bukamata.id – Ternyata ada yang selamat dan berhasil bertahan dari ledakan dahsyat bom nuklir ‘Little Boy’ yang dijatuhkan di Hiroshima.
Makhluk hidup itu adalah pohon Ginkgo biloga, yang berdiri sekitar satu km lebih dari pusat ledakan. Kendati daun-daunnya berguguran dan ranting-rantingnya hangus akibat ledakan, namun pohon itu hidup dan kembali beberapa bulan.
Sejak itu, kisah Ginkgo biloba menjadi terkenal. Terdapat enam pohon ini yang masih hidup, pohon-pohon ini juga disebut sebagai fosil hidup.
Alasan disebutnya fosil hidup karena Ginkgo biloga berasal dari 290 juta tahun yang lalu pada periode Permain, periode kepunahan massal yang sangat parah hingga mengakibatkan 96% dari semua spesies laut dan sekitar tiga dari empat spesies di daratan mati, hutan-hutan musnah dan tidak hidup kembali hingga 10 juta tahun kemudian.
Dari lima kepunahan massal, Permian-Trias adalah satu-satunya yang mengakibatkan sejumlah besar spesies serangga punah. Evolusinya begitu berat sehingga butuh waktu empat hingga delapan juta tahun bagi ekosistem laut untuk pulih.
Periode ini bahkan mendahului masa ketika dinosaurus menjelajahi Bumi. Ginkgo biloba bertahan dan tetap sama selama ribuan tahun dengan struktur daun berbentuk kipas.
Mereka berkembang biak di seluruh Laurasia, anak benua utara, selama jutaan tahun hingga kepunahan Cretaceous-Paleogen yang memusnahkan dinosaurus.
Banyak spesies yang punah, tetapi Ginkgo tetap kuat. Pada akhir Pleistosen, mereka terisolasi dari populasi di China. Mereka bisa saja menghadapi kepunahan, tetapi mereka diselamatkan karena ketahanan mereka, dan yang mengejutkan, manusia membantu mereka mengatasi tantangan tersebut.
Fosil hidup tersebut diduga telah punah di alam liar hingga awal abad ke-20, tetapi ditemukan berkembang biak ketika populasi kecilnya ditemukan kembali di daerah terpencil di China. Para peneliti berspekulasi bahwa mereka diawetkan oleh para biksu Buddha.
Saat ini, pohon yang telah melewati Zaman Es, kepunahan massal, dan ribuan perubahan lingkungan yang dialami Bumi ini tersebar luas di jalan-jalan kota, taman, dan beberapa tempat lain di seluruh dunia.
Kemampuan mereka menoleransi racun lingkungan, terutama dari sesuatu yang mematikan seperti bom nuklir, sangat penting di dunia yang sangat tercemar oleh polusi, hama, dan cuaca buruk di zaman sekarang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









