Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Erick Thohir Dukung Rencana Besar FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia, UEFA dan AFC Justru Murka

Jumat, 31 Juli 2026 14:32 WIB

Dunia Sepak Bola Berduka: Legenda Abadi AC Milan Franco Baresi Tutup Usia

Jumat, 31 Juli 2026 14:26 WIB

Harga Ayam dan Timun Naik Drastis, Farhan Pastikan Pasokan Pangan di Kota Bandung Aman

Jumat, 31 Juli 2026 14:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Erick Thohir Dukung Rencana Besar FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia, UEFA dan AFC Justru Murka
  • Dunia Sepak Bola Berduka: Legenda Abadi AC Milan Franco Baresi Tutup Usia
  • Harga Ayam dan Timun Naik Drastis, Farhan Pastikan Pasokan Pangan di Kota Bandung Aman
  • Prediksi Piala AFF 2026: Tanpa Tiga Pilar Utama, Mampukah Timnas Indonesia Bantai Timor Leste?
  • Jadwal Persib vs Tampines Rovers Piala Presiden 2026: Maung Bandung Kejar Kemenangan Ketiga
  • Aston Villa Bawa Garnacho ke Jakarta, Indonesia All Stars Punya Misi Bikin Kejutan di GBK
  • Harga Ayam di Bandung Tembus Rp48 Ribu, Pedagang Sebut Naik Sejak MBG Kembali Berjalan
  • Masya Allah! Reaksi Luar Biasa Jury Iran Lihat Qori Cilik Indonesia Muhammad Najmi Alvaro
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rakarsa Foundation Kenalkan Ragam Seni Gambar Bergerak di RWD FEST 2024

By Putra JuangSelasa, 10 September 2024 19:28 WIB3 Mins Read
Rakarsa Foundation. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Rakarsa Foundation mengundang semua pecinta seni dan budaya untuk berpartisipasi dalam festival seni gambar bergerak RWD FEST.

Festival ini akan berlangsung setiap akhir pekan mulai 13 September hingga 9 November 2024 di lima lokasi di Kota Bandung.

Direktur program Rakarsa Foundation yang juga inisiator RWD FEST, Endira F. Julianda mengatakan, RWD FEST menyuguhkan berbagai karya seni gambar bergerak sebagai bentuk kreativitas dan inovasi dalam bercerita secara visual dari masa ke masa.

“RWD Fest ini adalah seni gambar bergerak bukan film, jadi singkatnya seperti itu karena kalau misalkan film itukan cukup jelas, spesifik, terbatas, justru tanpa kita membeda-bedakan bentuknya kita bisa fokus dengan imajinasi dan kreativitas,” ucap Endira di Fragment Project, Kota Bandung, Selasa (10/9/2024).

Endira mengungkapkan, seni gambar bergerak yang menjadi bingkai festival ini mencerminkan kreativitas dalam bercerita melalui berbagai media.

“Kami mengumpulkan film-film mahasiswa yang tersimpan di hardisk, dari pada tersimpan di hardisk mendingan kita screening rame-rame, siapa tau tiba-tiba kepikiran untuk buat sesuatu yang baru,” katanya.

“Dari situ kami menemukan bahwa gambar bergerak itu tidak hanya membahas cara bikin filmnya aja tapi juga apa yang menjadi esensi di film itu, mau bercerita apasih lewat film,” lanjutnya.

Endira meyakini, RWD FEST dapat menjadi momen yang tepat untuk mengasah imajinasi melalui berbagai karya seni gambar bergerak dari berbagai generasi.

“Batas-batas imajinasi, seni yang melampaui batas imajinasi itu adalah apa yang nanti akan kita tampilkan dari 8 penampilan nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, programer RWD, Arsya mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana bahasa visual mencerminkan identitas budaya nusantara serta bagaimana evolusi seni gambar bergerak di Indonesia berinteraksi dengan budaya visual lainnya.

“Hal ini juga merupakan upaya mengeksplorasi potensi dalam seni gambar bergerak nusantara serta menyoroti kekhasan dan keunikan pendekatan ini dalam konteks lokal maupun global,” terangnya.

Arsya mengatakan, target audiens sendiri adalah para pelaku seni hingga anak muda yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap seni dan dapat mengapresiasi seni gambar bergerak.

“Masyarakat umum yang tertarik pada seni gambar bergerak, komunitas seni dan film, pelajar dan mahasiswa, profesional di bidang seni dan film hingga penggemar budaya dan sejarah,” imbuhnya.

Terdapat 8 program yang akan menampilkan total 36 karya seni gambar bergerak, termasuk pertunjukan langsung seperti pementasan wayang kulit oleh Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa ITB (PSTK ITB) serta penayangan film seluloid oleh Persatuan Layar Tancap Bekasi (PLTB).

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati karya-karya animasi, pameran properti film, video musik, video tari, video art, dan film eksperimental. Setiap program akan didampingi sesi diskusi dengan para ahli di masing-masing bidang, yang terbuka untuk umum dan gratis.

RWD menyajikan keragaman pelaku kreatif, programmer, kurator, sineas, dan seniman, salah satunya melalui kolaborasi lintas budaya antara seniman Bandung, M. Akbar dengan Krzysztof Łukomski, kurator seni dari Poznan, Polandia.

Selain itu, Rakarsa Foundation bekerja sama dengan Bandung International Student Film Festival (BISFF), sebagai bentuk nyata kolaborasi berbagai pihak untuk mewujudkan ide festival.

Direktur BISFF, Nala Nandana mengungkapkan, keterlibatan BISFF sebagai kolaborator RWD FEST memungkinkan untuk melihat berbagai pengalaman pertemuan.

“Film dan bentuk-bentuk seni gambar bergerak lainnya juga dapat menjadi alat yang kuat untuk menjembatani kesenjangan, memicu percakapan, dan membangun pemahaman antar perspektif,” ucap Nala.

RWD FEST diinisiasi oleh Rakarsa Foundation, organisasi nirlaba bidang seni budaya berbasis di Bandung. Penyelenggaraan acara ini didukung oleh program pendanaan Dana Indonesiana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.

Rakarsa Foundation bermitra dengan BISFF, agenda tahunan dari Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia, dan didukung berbagai berbagai komunitas film dan kreatif di Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gambar Bergerak Kota Bandung Rakarsa Foundation RWD FEST seni
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Ayam dan Timun Naik Drastis, Farhan Pastikan Pasokan Pangan di Kota Bandung Aman

Harga Ayam di Bandung Tembus Rp48 Ribu, Pedagang Sebut Naik Sejak MBG Kembali Berjalan

Bukan Gangguan Jiwa, Polisi Bongkar Alasan Ayah Aniaya Anak di Cipongkor Bandung Barat

10 Pohon Ditebang di Cihapit, Farhan Murka dan Ancam Pidanakan Pelaku

Padam Listrik

Kota Batubara Kok Gelap Gulita? Saat Peternak Kecil Dipaksa Tanggung Dosa Gagalnya PLN!

BLT Kesra Rp900 Ribu Juli 2026 Cair Lagi? Ini Fakta Terbaru, Syarat, dan Cara Cek Penerima

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.