Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Sabtu, 20 Juni 2026 16:40 WIB

Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding

Sabtu, 20 Juni 2026 16:10 WIB

Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng

Sabtu, 20 Juni 2026 15:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya
  • Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Pesan Religiusnya Bikin Merinding
  • Viral! Liburan Berujung Panik, Sejumlah Mobil Terjebak Gelombang Pasang di Pantai Ujung Genteng
  • Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara
  • Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat
  • Terungkap! Ini Penyebab Utama Pemadaman Listrik Bergilir yang Landa Sejumlah Wilayah Jawa Barat
  • Rayakan Ultah ke-19, DPRD Jabar Soroti Kemajuan Infrastruktur Bandung Barat Selatan
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Temuan Fosil Tinja Ungkap Alasan Dinosaurus Berkuasa di Bumi

By Aga GustianaSabtu, 28 Desember 2024 16:36 WIB2 Mins Read
Penemuan fosil tinja dinosaurus. (Foto: Arsip Grzegorz Niedzwiedzki via Journal Nature)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ahli paleontologi berhasil mengungkap alasan mengapa dinosaurus bisa berkuasa di bumi lewat penemuan fosil tinja.

Diketahui, dinosaurus sempat menguasai Bumi pada ratusan juta tahun yang lalu sebelum manusia menghuni planet ini. Dinosaurus memiliki berbagai jenis dan ukuran yang besar.

Paleontolog dari Universitas Uppsala, Swedia, Martin Qvarnström berpendapat fosil tinja yang dikenal sebagai bromalit menyimpan banyak informasi paleoekologi yang sering diabaikan.

“Kita tahu banyak tentang kehidupan dan kepunahan mereka, tetapi tidak tahu bagaimana mereka muncul,” ujarnya.

Martin bersama rekannya melakukan studi dengan memanfaatkan lebih dari 500 bromalit yang dikumpulkan dari cekungan Polandia selama 25 tahun terakhir. Fosil-fosil tersebut berasal dari periode Trias Akhir hingga Jura Awal, antara 247 hingga 200 juta tahun yang lalu.

Baca Juga:  Dua Pria Ini Tak Sengaja Temukan Fosil Telur Dinosaurus Langka saat Liburan

Bromalit ini mencakup hasil tinja dan muntahan, yang masing-masing dikenal sebagai korpolit dan regurgitalit.

Dari hasil penelitian menunjukan jika ukuran dan variasi bromalit ini meningkat seiring waktu. Hal ini mengindikasikan kehadiran hewan yang lebih besar dan pola makan yang lebih beragam.

Melalui teknologi pemindaian 3D menggunakan fasilitas radiasi sinkrotron di Grenoble, Prancis, para ilmuwan mampu melihat stuktur internal fosil secara detail. Fasilitas ini menghasilkan sinar-X yang sangat kuat, memungkinkan analisis hingga tingkat molekuler.

Baca Juga:  Rangka Dinosaurus 150 Juta Tahun Terlelang Rp100 Miliar

Hasilnya, tim menemukan sisa-sisa makanan seperti ikan, serangga, tanaman, bahkan tulang hewan lain yang dihancurkan oleh predator.

“Tampak seperti kotoran yang ditinggalkan anjing Anda di taman dan sangat jelas apa itu. Dalam kasus lain, terutama herbivora, mereka lebih sulit dikenali,” kata Qvarnström.

Studi ini menyimpulkan bahwa perjalanan evolusi dinosaurus melalui lima tahapan utama. Awalnya, nenek moyang mereka adalah omnivora, memakan tumbuhan dan daging. Mereka kemudian berevolusi menjadi dinosaurus karnivora dan herbivora pertama.

Baca Juga:  Penemuan Jalur Lintasan Dinosaurus Berusia 166 Juta Tahun di Inggris

Fase penting terjadi ketika aktivitas vulkanik meningkatkan keragaman jenis tumbuhan, yang kemudian memicu kemunculan dinosaurus herbivora besar dan beragam.

Tahapan berikutnya ditandai oleh munculnya dinosaurus karnivora raksasa pada awal periode Jura, sekitar 200 juta tahun lalu. Dinosaurus mempertahankan supremasi ini hingga asteroid yang menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun lalu, memicu kepunahan massal mereka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

dinosaurus Fosil tinja
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Goncang Dunia! Kisah Miyu Pranoto, Dancer Cilik Indonesia yang Ditakuti Lawan Lintas Negara

Saep ‘Bos Copet’ Preman Pensiun Meninggal Dunia, Sempat Koma di ICU RSUD Cibabat

Garena Free Fire (FF)

Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya

Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.