bukamata.id – Media sosial kembali dihebohkan oleh kemunculan video singkat yang belakangan dikenal dengan sebutan video cukur kumis. Setelah sebelumnya warganet ramai membicarakan video “Sok Imut”, kini giliran potongan klip lain yang menyebar cepat dan memancing rasa penasaran banyak orang, khususnya di TikTok.
Video tersebut menampilkan seorang perempuan muda yang mengenakan hijab pashmina hitam dan hoodie berwarna krem. Dalam narasinya, ia menyebut baru saja pulang dari rumah seorang teman. Adegan berlangsung di dalam kamar dengan suasana santai, tanpa hal mencolok pada awalnya.
Namun, ekspresi wajah sang perempuan yang terlihat berubah—dengan mimik setengah terpejam—menjadi pemicu perhatian warganet. Tak lama setelah itu, ia melepas hijab dan hoodie yang dikenakannya. Potongan adegan inilah yang kemudian beredar luas dan menjadi bahan spekulasi di berbagai platform.
Potongan Video Picu Beragam Dugaan
Secara kasat mata, klip tersebut tidak menampilkan sesuatu yang melanggar aturan platform. Namun, sebagian netizen menduga video itu hanyalah cuplikan dari konten lain yang lebih panjang. Dugaan inilah yang memicu gelombang pencarian link video versi lengkap.
Beberapa akun TikTok sempat mengunggah ulang klip serupa, di antaranya akun dengan nama pengguna @fefeq60 dan @video.di.biyo6. Unggahan berulang dari akun-akun berbeda membuat video ini semakin sering muncul di linimasa pengguna, mempercepat penyebarannya.
Seiring viralnya klip tersebut, muncul klaim-klaim yang belum terbukti. Ada yang menyebut video aslinya berdurasi hampir empat menit, bahkan ada pula yang mengklaim menemukan versi puluhan menit.
Perburuan Link yang Tak Pernah Ditemukan
Fenomena “berburu link video cukur kumis” pun tak terhindarkan. Kolom komentar di berbagai unggahan dipenuhi pertanyaan soal lokasi video lengkap, tautan khusus, hingga klaim telah menemukan versi asli.
Namun, setelah dilakukan penelusuran di berbagai platform media sosial dan situs berbagi video, tidak ditemukan bukti keberadaan video dengan durasi seperti yang diklaim. Konten yang beredar sejauh ini hanyalah klip singkat yang sama, tanpa versi lanjutan atau unggahan resmi berdurasi panjang.
Tidak ada arsip, unggahan lama, maupun akun sumber yang dapat mengonfirmasi keberadaan video “full” sebagaimana yang ramai dibicarakan.
Salah Persepsi di Media Sosial
Diduga, kehebohan ini muncul akibat asumsi berlebihan dari sebagian warganet. Banyak yang mengira video tersebut mengandung unsur sensasional atau dewasa, padahal isi klip tidak menunjukkan hal demikian.
Kasus ini kembali memperlihatkan bagaimana potongan video pendek dapat memicu interpretasi yang meluas di media sosial. Spekulasi yang beredar kerap berkembang lebih cepat dibanding fakta, terutama ketika rasa penasaran publik sudah terlanjur terbentuk.
Fenomena viral semacam ini menjadi pengingat bahwa tidak semua konten yang ramai diperbincangkan benar-benar memiliki kelanjutan atau makna tersembunyi. Dalam ekosistem media sosial yang serba cepat, satu klip singkat saja sudah cukup untuk menciptakan kehebohan besar—meski kenyataannya sederhana.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










