Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

Rabu, 11 Maret 2026 10:26 WIB

Big Match Liga Champions! Prediksi Real Madrid vs Man City, Siapa Menang di Bernabeu?

Rabu, 11 Maret 2026 09:50 WIB

50 Ucapan Idul Fitri 2026 Terlengkap: Dari yang Paling Menyentuh Hingga Lucu untuk Status WA!

Rabu, 11 Maret 2026 09:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot
  • Big Match Liga Champions! Prediksi Real Madrid vs Man City, Siapa Menang di Bernabeu?
  • 50 Ucapan Idul Fitri 2026 Terlengkap: Dari yang Paling Menyentuh Hingga Lucu untuk Status WA!
  • Chopper Akhirnya Muncul! Inilah Momen Paling Haru di Ending One Piece Live Action Season 2 yang Bikin Fans Mewek
  • BI Kucurkan Rp185,6 Triliun untuk Lebaran 2026: Cek Cara Tukar Uang Baru Via PINTAR
  • Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ di TikTok, Warganet Diingatkan Waspada Link Berbahaya
  • Rekor Bersih Persib di Kandang dan Tantangan Zona Juara Menuju Laga Selanjutnya
  • Masuk 21 Ramadhan! Cek Jadwal Imsakiyah Bandung Raya Hari Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 11 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dunia di Ambang Perang, SBY Beri Peringatan Keras: Indonesia Jangan Lugu dan Merasa Aman!

By Aga GustianaSelasa, 24 Februari 2026 13:24 WIB3 Mins Read
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Instagram/@pdemokrat).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), melontarkan peringatan keras terkait eskalasi ketegangan global yang kini berada di titik nadir. Dalam pandangannya, tatanan dunia saat ini sedang menyeret kemanusiaan ke ambang Perang Dunia III, dan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton yang merasa aman di zona nyaman.

Pesan tajam ini disampaikan SBY saat mengisi kuliah umum di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). Ia membedah bagaimana pergeseran kekuasaan dari era Perang Dingin hingga ambisi negara adidaya saat ini telah menciptakan disrupsi yang membahayakan kedaulatan negara-negara berkembang.

Tarik-Menarik Kutub Kekuasaan

SBY menyoroti fenomena “nostalgia” Amerika Serikat yang ingin kembali menjadi penguasa tunggal (unipolar), di saat dunia seharusnya sudah bergerak menuju sistem multipolar yang lebih seimbang.

“Kemudian, yang berikutnya lagi ini urusan kerja sama ekonomi, urusan perdagangan internasional, ya memang sudah terjadi pergeseran, sebetulnya Perang Dingin dulu bipolar, Blok Barat, Blok Timur,” kata SBY.

Baca Juga:  Momen SBY Tak Salami Kapolri Viral, Demokrat Tegaskan Tak Ada Masalah

Menurut sang jenderal purnawirawan, meski realitas saat ini melibatkan banyak pemain besar seperti Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, hingga blok BRICS, ambisi untuk mendominasi tetap menjadi pemicu konflik.

“Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS. Sadarilah kita hidup dalam tatanan multipolar,” ucapnya.

Ia menilai AS masih berupaya menjadi pemain tunggal di panggung global. “Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger,” tuturnya.

Kritik terhadap Sikap ‘Naif’ Nasional

Hal yang paling ditekankan SBY adalah bahaya sikap apatis masyarakat dan pemerintah yang merasa Indonesia akan kebal dari dampak perang. Ia mengingatkan bahwa dalam dunia yang saling terhubung (interconnected), tidak ada satu pun negara yang benar-benar bisa mengisolasi diri dari kehancuran global.

Baca Juga:  SBY kepada Kader Demokrat: Jangan Umbar yang Janji Muluk-Muluk

“Apakah kita tidak fokus ke dalam negeri saja, Pak? Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin. Saya berikan contoh perang dunia kedua, kita tidak ikut-ikutan, jadi korban juga,” tegas SBY.

Ia memperingatkan bahwa tanpa strategi navigasi yang matang dalam hubungan internasional, Indonesia hanya akan menjadi sasaran empuk kepentingan negara besar. “Ini kalau yang menentukan negara-negara tertentu, negara besar dulu tidak ikut G20, ya kita bisa berbuat apa? Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga,” imbuhnya.

SBY menutup argumennya dengan meminta Indonesia berhenti merasa aman hanya karena tidak memiliki musuh secara langsung. “Kita tidak boleh naif dan tidak boleh seolah-olah tidak akan tersentuh kita. Kita tidak punya masalah kok, don’t say that, karena sudah memang kacau seperti ini,” ucap dia.

Baca Juga:  Indonesia di Persimpangan Orbit: Mendesak Strategi Antariksa Nasional di Tengah Rivalitas Global

Transformasi Pertahanan: Bukan Lagi Era Gerilya Tradisional

Selain diplomasi, SBY menyoroti urgensi modernisasi alutsista, terutama kekuatan udara (Air Power). Ia mempertanyakan kesiapan Indonesia jika serangan udara tiba-tiba menghantam pusat-pusat strategis nasional.

“Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan? Ayo,” tantang SBY kepada para audiens.

Ia menegaskan bahwa doktrin perang telah berubah total. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan strategi pertahanan pulau atau gerilya darat di tengah gempuran teknologi militer mutakhir.

“Jadi ini modern era, modern warfare, modern technology, modern doctrine. Semuanya harus siap, kalau hybrid itu ya intinya tidak memilih, semuanya harus siap kita lakukan. Intinya begitu,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

geopolitik Lemhannas perang dunia 3 Pertahanan Nasional SBY
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

25 Tahun Mengabdi Gaji 500 Ribu, Penjaga Sekolah Ini Jalan Kaki 9KM dan Tinggal di Rumah Reyot

Masuk 21 Ramadhan! Cek Jadwal Imsakiyah Bandung Raya Hari Ini

H-3 Lebaran Jadi Puncak Arus Mudik, 8,9 Juta Warga Jabar Diperkirakan Berangkat

The Ultimate10K Series Powered by bank bjb

Jelajahi Jawa Lewat Lari! bank bjb Hadirkan “The Ultimate10K Series” di 4 Kota Besar Sepanjang 2026

Investor Serbu Sustainability Bond bank bjb, Permintaan Tembus Rp932,4 Miliar

bank bjb Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Lomba Lari Trail Semarang Mountain Race 2026

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral ‘Ukhti Mukena Pink’ Tanpa Sensor, Begini Fakta yang Perlu Kamu Tahu!
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Viral Link Video Ukhti Mukena Pink No Sensor, Waspada Jebakan Batman!
  • Viral Video ‘Chindo Adidas’, Ada Link Full 17 Menit?
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Ukhti Mukena Pink No Sensor Jadi Trending, Tapi Ini Risiko Serius di Balik Klik Link
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.