bukamata.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, menilai skema program beasiswa yang direncanakan pemerintah provinsi hingga saat ini masih belum dijelaskan secara rinci kepada publik.
Hal tersebut disampaikan Rafael saat ditemui di Bandung, Jumat (13/3/2026). Menurutnya, hingga kini DPRD juga belum memperoleh gambaran yang jelas mengenai bentuk maupun mekanisme penyaluran program tersebut.
“Saya belum tahu betul bentuk beasiswanya nanti. Bulan Juni juga saya belum tahu bentuknya seperti apa, apakah berdasarkan DPKS atau analisis tertentu, saya belum tahu. Kita tunggu saja nanti,” ujarnya.
Rafael mengatakan, informasi terkait ukuran atau indikator penerima beasiswa juga belum dijelaskan secara detail, baik dari sisi kriteria maupun mekanisme penentuan penerima.
“DPRD sendiri juga belum menjelaskan secara rinci beasiswa yang dimaksud itu apa ukurannya,” katanya.
Rafael menjelaskan bahwa pada skema bantuan pendidikan sebelumnya, bantuan diberikan langsung kepada sekolah swasta melalui program Bantuan Pendidikan untuk Peserta Didik (BPU). Bantuan tersebut bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan siswa.
“Kalau dulu kan diberikan ke sekolah, ke BPU. Jadi ke sekolah-sekolah swasta BPU. Satu siswa itu sekitar Rp700.000 diberikan ke sekolah. Tujuannya supaya tidak memberatkan, jadi sekolah tidak perlu lagi meminta kepada siswa karena sudah disubsidi. Jadi satu bulan siswa hanya membayar sekitar Rp400.000,” jelasnya.
Menurut Rafael, kejelasan mekanisme dalam program baru sangat penting agar bantuan pendidikan yang direncanakan pemerintah provinsi dapat tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat.
Ia menambahkan, DPRD berharap pemerintah provinsi segera memberikan penjelasan detail terkait skema beasiswa tersebut, termasuk dasar penentuan penerima dan mekanisme penyalurannya. Dengan begitu, program tersebut dapat menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat di Jawa Barat secara lebih efektif.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









