Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Kamis, 30 April 2026 02:00 WIB

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Rabu, 29 April 2026 23:11 WIB

Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’

Rabu, 29 April 2026 22:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
  • Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya
  • Arsenal Siap Jual 5 Pemain Demi Datangkan Julian Alvarez
  • Marc Klok Pasang Target Gila! Persib Wajib Menang 5 Laga Tersisa
  • Heboh Video 15 Menit Tasya Gym, Netizen Ramai Cari Link Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rahasia di Balik Titik Timbul: Bagaimana Seorang Disabilitas Netra di Bandung ‘Melihat’ Ayat Suci

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSabtu, 7 Maret 2026 17:46 WIB3 Mins Read
Saefudin Fajar Putra
Saefudin Fajar Putra (27). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjuangan belajar tidak mengenal batas, termasuk bagi penyandang disabilitas netra. Hal itu tergambar dari kisah Saefudin Fajar Putra (27), seorang siswa di Sentra Wyata Guna Bandung yang kini mulai mampu membaca Al-Qur’an Braille setelah melalui proses belajar yang penuh kesabaran.

Instruktur Al-Qur’an Braille, Tine Gustini, mengungkapkan Fajar baru mempelajari Al-Qur’an Braille sekitar empat bulan. Meski awalnya tidak bisa membaca sama sekali, kegigihan dan kesabaran Fajar perlahan membuahkan hasil.

“Alhamdulillah sekarang Fajar sudah bisa baca tulis Al-Qur’an Braille. Barusan juga sudah dicoba membaca salah satu surat pendek,” kata Tine, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, metode pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an pada umumnya. Para siswa tetap memulai dari Iqra, mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, hingga akhirnya membaca Al-Qur’an dalam huruf Braille.

Baca Juga:  Bikin Nagih, Ini 4 Kuliner Top di Bandung yang Wajib Dicoba

Namun, ada pendekatan khusus yang diterapkan dalam proses belajar. Jika di sekolah umum pembelajaran dilakukan secara klasikal, maka bagi siswa netra metode yang digunakan lebih bersifat individual.

“Awalnya memang secara klasikal, tetapi setelah itu pembelajaran dilakukan satu per satu agar lebih fokus menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa,” jelasnya.

Tine telah mengajar Al-Qur’an Braille selama lebih dari 20 tahun. Selama itu pula ia menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika mengajar siswa yang baru mengalami kebutaan di usia dewasa.

“Tantangan terbesar biasanya pada kepekaan perabaan. Kalau sudah dewasa, kadang kepekaan jari untuk membaca Braille tidak sepeka yang sejak lahir. Karena itu banyak yang memilih menghafal. Tapi kalau mereka punya semangat tetap bisa belajar membaca,” ujarnya.

Baca Juga:  3 Masjid Unik di Bandung, Nikmati Tarawih dengan Nuansa Berbeda

Meski demikian, dedikasinya selama dua dekade telah melahirkan banyak murid yang kini menjadi pengajar dan ustaz bagi sesama penyandang disabilitas netra.

“Paling mengharukan, banyak alumni dari Sentra Wyata Guna yang sekarang menjadi ustaz dan bahkan mengajar juga di sini. Mereka menjadi penerus kami,” ungkapnya.

Bagi Fajar, perjalanan belajar Al-Qur’an Braille bukanlah hal mudah. Pada awal pembelajaran, ia mengaku kesulitan mengenali huruf-huruf melalui titik-titik Braille.

“Awal-awal paling susah mengenali hurufnya. Ini huruf apa, titiknya apa. Tapi kalau terus dilatih, lama-lama bisa,” kata Fajar.

Baca Juga:  6 Sekolah di Kota Bandung Terpilih Jadi Pilot Project Program Makan Bergizi Gratis

Ia mulai memahami perbedaan huruf Braille Arab dengan Braille Indonesia setelah belajar secara langsung di Wyata Guna.

Kini Fajar telah mempelajari dua juz dari Surah Al-Baqarah. Baginya, bisa membaca Al-Qur’an menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Dulu kalau lihat orang awas baca Al-Qur’an rasanya pengen juga bisa. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membaca. Senang sekali,” ujarnya.

Fajar berharap ke depan ia bisa semakin lancar membaca Al-Qur’an. Bahkan ia tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pengajar agar dapat membantu teman-teman penyandang disabilitas netra lainnya.

“Kalau cita-cita, saya sebenarnya ingin jadi penyanyi. Tapi kalau bisa mengajar juga, saya ingin berbagi ilmu,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Al-Qur'an Braille bandung Disabilitas Netra Kisah Inspiratif Sentra Wyata Guna
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Intip Kemeriahan ‘Sehari di Giri Prianka’: Kolaborasi Strategis Podomoro Park Bandung dan BRI untuk Hunian Impian

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.