bukamata.id – Pimpinan Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar resmi menetapkan Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum Partai Golkar, pada Rabu (21/8/ 2024).
Seperti diketahui, Bahlil merupakan calon tunggal terpilih melalui proses aklamasi atau penunjukan langsung.
Berikut Profil Bahlil Lahadalia
Bahlil Lahadalia lahir di Banda, Maluku Tengah, Maluku pada 7 Agustus 1976. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara.
Saat masih kecil, keluarganya memilih pindah ke Fakfak, Papua Barat saat Bahlil duduk di SMEA YAPIS Fakfak.
Setelah lulus, Bahlil bertolak ke Jayapura dan mendaftar di Akademi Keuangan dan Perbankan (Akubank) yang kini menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay.
Selama studi, Bahlil membiayai kuliahnya sendiri dengan menjadi sopir angkot, kuli angkut, dan kuli dorong. Di tengah kesibukannya bekerja dan belajar, Bahlil juga masih aktif berorganisasi.
Pada semester 5 ia terpilih sebagai Ketua Senat. Di masa era reformasi, Bahlil juga ikut terjun menjadi aktivis gerakan reformasi 1997-1998.
Ia juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mengantarkannya ke posisi puncak sebagai Bendahara Umum PB HMI. Gelar Magister Bahlil diperoleh dari Universitas Cendrawasih.
Rekam Jejak Bahlil Lahadalia
Setelah lulus Sarjana, Bahlil memulai kariernya dengan menjadi pengusaha. Ia mendirikan usaha bersama teman-teman jaringan HMI di Jakarta.
Di perusahaan itu, Bahlil menjabat sebagai Direktur Wilayah PT Primatama Cipta Niaga, sebuah perusahaan konsultan keuangan berbasis teknologi informasi (IT).
Setahun berjalan perusahaannya meraih profit besar, ia digaji Rp 35 juta per bulan dan mendapat fasilitas kendaraan dan rumah.
Namun pada 2003, Bahlil memutuskan mundur dari perusahaan itu dan mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Di tahun itu pula namanya tercatat di HIPMI di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat.
Bisnisnya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah jatuh bangun menjalankan usahanya. Pada 2005, Bahlil mulai terjun ke bisnis hak pengusahaan hutan (HPH).
Usaha yang dijalankannya ini semakin maju. Ekspansi bisnis pun mulai dilakukannya hingga ke berbagai sektor, mulai dari perkebunan, properti, logistik, pertambangan dan konstruksi.
Pada 2015, kariernya sebagai wirausaha semakin lengkap saat Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI memilihnya menjadi Ketua Hipmi periode 2015-2019. Ia juga dikenal sebagai Ketua Hipmi pertama dari Papua yang memiliki latar belakang keluarga non pengusaha maupun pejabat.
Kiprahnya sebagai pengusaha ulung membuat Presiden Jokowi mengundang Bahlil ke Istana Kepresidenan pada 22 Oktober 2019.
Jokowi meminta Bahlil untuk membantu pemerintahannya dalam mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Keesokan harinya, Jokowi mengumumkan penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Kepala BKPM 2019-2024 di Istana Kepresidenan.
Saat Pilpres 2019, Bahlil menyatakan dukungannya ke Jokowi dan Ma’ruf Amin. Bahkan, ia juga bergabung dengan tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda.
Seiring berjalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, terjadi perubahan nomenklatur dari BPKM menjadi Kementerian Investasi sehingga Bahlil dilantik menjadi Menteri Investasi/Kepala BPKM oleh Presiden Jokowi pada 28 April 2021.
Pada Pilpres 2024, Bahlil mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan didapuk sebagai Ketua Tim Kerja Strategis (TKS) Prabowo-Gibran.
Kemudian, Jokowi melantik Bahlil sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggantikan Arifin Tasrif, pada Senin (19/8/2024),
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










