap Kaum Marginal Jadi ‘Ganteng Maksimal’
  • Jadi Andalan Bojan Hodak, 5 Pemain Persib Ini Catat Menit Bermain Fantastis
  • Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya
  • Prediksi Prancis vs Pantai Gading: Mbappe Siap Pimpin Les Bleus di Nantes
  • Betrand Peto Ungkap Kenangan Pahit, Bela Ruben Onsu di Tengah Konflik dengan Sarwendah
  • Bursa Transfer Panas, Persib Bandung Mulai Bergerak Diam-Diam
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 4 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dunia di Ambang Perang, SBY Beri Peringatan Keras: Indonesia Jangan Lugu dan Merasa Aman!

By Aga GustianaSelasa, 24 Februari 2026 13:24 WIB3 Mins Read
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Instagram/@pdemokrat).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan peringatan keras terkait eskalasi ketegangan global yang kini berada di titik nadir. Dalam pandangannya, tatanan dunia saat ini sedang menyeret kemanusiaan ke ambang Perang Dunia III, dan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton yang merasa aman di zona nyaman.

Pesan tajam ini disampaikan SBY saat mengisi kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Ia membedah bagaimana pergeseran kekuasaan dari era Perang Dingin hingga ambisi negara adidaya saat ini telah menciptakan disrupsi yang membahayakan kedaulatan negara-negara berkembang.

Tarik-Menarik Kutub Kekuasaan

SBY menyoroti fenomena “nostalgia” Amerika Serikat yang ingin kembali menjadi penguasa tunggal (unipolar), di saat dunia seharusnya sudah bergerak menuju sistem multipolar yang lebih seimbang.

“Kemudian, yang berikutnya lagi ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, ya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya Perang Dingin dulu bipolar, Blok Barat, Blok Timur,” kata SBY.

Baca Juga:  Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung Tanduk, Ketegangan Timur Tengah Kian Membara

Menurut sang jenderal purnawirawan, meski realitas saat ini melibatkan banyak pemain besar seperti Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga blok BRICS, ambisi untuk mendominasi tetap menjadi pemicu konflik.

“Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucapnya.

Ia menilai AS masih berupaya menjadi pemain tunggal di panggung global. “Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger,” tuturnya.

Kritik terhadap Sikap ‘Naif’ Nasional

Hal yang paling ditekankan SBY adalah bahaya sikap apatis masyarakat dan pemerintah yang merasa Indonesia akan kebal dari dampak perang. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang saling terhubung (interconnected), tidak ada satu pun negara yang benar-benar bisa mengisolasi diri dari kehancuran global.

Baca Juga:  Polemik Tarif Selat Malaka: Mengapa Indonesia Tak Bisa Tarik Pungutan Sembarangan?

“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” tegas SBY.

Ia memperingatkan bahwa tanpa strategi navigasi yang matang dalam hubungan internasional, Indonesia hanya akan menjadi sasaran empuk kepentingan negara besar. “Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga,” imbuhnya.

SBY menutup argumennya dengan meminta Indonesia berhenti merasa aman hanya karena tidak memiliki musuh secara langsung. “Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don’t say that, karena sudah memang kacau seperti ini,” ucap dia.

Baca Juga:  11 Negara Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia III, Nomor 7 Mengejutkan

Transformasi Pertahanan: Bukan Lagi Era Gerilya Tradisional

Selain diplomasi, SBY menyoroti urgensi modernisasi alutsista, terutama kekuatan udara (Air Power). Ia mempertanyakan kesiapan Indonesia jika serangan udara tiba-tiba menghantam pusat-pusat strategis nasional.

“Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan? Ayo,” tantang SBY kepada para audiens.

Ia menegaskan bahwa doktrin perang telah berubah total. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi pertahanan pulau atau gerilya darat di tengah gempuran teknologi militer mutakhir.

“Jadi ini modern era, modern warfare, modern technology, modern doctrine. Semuanya harus siap, kalau hybrid itu ya intinya tidak memilih, semuanya harus siap kita lakukan. Intinya begitu,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

geopolitik Lemhannas perang dunia 3 Pertahanan Nasional SBY
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sadis! Lansia di Cigadung Ditodong Cutter, Polisi Ungkap Modusnya

Punya Aset Rp9 Miliar, Segini Rincian Kekayaan Eks Kepala Badan Gizi Dadan Hindayana

Viral! Truk Box Tabrak Palang Pintu KA di Cimindi, Perlintasan Sempat Terganggu

Ogah Pikirkan Pemulihan Nama Baik Pasca-SP3, Erwin Pilih Pasrahkan Derajatnya pada Ketetapan Allah

Pasca-SP3 Kejari Bandung: Erwin Akui Tetap Kerja Senyap dan Langsung Sowan ke Pimpinan Pesantren

Kasus Korupsinya Disetop, Erwin Apresiasi Kejari Bandung hingga Siap Gas Pol Lagi

Terpopuler
  • Video Rok Hijau Tosca di Dapur Viral! Ini Fakta Sebenarnya di TikTok
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau 3 Menit’ Viral, Link Mencurigakan Mulai Menjebak Warganet
  • Rok Hijau Tosca Viral Gegerkan TikTok, Link Asli Bikin Penasaran Warganet
  • Nama Vell Mendadak Trending Lagi, Benarkah Ada Video Viral Berdurasi 10 Menit?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.