bukamata.id – PT Tusam Hutani Lestari adalah perusahaan yang memiliki konsesi hutan seluas sekitar 97 ribu hektare di Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, hingga Aceh Utara. Perusahaan ini memiliki izin Hutan Tanaman Industri (HTI) sejak diterbitkannya SK No. 556/Kpts-II/1997.
Belakangan, nama PT Tusam Hutani Lestari menjadi sorotan publik setelah bencana banjir dan longsor hebat melanda Provinsi Aceh. Hingga 8 Desember 2025, tercatat 389 orang meninggal dunia, ribuan rumah terendam, dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, menurut data ANTARA.
Konsesi PT Tusam Hutani dan Dampaknya
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) membagikan peta melalui akun X @jatamnas yang memperlihatkan wilayah banjir parah di Aceh. Peta itu menunjukkan sebagian area terdampak banjir berada dalam konsesi PT Tusam Hutani Lestari.
Perusahaan ini disebut-sebut terkait dengan Prabowo Subianto, dengan wilayah konsesi yang luas di lereng pegunungan dan hulu sungai. Sekitar konsesi ini juga terdapat puluhan izin tambang, HPH, HTI lain, serta perkebunan sawit besar yang secara bertahap mengurangi tutupan hutan. Kerusakan lingkungan ini melemahkan kemampuan alam menahan air hujan, sehingga limpasan langsung mengarah ke pemukiman saat hujan ekstrem turun, menimbulkan banjir bandang parah.
Wilayah Terparah dan Kondisi Hulu Sungai
Daerah yang kini berstatus siaga darurat meliputi Pidie Jaya, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Gayo Lues, hingga Aceh Singkil. Peta yang dibagikan Jatam menunjukkan kawasan hulu sungai yang telah lama ditumpangi lebih dari 30 izin tambang minerba seluas lebih dari 132 ribu hektare, ditambah konsesi kayu dan HTI yang merangsek hingga dekat permukiman.
Contohnya, di wilayah Linge, Aceh Tengah, PT Tusam Hutani Lestari mengelola hampir 100 ribu hektare hutan. Konsesi ini telah lama dipersoalkan warga karena dianggap mengubah hutan adat menjadi kebun industri pinus dan mengambil ruang hidup mereka.
Bencana yang terjadi bukan semata-mata akibat hujan deras, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang mengubah lanskap hutan, mengurangi kemampuan alami daerah hulu menahan air, dan memperparah dampak banjir di Aceh.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










