Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC

Minggu, 1 November 2026 14:39 WIB

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

Minggu, 1 November 2026 14:20 WIB

Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen

Minggu, 1 November 2026 13:30 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mutombo Absen, Persib Tak Mau Ambil Risiko Jelang Lawan Kalteng FC
  • Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung
  • Marc Klok Comeback! Persib Siap Hajar Kalteng FC demi Puncak Klasemen
  • Mojang Bandung Adjeng Wulandari, Buktikan Prestasi dan Organisasi Bisa Berjalan Beriringan
  • Pesta Gol di Camp Nou, Barcelona Kudeta Atletico dari Puncak
  • Raffi Ahmad Minta Maaf Lagi! Ungkap Siapa Pengundangnya ke Bundaran HI
  • Bobotoh Merapat! Penukaran Tiket Persib vs Kalteng FC Ditutup 14.30 WIB
  • Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 1 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PPI Utrecht Sampaikan Pernyataan Sikap soal Keprihatinan Krisis Etika dan Demokrasi di Indonesia

By Putra JuangSenin, 12 Februari 2024 21:24 WIB3 Mins Read
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Utrecht. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Utrecht menyampaikan keprihatinannya atas krisis etika dan demokrasi yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2024 ini.

PPI Utrecht memandang, pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini secara konsisten menunjukkan praktik berdemokrasi yang abai etika dengan penyalahgunaan kekuasaan oleh penyelenggara negara.

“Berangkat dari situasi tersebut, kami para pelajar Indonesia di Utrecht menilai penting untuk kita secara serentak menyuarakan krisis etika dalam pesta demokrasi di Indonesia,” kata Wakil Ketua PPI Utrecht, Muhamad Andri Jauhari saat membacakan pernyataan sikap, Senin (12/2/2024).

Menurut Andri, krisis etika ini mencapai puncaknya ketika adanya pelanggaran etik terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka yang tak lain merupakan anak pertama dari Presiden Jokowi sebagai kandidat Cawapres 2024.

“Putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) No. 2/MKMK/L/11/2023 menyatakan telah terjadi pelanggaran etika berat oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, pada penanganan perkara No. 90/PUU-XXI/2023 tentang ambang batas umur Calon Presiden dan/atau Wakil Presiden,” tuturnya.

Baca Juga:  BPBD Kabupaten Bandung Distribusikan Logistik Kebencanaan, Antisipasi Bencana saat Pencoblosan

“Pelanggaran prinsip imparsialitas hakim pada perkara ini menjadi catatan penting dan menentukan kehidupan berdemokrasi di Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang,” tambahnya.

Andri mengatakan, para anggota KPU pun turut melanggengkan dosa yang sama dengan melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu. Secara sadar, mereka menihilkan nilai-nilai kecermatan dan profesionalitas dalam melaksanakan tanggung jawab jalannya roda partisipasi publik demi keberlanjutan kepemimpinan negara.

“Pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu tersebut terbukti melalui Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 135-PKE-DKPP/XII/2023, Nomor 136-PKE-DKPP/XII/2023, Nomor 137-PKE-DKPP/XII/2023, dan Nomor 141-PKE-DKPP/XII/2023,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPI Utrecht, Hanif Abdul Halim memastikan, pernyataan sikap PPI Utrech murni didasari oleh kekhawatirannya terhadap krisis etika dan demokrasi yang terjadi di Indonesia.

“Bahwa pernyataan sikap kami siang hari ini benar didasari oleh kekhawatiran kami sebagai pelajar-pelajar Indonesia di Utrech akan krisis demokrasi dan krisis etika yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2024,” ucap Hanif.

Baca Juga:  Resmikan Indonesia Arena, Jokowi: Perasaan Saya Lebih Banyak Dipakai Konser

Hanif juga memastikan, pernyataan sikap PPI Utrech tidak ditunggangi oleh pihak manapun.

“Kami bisa pastikan bahwa pernyataan sikap kami tidak ditunggangi siapapun, tidak partisan dan kami bisa pastikan ini didasari oleh kecintaan kepada bangsa kami, pada tanah air kami Indonesia,” terangnya.

Hanif mengungkapkan, pernyataan sikap PPI Utrech didasari oleh ilmu pengetahuan, diskusi yang dilakukan hingga berbulan-bulan lamanya.

“Hari ini kawan-kawan yang bergabung kami ingin menyatakan sebuah sikap yang didasari oleh ilmu pengetahuan, yang didasari oleh diskusi yang telah kami lakukan berminggu-minggu, berbulan-bulan,” jelasnya,

Hanif pun berharap, pernyataan sikap ini bisa didengar langsung oleh pemerintahan Presiden Jokowi.

“Mudah-mudahan pernyataan sikap ini tertuju untuk pihak yang kami inginkan atau kami intensikan dari awal yaitu Pemerintah Republik Indonesia dan bukan sosok personal, sosok pribadi atau sosok pasangan calon manapun,” katanya.

Baca Juga:  Ajak Rakyat Gunakan Hak Pilih pada 14 Februari, Ketum PBNU: Kita Berkuasa saat Nyoblos

Berikut ini lima point pernyataan sikap PPI Utrech yang menyatakan penolakan terhadap praktik demokrasi yang nir-etika:

1. Presiden Joko Widodo, beserta jajaran kabinetnya, dan penyelenggara negara untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan demi menguntungkan kepentingan pribadi.

2. Penyelenggara negara memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan netral dan partisipatif, untuk menjamin pemenuhan hak asasi manusia dalam pelaksanaan partisipasi publik.

3. Dewan Perwakilan Rakyat agar aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap Presiden Joko Widodo dan seluruh aparatur pemerintahan, serta memastikan pemerintahan berjalan sesuai koridor konstitusi dan hukum.

4. Aparat keamanan dan aparatur sipil negara untuk menunjukkan dan mengutamakan netralitas selama Pemilu 2024 berlangsung, dan secara aktif menjamin kebebasan berpendapat sesuai marwah berdemokrasi sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

5. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk terlibat aktif mengawal Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan kode etik dan nilai-nilai demokrasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi jokowi Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Microsleep! Brio Seruduk 3 Kendaraan di Depan UIN Bandung

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos November 2026 Cair! Satu Keluarga Bisa Dapat Rp1,5 Juta Lebih

Detik-detik Kirmir Cihampelas Jebol, Warga Panik Air Masuk Rumah

Berani Lawan Arus? Sang Gladiator Turun Gunung Bongkar Blunder Artis di Bundaran HI

Mengenang 7 Hari Wafatnya Fathan Subchi, PKB dan Masura Kabupaten Bandung Gelar Doa Bersama

Viral Foto AI Presiden Prabowo di Padalarang, Petinggi KCIC Diserbu Netizen

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.