Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib

Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!

Minggu, 29 Maret 2026 21:56 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’

Minggu, 29 Maret 2026 20:08 WIB

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

Minggu, 29 Maret 2026 19:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bojan Hodak Bertahan di Persib? Negosiasi Kontrak Masih Panas!
  • Viral TikTok dan X! Ini Fakta di Balik Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’
  • Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!
  • Bojan Hodak Beri Tugas Spesial ke Jupe di Persib, Bukan Sekadar Pemain
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan
  • Live Streaming! Indonesia vs Bulgaria Malam Ini, Klik Link Resmi Nonton Final FIFA Series 2026
  • Gila! Persib Siapkan ‘Skuad Monster’ 2026/2027, 4 Pos Krusial Langsung Disikat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rakyat Anti Penggusuran ‘Serbu’ DPRD Jabar, Buang Sampah sebagai Simbol Kekecewaan

By Muhammad Rafki Razif KiransyahKamis, 4 September 2025 13:36 WIB2 Mins Read
Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi simbolik buang sampah di depan DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025). Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gabungan Rakyat Anti Penggusuran menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (4/9/2025).

Dalam aksinya, massa membuang sampah ke gerbang utama gedung dewan sebagai bentuk simbolik kekecewaan terhadap wakil rakyat.

Koordinator aksi, Angga, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan respons atas maraknya tindakan represif aparat terhadap warga dan mahasiswa dalam beberapa rangkaian demonstrasi sebelumnya.

“Ini merupakan aksi responsif, tadi malam kita koordinasi dengan beberapa titik warga di kampung kota Bandung yang berlawan. Ada Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas Melawan, Sukahaji Melawan, serta kawan-kawan di Rakyat Anti Penggusuran,” ujar Angga.

Baca Juga:  DLH Kota Bandung Dapati 64 Ton Sampah di Malam Tahun Baru

Menurutnya, kehadiran aparat TNI-Polri di tengah masyarakat justru menimbulkan rasa takut. Karena itu, aksi kali ini mengangkat tema “Buang Sampah pada Tempatnya”, dengan makna bahwa DPRD dianggap tidak berbeda dengan sampah lantaran dinilai tak mendengar aspirasi rakyat.

“Demonstrasi di depan DPRD pun akhirnya kebanyakan masih sebatas simbolis. Maka warga menilai tempat ini selayaknya adalah tempat sampah. Apa bedanya mereka (dewan) dengan sampah, ketika tidak bergeming melihat rakyat menderita?” tegas Angga.

Baca Juga:  Efisiensi Anggaran Capai Rp5 Triliun, Wakil Ketua DPRD Jabar: Fokus pada Pembangunan Berkualitas

Dalam aksinya, massa membawa 10 tuntutan, di antaranya:

  1. Menolak represivitas aparat TNI-Polri terhadap rakyat.
  2. Menuntut reformasi Polri dan tanggung jawab atas kematian 10 warga Indonesia dalam rangkaian aksi Agustus–September.
  3. Mendesak pembebasan seluruh massa aksi yang masih ditahan di Polda dan Polres di berbagai daerah.
  4. Menolak kerjasama antara Pemprov Jawa Barat dengan TNI yang dinilai berpotensi melanggengkan peran militer di ranah sipil.
  5. Menuntut hukuman berat bagi koruptor, termasuk hukuman mati serta penyitaan seluruh asetnya.
Baca Juga:  Atasi 12.000 Ton Sampah Kota Bandung, Pemkot Siapkan 2 Lahan Sementara

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat kampung kota Bandung, mulai dari Dagoelos, Taman Sari Bersatu, Cipedas, Sukahaji, hingga jaringan rakyat anti penggusuran lainnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

demonstrasi DPRD Jabar Gabungan Rakyat Anti Penggusuran sampah tuntutan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Avatar Versi Nyata? Mengenal Suku Dinka, Manusia Raksasa dari Lembah Nil!

CPNS

BREAKING! Pemerintah Tunda Seleksi ASN 2026, Formasi Belum Diumumkan

Fisik Terbatas, Tekad Tanpa Batas! Adinda Adprilaa: Bukti Nyata Gunung Bukan Hanya Milik Mereka yang Sempurna

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.