bukamata.id – Influencer muda asal Indonesia yang kini menetap di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung, kembali menarik perhatian publik lewat pesan emosional yang disampaikannya kepada jutaan pengikut.
Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya, @salsaer, pada Senin (1/9/2025), Salsa menyampaikan rasa haru atas dukungan masyarakat yang tak henti mengkhawatirkan keselamatannya di tengah memanasnya situasi politik nasional.
“Teman-teman, aku mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dari kalian dan kekhawatiran kalian untuk selalu ngecek apakah aku baik-baik aja, apakah aku aman dan bahkan kadang-kadang kalau aku nggak ngepost story atau nggak ngepost reels gitu ya teman-teman langsung kayak apakah ini aman enggak dan kalian mulai kontak ke orang-orang terdekat aku gitu, aku merasa sangat terharu ya dan merasa sangat disayang gitu sama kalian,” ujar Salsa.
Meditasi untuk Menenangkan Diri
Salsa bercerita bahwa ia melakukan meditasi dan menyepi ke alam untuk menenangkan diri sekaligus menyeimbangkan energi di tengah tekanan yang dihadapinya. Dari hasil renungan itu, ia menitipkan pesan mendalam kepada masyarakat.
“Kalau sampai ada apa-apa yang terjadi kepada aku, aku titipkan kepada kalian segala perjuangan-perjuangan untuk benar-benar membangun bangsa kita, sampai bisa menjadi bangsa yang maju sesuai dengan potensi yang kita miliki,” tegasnya.
“Dan kalau benar itu terjadi, kalian nggak usah khawatir, karena aku akan merasa sangat bangga dengan diriku karena aku berhasil sampai akhir nafasku mempertahankan moral-moral dan prinsip dalam hidupku, yaitu kejujuran dan juga akuntabilitas,” tambahnya.
Rakyat Sudah Membawa Perubahan
Dalam pernyataannya, Salsa menegaskan bahwa perjuangan rakyat tidak sia-sia. Ia menyebut sudah ada banyak pencapaian yang diraih dari aksi-aksi masyarakat.
“Pertama, kita sudah berhasil membongkar kebobrokan pemerintah. Kedua, suara-suara yang telah kita sampaikan juga sudah membawa banyak perubahan. Kapolri, Presiden, semua bergerak cepat untuk mengadili oknum yang telah menghilangkan nyawa pahlawan demokrasi kita,” jelasnya.
“Ketiga, Aku melihat beberapa hari ini pemerintah lebih cepat dibandingkan beberapa tahun ini ya, karena mulai tuh, Oh iya, tiba-tiba fraksi ini, fraksi itu menyetujui penghapusan, tunjangan-tunjangan dan lain sebagainya, kemana aja mereka semua? karena apa? perubahan hanya bisa terjadi saat terus kita tekan dan ada konsekuensi kalau mereka tidak melakukannya,” lanjutnya.
Meski begitu, ia menekankan bahwa perjuangan masih panjang. Perubahan hanya akan nyata jika konsistensi rakyat terus terjaga.
Titip Perjuangan kepada Rakyat
Di akhir pesannya, Salsa menegaskan bahwa perjuangan ini tidak boleh berhenti. Ia menitipkan amanah besar kepada seluruh rakyat Indonesia.
“Apapun yang terjadi kepadaku, aku titipkan perjuangan ini kepada kalian, 280 juta masyarakat Indonesia. Jangan pernah lagi kita jadi generasi yang mau melakukan korupsi, arogan, gila hormat, dan feodal. Putus mata rantai budaya bobrok yang menghancurkan bangsa kita. Bersama-sama kita bisa,” pungkasnya.
Salsa juga menyinggung 12 tuntutan rakyat yang menurutnya harus terus diperjuangkan hingga tenggat 5 September tengah malam.
