Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Majalengka: 9 Destinasi Wisata Religi yang Penuh Misteri

Kamis, 17 September 2026 06:00 WIB

Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 17 September 2026 05:00 WIB

Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak

Kamis, 17 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menelusuri Jejak Spiritual dan Sejarah di Majalengka: 9 Destinasi Wisata Religi yang Penuh Misteri
  • Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya
  • Borneo FC Dibikin Tak Berkutik! Dewa United Cetak Dua Gol di Menit 90+ dan Rebut Puncak
  • Tak Cuma 3 Poin! Persib Bawa Pulang Bonus Rp883 Juta Usai Menang atas FC Seoul
  • Menjelajah Kelezatan Karawang: 10 Wisata Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah
  • Rekomendasi Kuliner Legendaris Garut: 4 Tempat Makan Ikonik yang Wajib Dicoba
  • Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia
  • Persib Bungkam FC Seoul 1-0, Maung Bandung Langsung Kuasai Puncak Grup E ACL Two
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 17 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

PPI Utrecht Sampaikan Pernyataan Sikap soal Keprihatinan Krisis Etika dan Demokrasi di Indonesia

By Putra JuangSenin, 12 Februari 2024 21:24 WIB3 Mins Read
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Utrecht. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Utrecht menyampaikan keprihatinannya atas krisis etika dan demokrasi yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2024 ini.

PPI Utrecht memandang, pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini secara konsisten menunjukkan praktik berdemokrasi yang abai etika dengan penyalahgunaan kekuasaan oleh penyelenggara negara.

“Berangkat dari situasi tersebut, kami para pelajar Indonesia di Utrecht menilai penting untuk kita secara serentak menyuarakan krisis etika dalam pesta demokrasi di Indonesia,” kata Wakil Ketua PPI Utrecht, Muhamad Andri Jauhari saat membacakan pernyataan sikap, Senin (12/2/2024).

Menurut Andri, krisis etika ini mencapai puncaknya ketika adanya pelanggaran etik terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka yang tak lain merupakan anak pertama dari Presiden Jokowi sebagai kandidat Cawapres 2024.

“Putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) No. 2/MKMK/L/11/2023 menyatakan telah terjadi pelanggaran etika berat oleh Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, pada penanganan perkara No. 90/PUU-XXI/2023 tentang ambang batas umur Calon Presiden dan/atau Wakil Presiden,” tuturnya.

Baca Juga:  Respon Prabowo soal Mundurnya Mahfud MD dari Menko Polhukam

“Pelanggaran prinsip imparsialitas hakim pada perkara ini menjadi catatan penting dan menentukan kehidupan berdemokrasi di Indonesia untuk 5 tahun yang akan datang,” tambahnya.

Andri mengatakan, para anggota KPU pun turut melanggengkan dosa yang sama dengan melanggar kode etik penyelenggaraan pemilu. Secara sadar, mereka menihilkan nilai-nilai kecermatan dan profesionalitas dalam melaksanakan tanggung jawab jalannya roda partisipasi publik demi keberlanjutan kepemimpinan negara.

“Pelanggaran kode etik penyelenggaraan pemilu tersebut terbukti melalui Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 135-PKE-DKPP/XII/2023, Nomor 136-PKE-DKPP/XII/2023, Nomor 137-PKE-DKPP/XII/2023, dan Nomor 141-PKE-DKPP/XII/2023,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPI Utrecht, Hanif Abdul Halim memastikan, pernyataan sikap PPI Utrech murni didasari oleh kekhawatirannya terhadap krisis etika dan demokrasi yang terjadi di Indonesia.

“Bahwa pernyataan sikap kami siang hari ini benar didasari oleh kekhawatiran kami sebagai pelajar-pelajar Indonesia di Utrech akan krisis demokrasi dan krisis etika yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2024,” ucap Hanif.

Baca Juga:  Jangan Terpancing, Bupati Bandung Minta Masyarakat Tunggu Hasil Resmi KPU

Hanif juga memastikan, pernyataan sikap PPI Utrech tidak ditunggangi oleh pihak manapun.

“Kami bisa pastikan bahwa pernyataan sikap kami tidak ditunggangi siapapun, tidak partisan dan kami bisa pastikan ini didasari oleh kecintaan kepada bangsa kami, pada tanah air kami Indonesia,” terangnya.

Hanif mengungkapkan, pernyataan sikap PPI Utrech didasari oleh ilmu pengetahuan, diskusi yang dilakukan hingga berbulan-bulan lamanya.

“Hari ini kawan-kawan yang bergabung kami ingin menyatakan sebuah sikap yang didasari oleh ilmu pengetahuan, yang didasari oleh diskusi yang telah kami lakukan berminggu-minggu, berbulan-bulan,” jelasnya,

Hanif pun berharap, pernyataan sikap ini bisa didengar langsung oleh pemerintahan Presiden Jokowi.

“Mudah-mudahan pernyataan sikap ini tertuju untuk pihak yang kami inginkan atau kami intensikan dari awal yaitu Pemerintah Republik Indonesia dan bukan sosok personal, sosok pribadi atau sosok pasangan calon manapun,” katanya.

Baca Juga:  Anies Perintahkan Timnas Amin Cabut Laporan Terhadap Jokowi ke Bawaslu

Berikut ini lima point pernyataan sikap PPI Utrech yang menyatakan penolakan terhadap praktik demokrasi yang nir-etika:

1. Presiden Joko Widodo, beserta jajaran kabinetnya, dan penyelenggara negara untuk menghentikan penyalahgunaan kekuasaan demi menguntungkan kepentingan pribadi.

2. Penyelenggara negara memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan netral dan partisipatif, untuk menjamin pemenuhan hak asasi manusia dalam pelaksanaan partisipasi publik.

3. Dewan Perwakilan Rakyat agar aktif melakukan fungsi pengawasan terhadap Presiden Joko Widodo dan seluruh aparatur pemerintahan, serta memastikan pemerintahan berjalan sesuai koridor konstitusi dan hukum.

4. Aparat keamanan dan aparatur sipil negara untuk menunjukkan dan mengutamakan netralitas selama Pemilu 2024 berlangsung, dan secara aktif menjamin kebebasan berpendapat sesuai marwah berdemokrasi sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945.

5. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk terlibat aktif mengawal Pemilu 2024 berjalan sesuai dengan kode etik dan nilai-nilai demokrasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Demokrasi jokowi Pemilu 2024
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Super Air Jet Buka Lagi Rute Bandung-Medan dan Bandung-Bali, Cek Jadwal Lengkapnya

Bio Farma Transfer Teknologi Vaksin ke Sejumlah Negara, Dorong Diplomasi Kesehatan Indonesia

Warga Bandung Jangan Asal Beli! 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label

Kebakaran Ciumbuleuit Bongkar Dugaan Penimbunan Sampah Ilegal, 19 Warga Terdampak

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.