Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!

Selasa, 6 Oktober 2026 06:00 WIB

Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!

Selasa, 6 Oktober 2026 05:00 WIB

Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu

Selasa, 6 Oktober 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Kuliner Legendaris Khas Bandung Barat, Wajib Mampir ke Sentra Pembuatannya!
  • Jelang Port FC vs Persib, Rekor Maung Bandung Bikin Deg-Degan: Belum Pernah Menang!
  • Bikin Kalap! 5 Restoran AYCE Bandung dengan Korean BBQ hingga Shabu-Shabu
  • BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026
  • Lagi Cari Tempat Liburan? Ini 10 Destinasi Wisata Paling Populer dan Instagramable di Bandung Barat
  • Jelang Tiga Laga Kandang Persib Bandung, Polisi Minta Bobotoh Jaga Ketertiban dan Jadi Tuan Rumah yang Baik
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
  • Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup Usai Bekuk Thailand Lewat Adu Penalti
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 6 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus HIV/AIDS di Kuningan Naik Tiap Tahun: Tembus 1.354 Penderita, Merata di 32 Kecamatan

By Aga GustianaKamis, 20 Agustus 2026 21:12 WIB3 Mins Read
Ilustrasi virus HIV/AIDS
Ilustrasi virus HIV/AIDS. (Foto: kalhh dari Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ancaman penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kuningan semakin mengkhawatirkan. Laporan terbaru Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat akumulasi kasus sejak 2013 hingga 2025 telah mencapai 1.354 penderita.

Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Kuningan, Asep Susan Sonjaya, membeberkan bahwa angka temuan infeksi baru secara konsisten terus bertambah lebih dari 100 orang setiap tahunnya.

“Tahun 2025 itu ada sekitar 1.354 kasus HIV dan AIDS. Kalau penemuan kasus per tahun itu tidak kurang dari 100. Jadi tiap tahunnya tuh memang selalu ada peningkatan. Tidak pernah penemuan kasus dari per tahun dari bulan Januari sampai Desember itu di bawah 100, semuanya di atas 100. Kayak di tahun 2021 naik 132 kasus, 2022 naik 165 kasus, 2023 naik 170 kasus baru,” tutur Asep, Kamis (20/8/2026).

Faktor Mobilitas Warga dan Pola Hubungan Berisiko

Berdasarkan pemetaan KPA, virus ini telah menyebar merata di seluruh wilayah Kuningan. Kelompok masyarakat usia produktif (25–49 tahun) menjadi populasi terbanyak yang terpapar. Selain itu, tingginya angka warga yang merantau ke luar daerah disinyalir memberi andil besar terhadap dinamika penularan.

Baca Juga:  Kasus Video Mesum Pelajar Sesama Jenis di Kuningan, Direkam di Ruang Kelas SD

“Warga Kuningan asli, kan Kuningan itu urban ya. Justru dari Kuningan itu urban banyak yang ke kota-kota besar. Kurang lebih 40% lah warga Kabupaten Kuningan itu urban ke luar kota. Kalau dilihat dari wilayah tingkat kecamatan, dari 32 kecamatan itu di Kabupaten Kuningan, itu semuanya sudah ada HIV. Mayoritas itu di usia produktif,” tutur Asep.

Penemuan data penderita diperoleh melalui skema skrining serta penjangkauan yang digalang pegiat HIV, LSM, dan pos pelayanan kesehatan di titik-titik rawan. Perilaku hubungan badan tanpa pengaman dan gonta-ganti pasangan kini menggeser pola penularan lama.

Baca Juga:  Demi Sabu Gratisan, Oknum Pegawai PPPK di Kuningan Nekat Jadi Kurir Narkoba Berujung Bui

“Nah, yang melakukan penjangkauannya itu penggiat HIV atau LSM bersama puskesmas yang mendapatkan dana donor. Perlakuan itu yang menghasilkan data penemuan baru. Kalau yang sekarang trennya seksual. Ya, gonta-ganti pasangan dengan tidak menggunakan alat pelindung. Hubungan sesama jenis juga jadi penyebab,” tutur Asep.

Terkendala Dana Operasional dan Stigma Sosial

Meski tingkat kasus terus merangkak naik, langkah mitigasi di lapangan menemui jalan buntu akibat penghentian kucuran dana donor internasional dan keterbatasan APBD. Dampaknya, pemeriksaan medis rutin di ruang publik seperti tempat hiburan malam kini tidak bisa berjalan optimal.

“Jadi, ketika melakukan kegiatan katakan kalau di kita biasanya 3 bulan sekali itu melakukan kegiatan tes HIV di kafe-kafe, di tempat hiburan, tempat wisata, di hotel, itu sering kita lakukan. Nah, pasca tidak didukung oleh dana donor dan daerah tidak bisa menyediakan anggaran tersebut, akhirnya kan terhenti. Stigma dan diskriminasi masih ada, SDM yang concern terhadap HIV AIDS tidak banyak,” tutur Asep.

Baca Juga:  Ngeri! Macan Tutul Nyasar ke Balai Desa Kuningan

Merespons krisis ini, Asep menegaskan pentingnya mengubah cara pandang publik terhadap para penderita HIV/AIDS (ODHIV) agar penanganan bisa dilakukan secara inklusif tanpa perlakuan diskriminatif.

“Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kuningan menghimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kuningan. Peningkatan temuan kasus HIV harus menjadi perhatian bersama bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Kondisi ini tidak boleh direspons dengan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV,” pungkas Asep.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kuningan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Rp900 Ribu hingga Bansos Beras 30 Kg, Ini Bantuan Pemerintah Oktober 2026

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos Oktober 2026 Mulai Cair! 6 Bantuan Ini Siap Disalurkan, Cek Daftarnya

960 Gas Portable Sehari! Polisi Bongkar Pabrik Oplosan LPG 3 Kg di Bandung

Sempat Terdengar Teriakan, Pria Jatuh dari Flyover Kopo hingga Meninggal

Dulu Serba Pink, Sekarang Makeup?! Penampilan Terbaru Ustaz Riza Muhammad Kembali Disorot Warganet

Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.