Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

SKAKMAT! Influencer Ini Ketahuan Bohong? CCTV Bongkar Dugaan Konten Palsu di Showroom Mobil

Jumat, 24 April 2026 09:12 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 April 2026: Dapatkan Card Pack Spesial dan Jutaan Coins Gratis

Jumat, 24 April 2026 08:17 WIB

Polemik Tarif Selat Malaka: Mengapa Indonesia Tak Bisa Tarik Pungutan Sembarangan?

Jumat, 24 April 2026 07:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • SKAKMAT! Influencer Ini Ketahuan Bohong? CCTV Bongkar Dugaan Konten Palsu di Showroom Mobil
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 April 2026: Dapatkan Card Pack Spesial dan Jutaan Coins Gratis
  • Polemik Tarif Selat Malaka: Mengapa Indonesia Tak Bisa Tarik Pungutan Sembarangan?
  • Gebrakan KDM! Sulap Kawasan Monju Jadi ‘Bundaran HI’ Bandung, Klaim Jitu Urai Macet Pasteur!
  • Klaim Segera! Kode Redeem FF 24 April 2026: Peluang Dapat Skin M1887 dan Diamond Gratis Hari Ini
  • Buruan Klaim! Deretan Kode FF Hari Ini Bikin Inventory Auto Sultan
  • Wajib Tahu! Cara dan Syarat Ambil Tiket Persib vs Arema di GBLA
  • Rasa Penasaran Bisa Berujung Celaka, Link Video 7 Menit ‘Ibu Tiri’ Diduga Sarang Peretasan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 24 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Polemik Tarif Selat Malaka: Mengapa Indonesia Tak Bisa Tarik Pungutan Sembarangan?

By Aga GustianaJumat, 24 April 2026 07:37 WIB3 Mins Read
Selat Malaka. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wacana pengenaan tarif bagi kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Malaka kembali mencuat ke permukaan. Gagasan yang dilempar oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini seketika memicu gelombang reaksi, terutama dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang secara tegas menyatakan penolakan.

Meskipun terlihat sebagai peluang ekonomi yang menggiurkan bagi kas negara, rencana ini nyatanya terbentur tembok tebal aturan hukum laut internasional. Mengapa Indonesia tidak bisa serta-merta mengomersialisasi jalur laut tersibuk di dunia ini? Berikut adalah bedah tuntasnya.

1. Belajar dari Selat Hormuz? Perbandingan yang Kurang Tepat

Munculnya ide ini sering kali dikaitkan dengan kebijakan Iran di Selat Hormuz. Namun, para pakar menilai analogi tersebut tidak bisa diterapkan di Selat Malaka. Selat Malaka memiliki karakteristik hukum dan geopolitik yang jauh berbeda, di mana stabilitas navigasi global menjadi harga mati bagi perdagangan dunia.

Baca Juga:  Upaya Indonesia Jadi Tuan Rumah Pildun U-20 2025, Menpora Adakan Rapat dengan Singapura

2. Terikat Aturan UNCLOS: Hak Transit Passage

Landasan utama yang menggagalkan ambisi pemungutan biaya ini adalah UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Sebagai konvensi hukum laut PBB, UNCLOS menetapkan status Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional dengan prinsip transit passage.

  • Kebebasan Navigasi: Kapal dari negara mana pun berhak melintas tanpa hambatan dan tanpa syarat biaya.
  • Larangan Hambatan: Negara pantai (Indonesia, Malaysia, Singapura) dilarang menghentikan atau memungut retribusi atas hak lintas transit tersebut.

Poin Penting: Berbeda dengan Terusan Suez atau Panama yang merupakan kanal buatan manusia (infrastruktur), Selat Malaka adalah jalur alami. Hukum internasional hanya mengizinkan pemungutan biaya pada infrastruktur buatan yang memerlukan biaya perawatan konstruksi.

3. Posisi Dilematis Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Indonesia berada dalam posisi yang unik sekaligus sensitif. Di satu sisi, kita memiliki garis pantai terpanjang di sepanjang selat tersebut. Di sisi lain, kedaulatan Indonesia sebagai Negara Kepulauan justru sangat bergantung pada kepatuhan terhadap UNCLOS.

Baca Juga:  Hadir di Singapura, Tomoro Coffee Suguhkan Kopi Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Jika Indonesia melanggar aturan konvensi ini dengan menarik tarif sepihak, hal itu bisa menjadi bumerang yang mengancam pengakuan internasional terhadap status negara kepulauan kita sendiri.

4. Dominasi Singapura dan Kerja Sama Trilateral

Secara operasional, pengelolaan Selat Malaka bukan hanya soal wilayah, tapi juga teknologi dan pengawasan.

  • Singapura memiliki sistem pemantauan lalu lintas kapal yang sangat canggih.
  • Malaysia memegang titik strategis di wilayah sempit yang padat.
  • Indonesia berperan besar dalam patroli keamanan bersama.
Baca Juga:  Menanti Vonis FIFA: Nasib Malaysia di Ujung Tanduk, FAM Bakal Banding ke CAS?

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, menegaskan bahwa navigasi bebas adalah hak hukum yang dijamin dunia, bukan jasa komersial yang bisa diperjualbelikan.

Kesimpulan: Jalan Tengah Melalui Konsensus

Meski secara ekonomi Selat Malaka sangat vital bagi perdagangan global, setiap perubahan kebijakan di wilayah ini wajib melalui konsensus regional. Langkah sepihak hanya akan menciptakan ketegangan diplomatik dan ketidakpastian hukum di mata internasional.

Hingga saat ini, kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus logistik di selat yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Asia Timur ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ekonomi Nasional geopolitik Hukum Laut Internasional Malaysia selat malaka Singapura UNCLOS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gebrakan KDM! Sulap Kawasan Monju Jadi ‘Bundaran HI’ Bandung, Klaim Jitu Urai Macet Pasteur!

Jamkrida Jabar Klaim Laba 2025 Meroket, Dewan: Tunggu Hasil Audit!

Air Mata Sang Ketua DPRD Magetan: Perjalanan Karier Suratno yang Berakhir di Balik Rompi Pink Kejaksaan

Ilustrasi Cuaca di Bandung

Siaga! Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Jabar hingga 29 April 2026

Tragedi Selfie di Kokpit: Menguak Rahasia Performa Pesawat Tempur F-15K Slam Eagle

JNE Gelar Workshop Kreatif di Unpad, Dorong Mahasiswa Tuangkan Ide Jadi Karya Bermakna

Terpopuler
  • Ole Romeny
    Rumor Transfer Persib: Skenario Gila Datangkan Ole Romeny dan Lepas Eliano ke Eropa
  • Rumor Transfer Persib: Antara Ronald Koeman Jr yang Dilirik Raksasa Belanda dan Kode Keras untuk Kadu
  • Shock Transfer! Persib Incar Striker 62 Gol, Ini Dampaknya ke Skuad
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Full No Sensor’ Viral, Ternyata Ancaman Serius Siber
  • Bursa Transfer Panas! Nama Besar Masuk-Keluar dari Persib Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.