12 Tuntutan Rakyat
Diberitakan sebelumnya, nama influencer muda asal Indonesia yang kini menetap di Denmark, Salsa Erwina Hutagalung, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya viral karena berani menantang anggota DPR Ahmad Sahroni untuk debat terbuka, kali ini ia melontarkan 12 tuntutan rakyat yang ditujukan langsung kepada DPR RI dan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @salsaer pada Jumat (29/8/2025), Salsa mengajak masyarakat untuk menyuarakan aspirasi bersama. Ia menulis, “Teman-teman, apakah setuju dengan draft tuntutan (belum final) ini kepada pemerintah untuk dilaksanakan maksimal 7 hari ke depan? Kalau tidak, kita hapus. Kalau iya, kita lanjutkan!”
Kemudian, pada Sabtu (30/8/2025), Salsa kembali mengunggah versi final daftar tuntutan rakyat dan menandai akun resmi DPR RI serta Presiden Prabowo Subianto. Postingan itu semakin ramai diperbincangkan, mencatat 513 ribu likes dan lebih dari 10 ribu komentar hanya dalam hitungan jam.
Dalam unggahan tersebut, Salsa menegaskan bahwa seluruh tuntutan harus dijawab paling lambat pada 5 September 2025 pukul 23:59 WIB. Jika tidak, ia mempertanyakan apakah DPR dan pemerintah masih pantas disebut sebagai wakil rakyat.
“Jangan biarkan kekacauan ini berlanjut. Kita semua marah dan murka dengan cara kalian menjalankan pemerintahan. Sekarang bola ada di tangan kalian. Bisakah memenuhi tuntutan ini? Hidup rakyat Indonesia, kita semua berhak hidup layak di negara yang adil, bebas korupsi, dan berpihak kepada rakyat!” tulis Salsa.
Gelombang Kemarahan Rakyat
Situasi sosial politik di Indonesia belakangan ini memanas. Gelombang demonstrasi besar-besaran pecah di berbagai daerah. Ungkapan “tak ada asap jika tak ada api” sangat tepat untuk menggambarkan kondisi saat ini. Rakyat turun ke jalan bukan tanpa alasan, melainkan karena akumulasi rasa kecewa terhadap perilaku para wakil rakyat dan aparat.
Salah satu pemicu kemarahan publik adalah insiden memilukan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan. Affan tewas setelah dilindas mobil rantis Brimob Polri pada Kamis (28/8/2025) malam di Jakarta. Peristiwa itu ibarat bensin yang menyulut api, membuat amarah masyarakat semakin tak terbendung.
Di sisi lain, pernyataan kontroversial sejumlah anggota DPR juga memperkeruh keadaan. Publik menilai gaya komunikasi mereka justru melecehkan rakyat yang sedang melayangkan kritik. Mulai dari kenaikan tunjangan jumbo anggota DPR, aksi joget-joget di gedung parlemen, hingga klarifikasi yang dianggap tidak sensitif, semuanya menjadi bahan bakar kemarahan rakyat.
Nama-nama seperti Eko Patrio dan Uya Kuya, dua legislator berlatar belakang artis, dinilai melecehkan rakyat dengan kembali membuat konten joget saat kritik menguat soal tunjangan DPR. Sementara itu, Nafa Urbach yang juga anggota DPR dari NasDem, memicu polemik setelah membandingkan kesulitannya bepergian dari Bintaro ke Senayan dan menyebut tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan wajar diberikan agar bisa tinggal dekat gedung DPR. Pernyataan itu dinilai gagal membaca situasi hingga akhirnya ia meminta maaf.
Kemarahan publik semakin meluas ketika Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina rakyat. Saat menanggapi seruan “Bubarkan DPR” di Medan pada Jumat (22/8/2025), ia menyebut:
“Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia.”
Tak berhenti di situ, Sahroni juga sempat menyebut anak-anak SMA yang ikut berdemo sebagai “brengsek.” Ucapan-ucapan kasar ini memicu kemarahan publik yang berujung pada aksi demonstrasi besar pada 25 dan 28 Agustus 2025.
Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










