Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Selasa, 16 Juni 2026 18:00 WIB

Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!

Selasa, 16 Juni 2026 17:06 WIB

Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I

Selasa, 16 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
  • Prancis vs Senegal di Piala Dunia 2026: Les Bleus Waspadai Sadio Mane, Duel Sengit Pembuka Grup I
  • Heboh Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral, Ini Fakta yang Belum Banyak Diketahui
  • Persib dan Persija Saling Sikut? Bek Juara Liga India Rp3,48 Miliar Jadi Rebutan
  • Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman
  • Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung
  • Guncang Piala Dunia 2026! Ucapan Pelatih Senegal Ini Bikin Ruang Pers Langsung Hening!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rahasia di Balik Titik Timbul: Bagaimana Seorang Disabilitas Netra di Bandung ‘Melihat’ Ayat Suci

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSabtu, 7 Maret 2026 17:46 WIB3 Mins Read
Saefudin Fajar Putra
Saefudin Fajar Putra (27). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perjuangan belajar tidak mengenal batas, termasuk bagi penyandang disabilitas netra. Hal itu tergambar dari kisah Saefudin Fajar Putra (27), seorang siswa di Sentra Wyata Guna Bandung yang kini mulai mampu membaca Al-Qur’an Braille setelah melalui proses belajar yang penuh kesabaran.

Instruktur Al-Qur’an Braille, Tine Gustini, mengungkapkan Fajar baru mempelajari Al-Qur’an Braille sekitar empat bulan. Meski awalnya tidak bisa membaca sama sekali, kegigihan dan kesabaran Fajar perlahan membuahkan hasil.

“Alhamdulillah sekarang Fajar sudah bisa baca tulis Al-Qur’an Braille. Barusan juga sudah dicoba membaca salah satu surat pendek,” kata Tine, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, metode pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an pada umumnya. Para siswa tetap memulai dari Iqra, mengenal huruf hijaiyah, tanda baca, hingga akhirnya membaca Al-Qur’an dalam huruf Braille.

Baca Juga:  Kronologi Lengkap Remaja Tewas di The Kings Bandung, Diduga Terjatuh dari Lantai 11

Namun, ada pendekatan khusus yang diterapkan dalam proses belajar. Jika di sekolah umum pembelajaran dilakukan secara klasikal, maka bagi siswa netra metode yang digunakan lebih bersifat individual.

“Awalnya memang secara klasikal, tetapi setelah itu pembelajaran dilakukan satu per satu agar lebih fokus menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa,” jelasnya.

Tine telah mengajar Al-Qur’an Braille selama lebih dari 20 tahun. Selama itu pula ia menghadapi berbagai tantangan, terutama ketika mengajar siswa yang baru mengalami kebutaan di usia dewasa.

“Tantangan terbesar biasanya pada kepekaan perabaan. Kalau sudah dewasa, kadang kepekaan jari untuk membaca Braille tidak sepeka yang sejak lahir. Karena itu banyak yang memilih menghafal. Tapi kalau mereka punya semangat tetap bisa belajar membaca,” ujarnya.

Baca Juga:  Chery TIGGO 8 CSH Meluncur di Bandung, Tawarkan Kendaraan PHEV Ramah Lingkungan

Meski demikian, dedikasinya selama dua dekade telah melahirkan banyak murid yang kini menjadi pengajar dan ustaz bagi sesama penyandang disabilitas netra.

“Paling mengharukan, banyak alumni dari Sentra Wyata Guna yang sekarang menjadi ustaz dan bahkan mengajar juga di sini. Mereka menjadi penerus kami,” ungkapnya.

Bagi Fajar, perjalanan belajar Al-Qur’an Braille bukanlah hal mudah. Pada awal pembelajaran, ia mengaku kesulitan mengenali huruf-huruf melalui titik-titik Braille.

“Awal-awal paling susah mengenali hurufnya. Ini huruf apa, titiknya apa. Tapi kalau terus dilatih, lama-lama bisa,” kata Fajar.

Baca Juga:  Hukum Alam Kalah! Menguak Misteri Sapi "Matilda" dan Kerbau "Donald Trump" yang Gagal Dikurbankan!

Ia mulai memahami perbedaan huruf Braille Arab dengan Braille Indonesia setelah belajar secara langsung di Wyata Guna.

Kini Fajar telah mempelajari dua juz dari Surah Al-Baqarah. Baginya, bisa membaca Al-Qur’an menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Dulu kalau lihat orang awas baca Al-Qur’an rasanya pengen juga bisa. Alhamdulillah sekarang sudah bisa membaca. Senang sekali,” ujarnya.

Fajar berharap ke depan ia bisa semakin lancar membaca Al-Qur’an. Bahkan ia tidak menutup kemungkinan untuk menjadi pengajar agar dapat membantu teman-teman penyandang disabilitas netra lainnya.

“Kalau cita-cita, saya sebenarnya ingin jadi penyanyi. Tapi kalau bisa mengajar juga, saya ingin berbagi ilmu,” tuturnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Al-Qur'an Braille bandung Disabilitas Netra Kisah Inspiratif Sentra Wyata Guna
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Kenaikan BBM Nonsubsidi Bebani Pemkot Bandung, Farhan Akui Harus Lakukan Efisiensi Besar-besaran

Berusia Hampir 6 Abad, DPRD Ungkap Posisi Strategis Cirebon dalam Sejarah Jawa Barat

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Antisipasi Demo Mahasiswa Memanas, 2.300 Personel Gabungan TNI-Polri Jaga Ketat Kota Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.