Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih

Minggu, 11 Oktober 2026 12:04 WIB

Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace

Minggu, 11 Oktober 2026 11:19 WIB

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 10:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Dewa United: Igor Tolic Waspadai Egy, Tiga Pemain Maung Bandung Berpeluang Pulih
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
  • Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi
  • Jadwal Padat Mengadang Persib, Thom Haye Ungkap Kunci Hadapi Dewa United
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Sekolah Maung Dedi Mulyadi: DPRD Jabar Masih Bingung, Minta Penjelasan Lengkap

By Aga GustianaRabu, 14 Januari 2026 07:55 WIB3 Mins Read
Kegiatan belajar mengajar. (Foto: Humas Kemenko PMK)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mendirikan Sekolah Maung (Manusia Unggul) mulai menarik perhatian DPRD Jawa Barat. Pihak legislatif menilai konsep ini masih memerlukan penjelasan lebih rinci sebelum dapat ditindaklanjuti.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Zaini Shofari, mengaku baru mengetahui istilah Sekolah Maung dalam beberapa hari terakhir. Ia menambahkan, pimpinan komisinya juga belum menerima penjelasan resmi mengenai rencana sekolah unggulan ini.

“Jadi, jika Gubernur kemarin menyatakan akan menyiapkan (sekolah tersebut), tentu kami dari Komisi V mengapresiasi,” kata Zaini, Selasa (13/1/2026).

Menurut Zaini, gagasan sekolah unggulan sejalan dengan cita-cita meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat. Namun, istilah Sekolah Maung masih terdengar asing bagi anggota dewan.

“Untuk menuju Jabar Istimewa, salah satu syaratnya adalah memperbanyak sekolah unggulan. Akan tetapi, terkait sekolah baru yang disebut Sekolah Maung ini, kami baru mendengar istilahnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Alasan Dedi Mulyadi Minta ASN Ngantor Lebih Pagi: Displin, Sehat dan Terhindar Macet

Zaini juga mempertanyakan apakah Sekolah Maung merupakan bagian dari perencanaan matang atau sekadar ide spontan.

“Saya belum tahu apakah ini masuk perencanaan atau lagi-lagi bagian dari ide mendadak gubernur yang sporadis, seperti biasanya,” tegasnya.

Meski begitu, Zaini mengungkapkan sudah mendapatkan informasi awal mengenai lokasi rencana sekolah tersebut. Sekolah Maung kabarnya akan memulai debutnya di Kabupaten Purwakarta, melalui mekanisme hibah aset dari pemerintah daerah setempat ke Provinsi Jawa Barat.

“Informasi yang saya terima tempatnya sudah disiapkan, proses hibahnya sedang diurus, kabarnya (aset) dari Purwakarta ke Jawa Barat. Itu yang saya ketahui,” jelasnya.

Baca Juga:  Longsor di Lembang, Enam Warga Luka dan Puluhan Mengungsi: Tebing Setinggi 25 Meter Runtuh

Belum Masuk APBD 2026

Zaini memastikan, hingga saat ini Sekolah Maung belum masuk dalam pembahasan anggaran DPRD, termasuk APBD 2026.

“Belum masuk APBD. Kalau menyimak media, idenya sudah lahir dan tahun ini harus jalan agar 2027 terealisasi. Tapi Sekda menyampaikan ini baru proyeksi atau perencanaan,” ungkapnya.

Ketua Fraksi PPP ini menegaskan, Komisi V belum pernah membahas istilah Sekolah Maung dalam forum resmi.

“Kami belum pernah sekalipun mendengar istilah itu di forum resmi, baru ramai beberapa hari ini saja,” ucapnya.

Fokus pada Penguatan Sekolah yang Ada

Lebih jauh, Zaini menekankan bahwa pembentukan sekolah baru bukan satu-satunya jalan mencetak manusia unggul. Ia mendorong penguatan SMA dan SMK yang sudah ada, terutama yang masih memiliki lahan luas untuk pengembangan program unggulan.

Baca Juga:  Polda Jabar Ambil Alih Penyelidikan Insiden Maut di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

“Lebih baik perkuat sekolah yang ada. Di beberapa tempat, sekolah masih punya sisa lahan satu hingga dua hektare. Artinya, program studi unggulan yang diinginkan Gubernur bisa dimasukkan ke sana,” jelasnya.

Secara kelembagaan, Komisi V DPRD Jabar lebih condong pada optimalisasi sekolah yang ada dibanding membangun institusi baru dari nol, yang memerlukan waktu dan biaya panjang.

“Membangun sekolah baru itu prosesnya lama; beli lahan dulu, tahun depannya baru membangun. Lebih efektif alokasikan anggarannya untuk memperkuat sekolah yang sudah ada,” tambahnya.

Meski demikian, Zaini menegaskan DPRD tetap terbuka jika pemerintah provinsi memiliki skema dan anggaran yang jelas.

“Tapi kalau Gubernur punya ide lain dan anggarannya memang tersedia, ya silakan dicoba saja,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jawa Barat Pendidikan Jabar purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.